USTADZ KEMBAR

USTADZ KEMBAR
Ustadz Kembar


__ADS_3

"Gus Arga jadi kapan kalian berdua akan melaksanakan pernikahan?"


"Arga kira lebih baik  secepatnya saja kiyai."


Gus Arga menjawab dengan perasaan gugup. Apalagi saat ini semua keluarga besar kyai Mansur ada di ruangan itu.


Huh coba saja jika ada gus Arka pasti mereka semua tidak akan seserius ini.


"Terus kalau mbak Aqila sendiri gimana?" Kali ini giliran umi Nita bertanya pada putri bungsunya yang sedari tadi hanya menunduk duduk disebelah uminya.


"Qila ikut gimana gus Arga nya aja umi"


Sebenarnya ning Aqila belum seberapa yakin. Dengan ini semua. Akan tetapi dia sudah meminta petunjuk pada sang maha kuasa. Mungkin ini semua jawaban untuk ning Aqila.


"Gimana kalau tiga hari atau lima hari lagi."


Usul gus Arga tanpa beban. Sedangkan yang lain sudah syok mendengar penuturan gus Arga barusan, bagaimana bisa dia memutuskan hari pernikahan yang belum dipersiapkan apa-apa dengan begitu cepat.


"Wah, wah mau nikah waktu lima hari untuk mempersiapkan semuanya memang cukup?" gus Dika yang tadinya syok mendengar pernyataan dari gus Arga langsung mengajukan pertanyaan.

__ADS_1


"Lek kamu yakin lima hari lagi. Belum menyiapkan semuanya loh?" sama seperti gus Dika kali ini abi Misbah melemparkan pertanyaan yang sama pada gus Arga.


"Yakin abi kenapa Arga harus tidak yakin"


"Wah Lu ga. Nggak sabar mau pegang. Adek gue ya,ngaku lu Ga" tuding  gus Dika dengan penuh selidik.


"Mas Dika jangan ngomong gitu malu tau sama semuanya" Bisik ning Aqila pada gus Dika.


"Baiklah. saya putuskan lima hari lagi, Apa benar Aqila dan gus Arga sudah siap?"


"Siap yai"


Pada akhirnya gus Arga menceritakan bahwa.


Sebenarnya tanpa kedua belah pihak keluarga tau. Gus Arga sudah mempersiapkan semuanya sebelum dia mau meminang ning Aqila. Jauh dari sebelumnya mungkin gus Arga sudah mempersiapkan semuanya saat dia akan wisuda waktu itu.


"Apa baju pengantinnya juga sudah gus Arga?"


"Sudah umi Nita. Arga sudah mempersiapkan semuanya. Juga Arga sudah mempersiapkan konsep pernikahannya. Dibantu oleh Tohir dan Mila beberapa hari yang lalu" Jelas gus Arga kepada semua nya.

__ADS_1


Padahal ning Aqila setiap hari melihat Tohir dan Mila, Tidak pernah tidak bagaimana bisa mereka bertiga melakukan hal itu tanpa pengetahuan semua orang ning Aqila sendiri terheran-heran dibuatnya.


"Tohir!?" ucap gus Gus Dika sedikit tidak percaya bagaimana bisa sepupunya yang anehnya sudah kelewatan mau membantu seorang.


"Ia Tohir" Gus Arga menjawab tanpa beban dia biasa saja menanggapi kekagetan gus Dika.


Gus Arga menceritakan juga pada semuanya pada dua keluarga yang sedang berkumpul di sana bagaimana Tohir dan Mila bisa membantunya.


Ternyata pada malam setelah mereka pergi jalan-jalan bersama gus Arga. Tohir dan Mila membeli semua barang-barang keperluan yang akan digunakan gus Arga. Untuk konsep pernikahannya tanpa gus Arga dan ning Aqila ketahui.


Ketika sampai asrama putra Tohir menjelaskan semaunya pada gus Arga. Dan saat gus Arga melihat barang yang sudah dibeli Tohir dan Mila kebetulan sekali sesuai dengan keinginan gus Arga sendiri.


Jadi malam itu Tohir mengusulkan setiap malam mereka akan melaksanakan pekerjaan untuk membantu gus Arga. Tadinya gus Arga menolak. Karena takut menyusahkan kedua adik kakak itu. Tapi Tohir dan Mila tetap memaksa ingin membantu. Karena gus Arga tidak mau membuat mereka berdua kecewa, Sedangkan juga barang-barang yang gus Arga dapat dari keduanya sudah lengkap semua. Akhirnya gus Arga memperbolehkan Mila dan Tohir. Untuk membantunya disetiap malam, Agar bisa menyelesaikan konsep tersebut dengan lebih cepat dengan bantuan Tohir dan Mila akhirnya pekerjaan gus Arga sedikit ringan.


Ternyata sungguh matang rencana mereka bertiga berjalan dengan sangat lancar. Dan kenapa gus Arga memilih lima hari lagi. Karena Mila dan Tohir juga mengusulkan pada hari itu, bertepatan pada hari lahirnya ning Aqila.


"Subhanallah ternyata Tohir walaupun nakal dan bandel benar-benar menyayangi mbaknya dengan setulus hati begitu juga dengan Mila"


Kyai Mansur sangat terharu begitu juga dengan yang lain nya setelah mendengarkan cerita dari gus Arga. Sebenarnya gus Arga ingin menceritakan hal ini nanti. Setelah menikah akan tetapi waktu sekarang yang tepat untuk mengatakan semuanya.

__ADS_1


"Wah gue harus membuat penghargaan sama sepupu ternakal gue nih" canda gus Dika akhirnya semua tertawa bahagia. Begitu pula dengan ning Aqila dan gus Arga. Mereka tampak sedang merasakan kebahagiaan satu sama lain dan memancarkan dengan yang lain pula, seakan kebahagiaan itu tidak akan pernah sirna begitu saja.


__ADS_2