USTADZ KEMBAR

USTADZ KEMBAR
Yakin pada diri sendiri


__ADS_3

Setelah kejadian di acara wisuda kemarin, Yang menimpa gus Arga kini Universitas ternama Bandung dijaga lebih ketat lagi, pihak kampus tidak mau kecolongan seperti kemarin,  apa lagi itu ulah Alumni Universitas ternama bandung sendiri yang melakukan kejahatan.


Kini Wina sadar atas kesalahan yang ia lakukan telah merugikan dirinya sendiri, bahkan papa dan mama Wina demi menghindari masalah itu agar tidak tersebar luas mereka terpaksa pindah keluar negeri.  Untung saja berita Wina belum sampai ke awak media, Karena gus Arga meminta pada pihak kampus untuk tidak menyebar luas kan masalah ini apalagi  sampai media. Jadi mereka masih diizinkan untuk pergi keluar negeri.




Seperti tidak ada masalah yang menimpa gus Arga, Hari ini dia meminta izin pada umi dan abinya untuk pergi  kemalang, Karena ingin melamar ning Aqila, gus Arga tidak mau seperti kejadian pada ning Dina dulu yang lebih dahulu dilamar oleh orang lain.



"Lek kamu hati-hati disana kalau udah sampe kabar umi sama abi mu" pesan umi Rika pada gus Arga yang tengah bersiap-siap.



" Iya umi" Jawab gus Arga lembut.



"Lek apapun keputusan yang diberikan kyai Mansur dan putrinya kamu harus bijak" Pesan abi Misbah pada putra pertamanya itu.



"Iya abi In sya Allah Arga serahin semua sama gusti Allah apapun jawaban yang Arga terima nanti, Arga sudah siapa abi" Jawab gus Arga.



"Baguslah lek kalau gitu tetap jadi orang yang terus sabar dan selalu bersyukur" ucap abi Misbah lagi.



Saat ini gus Arga sudah siap-siap akan berangkat menuju Malang.



" Abi, umi, Arga berangkat ya, Arga mohon ridho dari umi dan Abi" ucap gus Arga pada kedua orangtuanya.


__ADS_1


" Assalamualaikum " pamit gus Arga sambil mencium tangan umi dan abi nya bergantian



" Waalaikumsalam, hati- hati lek " ucap umi Rika dan abi Misbah sambil mengelus bahu gus Arga lembut.



" Anakmu itu bi kalau ada maunya sekarang. Ya harus sekarang dilakukan padahal kemarena barus aja dapat masalah besar, tapi apa sekarang malah pingin kemalang ada-ada aja kayak gak pernah terjadi apa-apa" oceh umi Rika pada abi Misbah setelah mobil Arga pergi dari halaman rumah.



" Umi, umi tadi aja anaknya ada disini diem aja, sekarang anaknya udah pergi kok malah abinya yang disalahin" ucap abi Misbah geleng-geleng kepala sambil berlalu masuk  kedalam rumah.



Sekitar tiga puluh menit gus Arga mengendarai mobil diantar kang Dimas kini mereka sudah berada di bandara kota Bandung.



" Saya pamit Dim salam sama adik saya dan istrinya " ucap gus Arga pada Dimas. Karena memang waktu berangkat tadi gus Arga tidak sempat untuk berpamitan pada gus Arga dan Nadira.




" Ya sudah kalau begitu, assalamualaikum " Pamit gus Arga sambil berjalan ke arah pesawat yang sebentar lagi akan lepas landas.



" Waalaikumsalam mas" jawab Dimas sambil sekali melambaikan tangan pada gus Arga.



Setelah pesawat yang ditumpangi gus Arga benar- benar sudah tidak terlihat baru lan Dimas kembali ke pesantren.



Di Kediaman abi Misbah...

__ADS_1



Disana sudah ada gus Arka



" Loh Umi mas Arga mana kok gak liat dari tadi?" tanya gus Arka yang kebetulan mampir dirumah uminya untuk makan. Karena Nadira sedang sibuk di asaram Putri jadi dia tidak sempat masak, gus Arka sendiri bisa memaklumi istrinya itu, toh Nadira begitu juga untuk kebaikan pesantren milik abi Misbah, abi gus Arka sendiri.



"Mas mu pergi kemalang satu jam yang lalu diantar Dimas ke bandaranya" Jelas Umi Rika.



" Pantes tadi di kantor gak liat Dimas, tapi umi ngapain mas Arga kemalang ada undangan dari kyai Mansur atau apa?" tanya gus Arka lagi



" Cari jodoh lek " Jawab abi misbah. Yang baru saja gabung sedangkan gus Arka sedang mencerna kata-kata yang baru saja terlontar dari abinya itu...



\*\*\*



Di Dalam pesawat gus Arga tidak bisa tidur, sedari  tadi gus Arga terus saja berdzikir sambil mendengarkan murotal dari hp miliknya, dengan menggunakan headset bluetoothnya yang dia miliki. Sungguh sebenarnya gus Arga juga tidak tau, kenapa dia  ingin sekali melamar ning Aqila, dia hanya mengikuti kata hatinya dan dia juga sudah melakukan shalat istikharah sebelum benar-benar pergi kemalang.



Entah lah apa yang ia dapat nanti gus Arga sudah siap menerima semuanya, walaupun ditolak sekalipun, gus Arga juga tidak ingin nanti jika dia ditolak, Persahabatan abinya dan kyai mansur retak, oleh karena itu gus Arga harus bisa membaca Keadaan.



" Gue haru bisa, Bismillah Arga lu pasti diterima sama ning Aqila, Ya walaupun ilmu lo sama ning Aqila masih jauh, Secara ning Aqila cerdas, pintar solehah lagi dan lo belum ada apa-apanya, dah lah yang penting gue percaya diri dulu semuanya gue serahin sama Gusti Allah, Yang penting berusaha Ga "  Dalam hati gus Arga.



Gus Arga terus saja menguatkan dirinya sendiri atas jalan yang telah dia pilih sendiri.

__ADS_1


__ADS_2