
Dua hari setelah kepulangan abi Misbah, umi Rika, dan gus Arga dari Malang, kini pesantren Darussalam kembali berjalan seperti sediakala. Hari ini juga acara wisuda untuk gus Arka, seperti janji umi Rika. Pada gus Arka jika umi Rika akan datang bersama Nadira keacara wisuda gus Arka begitu juga dengan abi Misbah dan gus Arga.
"Bro kok jadi adek lu dulu yang wisuda?katanya lu berdua udah sepakat kalu Lu dulu yang mau wisuda si Arka barus bulan depan. Kenapa sekarang jadi Arka yang duluan?" tanya padil teman satu kampus gus Arka dan gus Arga.
"Si Arka mau nikah solanya makanya ngalah biar dia yang duluan wisuda." Jelas gus Arga.
"Kok adek lu dulu yang mau nikah?" timpal Beni.
"Lu kapan bro?" tanya Beni
"Saya jodohnya belum ada, kalau si Arka saya udah ketemu setelah wisuda ini dia akan sibuk ngurus pernikahannya?" jelas gus Arka panjang lebar agar teman-temannya itu tidak terus-terusan bertanya.
"Tapi kayaknya nih ya si Arka gak balak sibuk deng ngurusin konsep-konsep pernikahannya kan udah ada pawangnya. Kalau masalah dekorpernikahan? Ya gak." Ucap padil sambil mengankat satu alisnya.
"Bener baget tu Dil?" jawab Beni mendukung.
Saat ini semua mahasiswa jurusan kedokteran yang wisuda telah memegang Toga mereka masing-masing.
"Buset si bontot pinter juga ternyata, bisa jadi lulusan terbaik di jurusannya." Ucap gus Arga tidak menyangka. Karena gus Arka itu nakal dan sering tidak masuk di awal semester satu dan dua.
"Iya sama gue juga kagak nyangka." Ucap Padil yang tau sifat gus Arka sangat nakal dan bandel.
Setelah acara pemberian Toga selesai kini semua mahasiswa wisuda dipersihlakan menemui keluarga mereka masing-masing.
"Wih selamat ya bro." Ucap Padil yang kebetulan jalan berpas-pasan dengan gus Arka.
"Kagak nyangka gue seorang Arka yang notabeknya nakal bisa jadi lulusan terbaik dijurusannya." ucap Padil.
"Ya kita gak ada yang tau nasib kan? tapi thank ucapan selamatnya." Jawab gus Arka.
"Selamat ya nak." Ucap Umi Rika banga dia juga tidak menyangka kalau gus Arka bisa jadi lulusan terbaik.
"Makasih umi." Jawab gus Arka haru.
"Selamat Ar."
"Iya Abi Makasih."
__ADS_1
"Adeknya Arga akhirnya wisuda juga bentar lagi udah mau nikah lagi, Jadi tar kalau pulang kerja sama berangkat kerja udah ada yang nemenin." Goda gus Arga.
Sedangkan Nadira hanya menunduk malu atas ucapan gus Arga barusan.
"Makasih Mas, iya dong makanya mas kalau ada yang disukain cepet-cepet lamar keburu diambil orang." Jawab gus Arka sombong.
" Oh jadi sekarang ceritanya udah suka sama Nadira iya?" tanya Arga sengaja menggoda kembarannya itu dan Nadira.
Sedangkan Arka yang mendapat pertanyaan seperti itu sudah mati kutu sendiri.
"Kita foto bareng yuk." Ajak gus Arka mengalihkan pembicaraan.
"Ngelas aja bisanya ni anak, Oh iya Nadira apa kamu gak mau ngucapin selamat sama calon sumi kamu?" goda gus Arga lagi tapi kali ini pada Nadira.
Nadira yang mendapat pertanyaan seperti itu hanya bisa gelagepan.
"Selamat atas wisudanya gus Arka." Ucap Nadira spontan.
"Udah gitu doang, Kasih bunga keek apa keek." Ucap gus Arga lagi.
"Ar." Tegur umi Rika dan abi Misbah bersamaan karena gus Arga tidak bakal berhenti mengoda adiknya.
"Umi sama abi duduk disana dulu nanti kalau kalin udah ngobrolnya. Terus mau foto samperin aja disana." Jelas abi misbah kepada mereka bertiga sambil menunjukan kursi kosong yang ada disana, Karena abi misbah tidak bisa berdiri lama-lama.
Setelah kepergian umi Rika dan abi Misbah suasana agak sedikit canggung antara mereka bertiga entah kenapa, gus Arga yang biasanya cerewet tiba-tiba malas berbicara. Karena dia merasa jadi obat nyamuk oleh kedua orang itu, yang tengah tersenyum satu sama lain dengan malu-malu.
"Hemm belum mahrom inget itu." Jelas gus Arga pada adiknya sambil berbicara ditelinga gus Arka.
"Arka selamat ya atas lulusan terbaiknya di jurusan kita." seorang perempuan cantik yang tiba-tiba datang juga memakai baju wisuda mengahampiri mereka.
"Sopan dikit ke kalau banyak orang, bilang permisi apa maaf gitu." Sindir gus Arga yang kesal dengan cewek ini. Tiba-tiba datang entah dari mana menerobos dirinya dan gus Arka.
Sedangkan Wina yang disindir seperti tidak peduli.
"Iya makasih juga Wina, Selamat juga buat kamu karena udah wisuda juga." Jawab gus Arka seadanya.
Entah kenapa Nadira yang melihat intraksi keduanya tidak suka, sedangkan gus Arga yang paham dengan perubahan wajah Nadira. Iya mengerti, bahwa sebenarnya Nadira dan gus Arka sudah saling suka.
__ADS_1
"Ar, Nad ayok ke umi sama Abi udah ditungguin sama mereka dari tadi." Ajak gus Arga karena tidak enak dengan Nadira.
"Loh Nadira disini juga sejak kapan?" tanya Wina sok kenal, Padahal dia ketemu dengan Nadira hanya satu dua kali saja itu juga karena ada urusan yang mendesak Nadira untuk bertanya denga katingnya.
"Iya Kak." Jawab Nadira seadanya.
"Udah dari tadi kali sebelum kamu dateng." Jawab gus Arga kesel. Sambil berlalu pergi dan diikuti oleh Nadira juga gus Arka, Karena gus Arga tau kalau Wina itu bukan orang baik-baik.
"Ihss tu cowok ngeselin banget sumpah, awas aja lu gue bakal jadi adek ipar lo barus tau rasa." Kesel Wina. Karena dia tidak tau kalau gus Arka sebentar lagi akan menikah.
"Ar inget kata mas kamu ini ya, hati-hati sama perempuan itu, terus juga kalau kamu emang suka dan sayang sama Nadira jaga hatinya jangan sampek dia kecewa sama kamu."
Tegas gus Arga dengan suara pelan. Pada gus Arka agar Nadira yang dibelakang mereka dengan jarak yang tidak terlalu dekat, tidak bisa mendengar ucapan gus Arga.
"Apa sih Mas siapa juga yang suka sama Nadira." Ucapnya sedangkan mulut dan hatinya berbicara berbeda, di mulut gus Arka bilang tidak tapi dihatinya cuman denger nama Nadira saja sudah deg, degan. Tanpa disadari gus Arka dan gus Arga Nadira mendengar perkataan mereka berdua.
Deg....
"Kalau dia gak suka ngapain juga sih ngelamar gue, lu emang bodoh Nad kan dia mau nerima lu juga karena terpaksa dan dia juga gak bisa nolak permintaan Abi Misbah, Ngapain lu harus sudah mencintai dia sekarang, Lo emang wanita paling bodoh Nad." Dalam hati Nadira.
"Tapi mata sama mulut kamu berbicara yang beda Ar." ucap Arga yakin, karena dia tau pasti seperti apa sifat saudara kembarnya itu.
Sedangkan Nadira yang mendengar penuturan gus Arga hanya menyimpulkan bahwa mungkin gus Arga sedang menghiburnya, Padahal gus Arga dan gus Arka tidak tau jika Nadira masih dibelakang mereka.
"Umi, abi ayok foto bareng dulu sebelum pulang." pinta gus Arka yang sudah sampai didepan umi dan abi mereka.
"Ya sudah, ayok ndok Nadira juga ikut." Ajak umi Rika, karena sedari tadi Nadira hanya berdiri dibelakang kedua gusnya itu.
Sedangkan gus Arka dan gus Arga sepontan memutar tubuh mereka kebelakang, dan setelahnya mereka saling tatap satu sama lain. atapan itu seperti mengisyaratkan bahwa sedari tadi keduanya baru sadar jika mereka berjalan bukan hanya berdua akan tetapi bertiga.
"Tapi umi." Ucapnya ragu.
"Udah ndok ayok gak papa disebelah umi." Potong umi Rika sambil menarik tangan Nadira.
"Ayok lek mumpung abi mau, jangan bengong aja kalian berdua atau gak jadiin fotonya." Ucap Abi Misbah membuyarkan lamunan keduanya. Karena sedari tadi kedua anak kembarnya itu hanya saling tatap.
"Iya abi ayok." Jawab keduanya cepat.
__ADS_1
Sedangkan dari jarka 10 meter, dari tempat keluarga Anggara itu berkumpul, terlihat seseorang yang sedang memerhatikan mereka dengan raut wajah tidak suka, entah Kenapa. Entah Karena keluarga itu terlihat bahagia tau yang lainnya.
Setelah semua acara selesai kini abi Misbah dan istri juga kedua anak dan calon menantunya bersiap-siap untuk pulang. Dengan mobil mereka masing-masing. Umi Rika dan Nadira satu mobil dengan gus Arka sedangkan abi misbah satu mobil lagi dengan gus Arga. Berdua karena tidak mungkin abi menyetir sendiri, Karena kedua putra kembarnya itu melarang, abinya menyetir sendiri, walaupun abi Misbah masih bisa nyetir dan kuat tapi tetap saja kedua putranya meralarangnya. Dengan alasan mereka tidak mau terjadi apa-apa dengan Abi yang sangat mereka cintai.