
Semua mata santriwati tertuju pada sosok gus mereka yang galak. Ada angin apa gus galak mereka menginjakan kaki diasrama putri. Biasanya jika gus Arka keasrama putri hanya ada dua kemungkinan yang pertama ada santri yang berbuat salah dan yang kedua ada santri yang nakal. Tapi anehnya sekarang gus Arka membawa sebuah koper milik santri putri. Siapakah sosok santriwati yang memiliki koper tersebut sampai gus Arka rela menuju asrama putri.
Setelah sampai di asrama putri Gus Arka bertanya pada salah satu santri yang berada didekat situ.
"Mbak, kamar Mbak Nadira dimana?" tanya gus Arka datar.
"Di Komplek Anissa Gus." Jawabnya takut-takut.
Setelah tau diaman letak kamar Nadira, gus Arka segera menuju kamar tersebut. Sesampainya di kamar Nadira ada Gina dan beberapa santriwati lainnya.
"Mbak Gina." Panggil gus Arka.
"Iya gus ada apa?" tanya Gina sopan.
"Ini barang-barang Nadira tolong letakan di tempatnya." Gus Arka berucap masih dengan ekspresi datar miliknya.
"Mbak Nadira sudah kembali gus?" tanya Gina bahagia, entah keberanian dari mana dia menanyakan hal tersebut pada gus Arka yang galak.
"Iya sebentar lagi dia akan kesini tunggu saja." Jawab Arka dan berlalu pergi.
"Tumben gus Arka mau ketempat santri putri?" biski para santri.
"Iya sampek nganter barang milik santri putri lagi."
__ADS_1
Gina yang mendengar ocehan para temannya segera menegor mereka.
"Gak baik ngomongin orang itu sama aja ghibah." Tegur Gina dan semuanya langsung bungkam.
***
umi, abi, Mama, Pa, Nadira pamit ya ke asrama gak enak sama gus Arka malah dia yang bawa barang Nadira.
"Ya udah sana sayang susul calon suami kamu." Mama Lina berbicara dengan nada menggoda putrinya.
"Mama kebiasaan deh." Gerut Nadira karena dia malu dengan umi Rika dan abi Misbah.
"Nadira pamit assalamualaikum." Ucap Nadira sambil mencium punggu tangan Mama, Umi dan papanya. Sedangkan dengan Abi Misbah hanya menangkupkan tangan didepan dadanya lalau dia berjalan keluar menunju asrama.
"Wa'alaikumsalam" Jawab mereka semua.
"Astagfirullah hal-adzim." ucap keduanya pelan hanya bisa di dengar oleh mereka sendiri-sendiri.
"Terimakasih gus atas bantuannya saya mau ke asrama dulu assalamualaikum." Pamit Nadira.
"Iya sama-sama. wa'alaikumsalam." Jawab gus Arka sambil memperlihatkan senyum khas miliknya.
Nadira sudah samapi dikomplesk Anissa. dia langsung menuju kamar miliknya. Saat dijalan menuju kamarnya ada berbagaitatapan mata yang menatap Nadira denga berbeda-beda.
__ADS_1
"Assalamualaikum." Salam seteh samapi didepan pintu.
"Wa'alaikumsalam." Jawab semau yang berada di kalam kamar.
"Akhirnya balik ke asrama lagi kamu Nad, kangen banget tau." Gina sangat senang, karena sahabat sekali guss Mbaknya sudah datang.
"Iya sama aku juga kangen sama kamu." ujar Nadira
"Sama kita gak Nad?" tanya para temannya dengan candaan.
"Kangenlah masa engak." Ucap Nadira sambil memeluk satu persatu temennya itu.
"Oo iya nad kok tadi gus Arka mau nganterin barang kamu sih? beruntung banget tau kamu." Ucap Devi teman se kamar mereka. Dia adalah tipikal orang yang kepo.
"Ilah Dev cuman dibawain barang doang." Timpal Gina karena hanya Gina yang sudah tau jika gus Arka dengan Nadira akan menikah.
"Tapi aneh aja gitu." Timpal teman satu kamar Nadira yang lainya. Beberapa orang juga setuju dengan kata-kata Devi.
"Iya Nad cerita doang kok bisa gus Arka yang nganter barang kamu." Para santriwati antusias Ingin mendengarkan cerita Nadira.
"Itu tadi disuruh umi, karena tanagan aku masih sakit." Dustanya karena Nadira bingung harus menjawab apa. Tapi dia memang tidak semuanya berbohong memang umi Rika yang menyuruhkan.
"Tangan lo sakit Nad?" bisik Gina.
__ADS_1
Dan pertanyaan yang Gina lontarkan pada Nadira hanya dijawab gelengan kepala oleh siempuhnya. Tapi untung saja teman-teman satu kamarnya percaya apa yang dia ceritakan dan tidak bertanya lagi.
Karena kalau ada gus Arga mungkin saja gus Arga yang akan disuruh umi Rika pikir mereka. Sekarang saja tidak ada gus Arga jadilah gus Arka yang turun tangan.