USTADZ KEMBAR

USTADZ KEMBAR
Ustadz Kembar


__ADS_3

Saat ini gus Arga sedang berbahagia, karena lamaran nya untuk ning Aqila diterima. Selama gus Arga di Malang. Dia tidak pernah tinggal di rumah Kyai Mansur. Melainkan di asrama putra karena takut adanya fitnah yang tidak-tidak, karena kiyai Mansur masih mempunyai satu putri yang masih belum menikah.


"Gus pergi jalan-jalan yok" dengan pedenya Tohir mengajak gus Arga untuk pergi keluar pesantren agar bisa jalan-jalan. Kini keduanya barus saja ngobrol-ngobrol bersama sampai akhirnya Tohir mengajak gus Arga untuk jalan-jalan.


"Kemana Hir, emang boleh sama Kyai?" tanya gus Arga ramah pada Tohir, gus Arga dan Tohir lumayan dekat karena Tohir sering sekali menyapa gus Arga.


"Udah gus tenang aja pasti boleh" Jawab Tohir percaya diri. Karena Tohir terus memaksa gus Arga untuk pergi keluar asrama dengan berat hati mengikuti kemauan sepupu ning Aqila tersebut.


"Assalamualaikum Abah. Tohir mau izin bawa gus arga pergi main keluar" tanpa basa basi Tohir meminta izin pada Kiyai Mansur. Sedangkan gus Arga hanya geleng-geleng kepala. Dengan tingkah Tohir, selama pesantren al-hidayah entah sudah berapa kali gus Arga melihat Tohir melakukan hal-hal nyeleneh dan dia juga begitu berani pada kiyai Mansur.


"Walaikumsalam Hir, ya sana sekalian ajak mbakmu, sama Mila" ucap kyai Mansur mengizinkan.


"Asik, makasih abah" ucap Thohir senang sampai dia melompat-lompat ditempat itu.


"Hir kamu kenapa?" ning Aqila yang barus ke ruang tamu bersama umi Nita. Sudah melihat pemandangan yang begitu ngeri, Karena Tohir seperti orang aneh.


" Ayok mbak" bukannya menjawab Tohir malah menarik tangan ning Aqila.


"Tunggu ayok kemana Hir?, orang mbak gak mau kemana-mana" ucap ning Aqila karena Tohir tidak bicara apa-apa melainkan langsung menarik tangan ning Aqila.


"Aduh" sambil Tohir menepuk jidatnya sendiri


"Maaf  mbak Tohir lupa bilang kalau sekarang kita mau jalan-jalan. Mumpung gus Arga mau mbak, ayok pills mbak gak boleh nolak pokoknya harus mau, keburu besok gus Arga udah pulang" cecer Tohir panjang kali lebar.


"Bertiga aja?" tanya ning Aqila was-was.


"Ya gak lah mbak sama Mila juga"  Mila adalah adik kandung Tohir.

__ADS_1


"Ayok lets go" Ajak Tohir bahagia.


Ning Aqila juga sudah tabu dengan tingkah luar biasa aneh milik sepupunya itu, karena dari dulu tingkah laku Tohir tidak pernah berubah.


Kini keempat orang itu yang akan pergi jalan-jalan sudah bersiap, kyai Mansur memang sengaja melakukan itu agar ning Aqila dan gus Arga bisa mengobrol lebih banyak masalah hubungan mereka kedepannya, tentu tidak berdua melainkan ada Mila dan Tohir.


"Gus Arga" ucap Tohir begitu geli menurut gus Arga dan ning Aqila juga Mila, saat Tohir memanggil nama gus Arga dengan dibuat-buat.


"Apa sih bang geli tau bilang kayak gitu sama gus Arga" Cecer Mila sinis.


Sedangkan gus Arga dan ning Aqila hanya tertawa geli.


"Iya Hir saya tau pasti kamu nyuruh saya buat jadi supirnya kan" ucap gus Arga  sabil tertawa geli.


"Hemm"


"Tepat sekali. Emang Mas idaman Tohir banget sih, ya gak mbak?" Tohir mengedipkan  sebelah matanya pada ning Aqila, ning Aqila hanya tertunduk malu. Karena Tohir juga belum tau jika ning Aqila sudah dilamar oleh gus Arga.


Gus Arga yang merasakan jika ning Aqila malu akhirnya mengajak mereka masuk kedalam mobil.


Diperjalanan Tohir terus saja berbicara tanpa henti, entah apa saja yang dia katakan, semua yang ada dalam pikirannya dia keluarkan.


"Kita ke Mall ya gus" pinta Tohir memelas.


"Iya gus ke Mall ya Mila pingin baget kesana, sekalian, nonton udah lama soalnya gak nonton semenjak mas Dika nika Mila gak pernah ke mall dan nonton lagi" curhat Mila dari kursi belakang, ning Aqila sudah pasrah dengan tingkah kedua sepupunya yang begitu ambusadur menurutnya bahkan dengan orang lain saja mereka berdua begitu blak-blakan.


"Iya" Jawab gus Arga seadanya.

__ADS_1


"Yee, yee" Milla begitu senang saat gus Arga mengiakan keinginannya.


"Asik lah gas gus" ucap Tohir tidak mau kalah dengan Mila


Sesampainya di Mall keempatnya segera turun dari mobil untuk menjelajahi Mall tersebut.


"Gus Arga ganteng boleh gak beliin ini" ucap Tohir sambil memegang topi yang ingin dia inginkan.


"Tohir" Sela ning Aqila


"Boleh" ucap gus Arga.


"Apa sih mbak orang sama gus Arga boleh kok"


"Udah gak papa ning" Lembut gus Arga.


Pada akhirnya Mila dan Tohir berbelanja dan yang membayar mereka semua gus Arga, ning Aqila sendiri merasa tidak enak pada gus Arga karena Tohir dan Mila hari ini benar-benar menyusahkannya.


"Ning untuk kamu" Gus Arga menyodorkan satu par beg pada ning Aqila.


"Apa ini gus?" tanya ning Aqila tidak enak.


"Buka aja ning nanti dirumah" ucap gus Arga.


"Ciee, ciee, yang dibeliin tanpa minta, mau juga dong" Ucap Tohir tanpa ada rasa malu sedikitpun.


"Udah ah ayok nonton" Ajak Mila padahal abangnya yang sedang mengganggu gus Arga dan ning Aqila.

__ADS_1


"Ihh ni anak kan kagak jadi baper" kesel Tohir pada Mila adiknya itu.


Kemudian mereka berempat menuju studio yang berada di mall tersebut untuk menonton bioskop, karena sedari tadi Mila terus merengek untuk segera nonton.


__ADS_2