USTADZ KEMBAR

USTADZ KEMBAR
Ikut bahagia


__ADS_3

Hari ini gus Arka dan kedua orang tuanya, juga Nadira akan menemui kedua orang tua Nadira, untuk melamar Nadira. Yang sudah mereka putuskan dua hari yang lalu..


Kemaren sebelum memutuskan untuk pulang ke rumah orang tuanya Nadira sudah menceritakan semuanya pada umi Rika apa masalahnya dengan kedua orang tuanya. Bujukan-bujukan dan nasihat yang umi Rika berikan pada Nadira akhirnya membuahkan hasil Nadira mau bertemu kemabil dengan kedua orang tuanya dan dia juga memberi tahukan pada keluarga abi Misbah kalau dia anak dari pak Jaya.


Nadira memberi tau kan hal itu karena dia sering mendengar santri membicarakan pak Jaya yang merupakan ayah dari Nadira. Yang ingin membeli tanah milik keluarga Anggara tapi selalu gagal, sudah berapa minggu ini tapi pak Jaya tidak pernah terlihat lagi biasanya setiap hari dia akan datang untuk membujuk abi Misbah agar mau menjual tanahnya.


gus Arka yang pergi untuk melamar Nadira pada orang tuanya sedangkan gus Arga sudah berangkat ke Malang untuk menjalankan perkerjaannya untuk membantu acara nikahan gus Dikan dan Mbak Tia serta ning Dina dan calon suaminya, sedangkan umi Rika dan abi Misbah akan datang saat hari H.


***********


Didalam Mobil yang dikendarai gus Arka dan disana juga ada abi, umi serta Nadira.


Entah kenapa gus Arka selalu ingin memandang wajah mungil Nadira. Yang sudah beberapa minggu ini menghantui pikirannya. Enatah kenapa sekarang dia selalu memikirkan Nadira dia tidak tau, yang dia rasakan hanya ingin terus memandang wajah cantik wanita itu.


"Itu gus Arka kenapa sih liatin terus dari tadi dari kaca mobil kan malu." Ujar Nadira dalam hantinya. Dia sangat peka jika ada orang yang memperhatikannya.


"Lu kenapa sih Nadira Agibratajaya malah mikirin tu orang sadar-sadar." Tanpa sadar dia mengetuk-ngetuk kepalanya sendiri.


"Ndok kamu kenapa?" tanya umi Rika panik.


"Ee umi, gak kenapa-napak kok cuman gatel aja belum kermas lagi males soalnya." Ucap Nadir pelan.


"Kalu begitu janggan di ketuk-ketuk kepanya Ndok?. umi Rika mengingatkan.

__ADS_1


"Hehe iya umi maaf." Sesal Nadira sambil menampakan senyum kecil pada umi Rika dan hal itu tidak luput dari pandanagan gus Arka yang sedari tadi memang meperhatikan keduanya.


"Sangat mengemasakan, Ar sepertinya kamu mulai menyukai gadis itu." Dalam hati.


Arka yang tidak sadar dia menerbitkan senyum kecil di bibirnya.


"Hemhem belom mahrom!!" tegur Abi Misbah penuh penekanan.


Gus Arka yang tau jika Abinya sedang menyindirnya langsung kembail pokus menyetir dan tidak lagi mencuri-curi pandangan kebelakang.


Sedangkan umi Rika yang tau gelaget putranya hanya geleng-geleng kepala.


****


Nadira seperti hilang ditelan bumi dan seakan-akan kedua orang tuanya tidak boleh bertemu denganya lagi.


"Mas aku kangen sama anak kita kapan dia mau pulang? dan memaafkan kita? aku merasa sangat bedosa kepandanya." Adu Lina pada suaminya itu.


"Sama papa juga kangen Ma, Kita bedoa aja ya semoga Allah cepat mempertemukan kita dengan anak kita lagi."


Tak berseling lama suara bel pintu diruang utama berbunyi.


"Siapa Mas apa ada orang kantor kesini?"

__ADS_1


"Entahlah apa mungking teman-teman kamu?"


Ting nong, Ting nong.....


Suara bel pintu kembai berbunyi. "Sepertinya para pekerja di rumah ini sedang sarapan Mas biar aku aja yang buka pintu kasian mereka."


"Aku ikut Mah." Ujar Pak Jaya sambil menyusul mama Lina yang sudah berjalan terlebih dahulu.


"Iya sebentar." Teriak Lina agar didengar oleh tamunya.


"Assalamua'laikum."


"Walaikum_sa_lam." Jawab mama Lina terbata bata karena yang dia rasakan seperti mimpi, putri kesayangannya ada didepan mata bersama keluarga Anggara.


"Siapa Mah." Tanya pak Jaya tanpa melihat siapa yang datang dia tiba-tiba saja melingkarkan tangan kekarnya dipingan istri sang dengan mesra.


Sedangkan Nadira yang melihat itu tersenyum bahagia umi Rika dan abi Misbah pun turut menampakan senyum kecil dibibir masing-masing.


"Astafirullah hal-adzim!!" ucap Arka sedikit lantang karena seharusnya dia tidak melihat hal seperti itu.


"Ar." Tegur umi Rika dan Abi Misbah bersama.


Sepontan Lina melepaskan tangan kekar suaminya dari pingangnya.

__ADS_1


"Nadira pah." Jawab Lina bersamaan dengan pak Jaya yang mengankat kepalanya, karena mendengar suara yang begitu lantang ya suara gus Arka yang menyebut istigfar dengan suara kencangnya. Barusan saat melihat pemandangan yang seharusnya tidak dia lihat.


__ADS_2