
Pak Jaya dan istrinya sudah berada di kediaman umi Rika dan abi Misbah setelah melakukan perjalanan sekitar beberapa jam tadi. Mereka menyapa ramah abi Misbah dan keluarga. Saat sudah sampai disana mereka juga disambut dengan baik dan ramah.
Mama Lina, pak Jaya sangat antusias. Ketika mendengar putri mereka telah hamil. Keduanya buru-buru bersiap untuk menjenguk anak mereka yang sekarang tengah hamil muda.
Bisa dilihat sepertinya pak Jaya dan mama Lina akan menginap dengan waktu yang cukup lama. Karena mereka membawa pakaian yang cukup banyak.
Setelah makan malam mereka semua berkumpul diruang keluarga. Dirumah abi Misbah.
"Pak jaya maaf sekali, saya dan istri saya tidak bisa menemani anda disini. Karen putra sulung saya akan menikah di Malang. Jadi besok saya dan istri saya harus pergi untuk membantu persiapannya disana."
Abi Misbah sangat tidak nyaman jika harus meninggalkan tamunya yang merupakan besannya itu hanya dengan putranya tanpa dia dan istrinya. Juga tinggal di rumah tersebut.
"Tidak papa Bi. Saya bisa memahami ini semua, tenanglah jangan sungkan juga sudah ada menantu saya ini. Sudah jauh dari cukup" pak Jaya meyakinkan abi Misbah agar tidak papa pergi, yang terpenting bagi pak Jaya jika orang yang punya rumah pergi dia sudah diizinkan berada di rumah tersebut.
"Baiklah terimakasih banyak."
__ADS_1
Semua orang yang berada di ruang keluarga itu perlahan meninggalkan tempat itu. Bersamaan malam yang semakin larut. menuju kamar mereka masing-masing yang sudah tersedia.
***********
Di sebuah ruangan di rumah abi Misbah sedang terjadi drama yang menegangkan. Lebih tepatnya dikamar gus Arka.
Istrinya itu masih saja tidak ingin dekat dengannya. Karena aroma tubuh yang gus Arka miliki. Gus Arka sendiri sampai berpikir apa kalau gus Arga ada disini istrinya itu malah akan menyukai aroma tubuh kembarannya. huhh memikirkannya saja gus Arka sudah ngeri. Bagaimana jika benar terjadi?. Tapi untungnya gus Arga sedang berada di Malang untuk memperjuangkan gadis yang akan bersanding dengannya nanti sebagai istri dunia akhiratnya.
Memikirkan gus Arga. Gus Arka hanya berdoa semoga pilihan kembarannya itu sangat tepat untuknya apa lagi ning Aqila sangat cocok dengan kembaranya itu menurut pendapatnya sendiri seperti itu.
"Kenapa jadi gini sih, Gak lucu"
Hanya ini cara yang bisa dilakukan gus Arka agar dia bisa tidur di sebelah istrinya dan Agar istrinya nanti tidak marah maka dia harus bangun terlebih dahulu. Sudah 2 hari ini gus Arka melakukan hal tersebut. Demi tidur di sebelah istrinya dan tentu juga untuk merasakan nyamannya tidur di kasur yang begitu empuk.
Pagi hari yang selalu ditunggu-tunggu penduduk bumi akhirnya tiba juga. Terlihat dari sebagian manusia sudah mulai beranjak dari tempat tidur ternyaman mereka masing-masing, melakukan aktivitas mereka seperti biasanya.
__ADS_1
Akan tetapi beda halnya dengan gus Arka. Karena setelah subuh tadi dia barus bisa memejamkan mata. Entah kenapa malam ini memikirkan istrinya jika marah dengan dirinya sendiri begitu menakutkan.
"Mas ayo bangun" Nadira membangunkan suaminya yang tengah tertidur lelap di sampingnya itu, sambil dia menepuk-nepuk pipi gus Arka dia juga sudah berusaha mengencangkan tubuh gus Arka sedikit keras. Akan tetapi gus Arka tidak bergeming sama sekali, mungkin tidurnya kali ini yang paling nyenyak setelah dua hari tidak bisa tidur dengan tenang.
Karena sedari tadi menahan agar bisa mencium aroma tubuh milik suaminya. Kini Nadira malah kembali merasakan mual.
Nadira yang sudah tidak kuat lagi Berlari ke kamar mandi dia sudah tidak peduli dengan suaminya yang sedari tadi ia bangunkan tidak banguan sama sekali.
Wek..
Wek..
Samar-samar gus Arka mendengar Nadira sedang mual-mual di kamar mandi. Karena kaget gua Arka reflek menuju kamar mandi bahkan matanya saja masih bisa dibilang terpejam.
"Sayang kamu gak papa?" tanyanya saat sudah berada di dekat istrinya itu sambil mengusap-usap lembut tengku Nadira.
__ADS_1
Nadira yang mendengar suara suaminya dia tersentak kaget. Ditambah lagi Nadira yang melihat suaminya sangat mengantuk jadi tidak tega.
"Hubab aku gak papa kok" ucapnya setelah melihat keadaan suaminya yang matanya masih terpejam tapi tangannya dengan cekat mengusap bagian belakang lehernya agar mulanya bisa segera berakhir.