USTADZ KEMBAR

USTADZ KEMBAR
Makanya Nikah


__ADS_3

Sesampainya gus Arga di rumah abinya ternyat keadaan disana sudah sangat ramai.


"Assalamualaikum" sapa Arga memberikan salam pada mereka semua yang berada di ruang tamu.


"Waalaikumsalam" Jawab mereka semua kompak.


"Lo Mbak Tia sama gus Dika kapan sampai?" tanya gus Arga pada keduanya.


"Tadi sekitar jam sepuluhan"Jawab gus Dika mewakili Mbak Tia.


"Gimana di Turki ada hasil gak calon ponakan Gue?" tanya gus Arga pada gus Dika.


Karena keduanya memang dekat berbeda dengan gus Arka yang memang tidak terlalu dekat dengan gus Dika.


"Wahhh, pasti lahh" Jawab gus Dika bangga


"Berarti Mbak Tia udah isi dong?" tanya gus Arga pada mbak Tia sambil menaik turunkan alisnya.


"Iya lek Mbak Tia udah isi satu bulan" Kini umi Rika yang menjawab pertanyaan gus Arka.


"Terus kalau adek gue gimana udah nanem benih belum?" Tanya gus Arga pada gus Arka sambil tersenyum jahil.


"Beres itu mah" Jawab gus Arka santai.


Sedangkan Nadira yang duduk disamping Mbak Tia hanya menunduk malu.


"Ilahhh entang bagett dia jawabnya" Ucap gus Arga.

__ADS_1


Karena tidak percaya dengan jawaban gus Arka yang begitu santai.


" Terus anak Abi yang satu ini kapan nyusul adik dan mbaknya?" tanya abi Misbah yang baru saja kumpul bersama mereka sambil menepuk pundak gus Arga.


"Nahh bener tu Bi" ucap gus Arka mengompori, mereka semua sedang berkumpul diruang tamu menyambut kedatangan Mbak Tia dan gus Dika dari Turki.


"Iya juga lek apa kata abi kamu biar rumah ini rame"Ucap umi Rika


"Jadi ade gue gimana?" tanya Dika dengan pedenya.


"Bener tu kata mas Dika keburu diembat orang kan" timpal Mbak Tia ikut mengompori gus Arga.


Sedangkan gus Arga hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, karena diserang secara bersama oleh semua orang yang berada di ruang tamu.


" Arga mau bersih-bersih dulu gerah"ucapnya. Karena ingin menghindari semua pertanyan-pertanyaan itu, Sambil berjalan ke arah tangga yang menghubungkan kamarnya dan kamar gus Arka.


"Umi Nadira lupa ngomong, mulai besok mbak Lusi yang akan mengurus didapur " ucap Nadira. Karena semuanya sedang diam jadi itu waktu yang tepat untuk berbicara pada umi Rika masalah pengganti dirinya dan Mbak Tia.


"Iya ndok makasih" ucap umi Rika tersenyum kecil.


"Maaf umi Tia ninggalin semuanya padahal belum menentukan siapa yang menggantikan Tia" ucap mbak Tia merasa bersalah.


"Udah Mbak lagian waktu itu Nadira dan Gina langsung mengambil alih semuanya" Jelas umi Rika agar mbak  Tia tidak merasa bersalah.


"Sekali lagi umi maaf dan terimakasih" ucap Mbak Tia lagi dan umi Rika mengangguk mengiakan.


"Makan yuk" Ajak gus Arga yang baru saja turun kini dia terlihat lebih segar daripada sebelumnya, dan  mereka semua mengikuti gus Arga ke ruang makan untung saja tadi umi Rika dan Nadira masak banyak. Jadilah sabar ini mereka semua makan bersama.

__ADS_1


"Ar tadi ada yang nanyain kamu di kampus" bisik gus Arga pelan pada gur Arka.


"Siapa?" Penasaran jangan sampai cewek dia takut istrinya salah paham.


"Hemm"


"Makan jangan bisik-bisik di depan orang banyak dosa" tegur  abi Misbah tegas pada kedua putra kembarnya, mereka berdua pun tidak membantah ucapan abinya.


Saat ini diruang makan Nadira sedang  mengambilkan nasi untuk gus Arka, begitu juga dengan umi mengambil kan untuk abi dan Mbak Tia mengambilkan untuk gus Dika, sedangkan gus Arga yang melihat mereka semaunya melotot sempurna.


"Makanya cepet nikah" Ejek gus Dika yang ingin sekali tertawa melihat ekspresi menggemaskan gus Arga dia seperti anak kecil yang kehilangan mainannya.


"Gus Arga mau Nadira ambilkan juga" tawar Nadira dan gus Arga mengangguk antusias.


Akan tetapi sebelum Nadira mengisi piring untuk gus Arga sudah dicegah terlebih dahulu oleh gus Arka.


"Gak boleh kamu cuman boleh ngambilin buat hubab aja buka mas Arga juga" Ucap gus Arka begitu tegas dan Nadira pun menurut.


"Ilehh, cuma diambilin nasi sama lauk pauk doang masa gak boleh" Sindir gus Arga.


"Makanya nikah"


"Makanya nikah" Ucap gus Arka dan gus Dika bersamaan sedangkan umi Rika dan abi Misbah hanya geleng-geleng kepala.


"Iya deh gue kalah jomblo mah sengsara" ucapnya sambil terpaksa mengambil makanan untuk dirinya sendiri...


Mereka semua makan dengan hening seperti biasanya hanya ada suara kunyahan dari mulut masing-masing, tanpa mengeluarkan satu patah kata pun dari mulut masing-masing sedangkan gus Arga merasa jadi obat nyamuk diantara para pasutri-pasutri yang sedang makan dimeja makan bersamanya itu.

__ADS_1


__ADS_2