USTADZ KEMBAR

USTADZ KEMBAR
Ustadz Kembar


__ADS_3

"Alhamdulillah Dimas sudah boleh pulang"


"Iya abi, biar Arka yang jemput" tawar gus Arka, abi Misbah pun mengia kan tawaran putranya itu. Gus Arka segera pergi kerumah sakit setelah berpamitan pada istrinya


"Abi gimana Arka udah kasih kabar?" tanya umi Rika pada gus Arka saat dia akan pergi kerumah sakit untuk menjemput Dimas.


"Belum umi" jawab gus Arka dambil dia berpamitan pada umi Rika.


Diruang tamu...


"Abi menurut umi kalau misalnya memang lamaran putra kita diterima lebih baik dilangsungkan saja dimalang agar Arga tidak bolak-balik Malang Bandung, Bagaiman menurut abi?" umi Rika memberikan pendapat pada abi Misbah tentang rencana pernikahan gus Arga dan ning Aqila.


"Abi bagaimana saja asalkan yang sebaiknya yang gimana umi" jawab abi Misbah.


"ya udah kalau gitu umi telepon Arga dulu"


Setelah mencari kontak gus Arga di hape milik abi Misbah, umi Rika langsung melakukan video call pada gus Arga.


Panggilan tersambung


"Assalamualaikum umi" Sapa gus Arga dari seberang sana.


"Waalaikumsalam lek, gimana kamu udah ngomong sama kyai Mansur"


"Udah umi Alhamdulillah" ucap nya jujur.


Sebenarnya gus Arga berniat nanti malam menghubungi keluarganya di Bandung tapi umi Rika lebih dulu menelponnya.


"Alhamdulillah kalau begitu lek, terus bagaimana hasil nya?" tanya umi Rika penasaran.


"Alhamdulillah diterima umi"

__ADS_1


"Alhamdulillah" ucap umi Rika dan abi Misbah bersama, karena sejak tadi abi Misbah mendengarkan percakapan istri dan anaknya


"Iya umi bagaimana kabar disana?" gus Ara menanyakan kabar keluarganya di Bandung karena dia sudah hampir 4 hari berada di Malang.


"Baik Lek, kalau di sana bagaimana?"


"Alhamdulillah baik juga umi"


"Umi besok pagi Arga mau pulang ke Bandung"


"Lo lek kenapa gak sekalian aja direncanakan disana kapan pernikahannya akan diadakan biar abi sama umi nyusul ke Malang, nanti kalau sudah hari H nya baru ndok Nadira sama adek mu itu nyusul" Jelas umi Rika mengutarakan keinginannya yang tadi umi Rika ucapkan pada abi Misbah.


"Ya sudah umi kalau begitu nanti Arga bicarakan kepada Kyai Mansur"


"Gus Arga" terika Mila berlari kearah gus Arga diikuti ning Aqila dan Tohir, karena sekarang mereka sedang berada di mall belum pulang sedari tadi, jadi tadi gus Arga izin pada mereka bertiga untuk mengangkat telepon terlebih dahulu.


"Astagfirullah lek itu suara siapa? perempuan lagi itu bukan suara ning Aqila" ucap abi Misbah saat dia mendengar teriakan Mila, karena memang umi Rika meng lospek suara panggilan tersebut.


"Itu suara Mila abi" ucap gus Arga saat sudah selesai terkekeh geli.


"Astagfirullah lek kamu berdua sama perempuan?" lagi-lagi gus Arga hanya terkekeh dengan penuturan umi dan abinya sangat begitu khawatir jika dia pergi bersama perempuan yang bukan mahramnya.


"Astagfirullah hal-adzim" Ucap gus Arga sok drama.


"Umi sama abi suudzon mulu sama anak sendiri" ucap gus Arga dengan suara yang dibuat-buat sedramatis mungkin.


"Ya kan kita gak tau lek siapa tau aja bisa begitu tanpa umi dan abi ketahui, ya gak bi?" Abi Misbah mengangguk saja atas pertanyaan istrinya itu yang dilontarkan untuk dirinya.


"Bukan umi itu Mila saudara sepupu ning Aqila, lagian juga Arga pergi sama Tohir sama ning Aqila juga gak sama perempuan berdua doang kok" Jelas gus Arga agar umi dan abinya tidak terus-terusan salah paham.


Umi Rika dan abi Misbah bernapas lega saat  sudah mendengarkan penjelasan putranya itu, sedari tadi keduanya begitu was-was.

__ADS_1


"Alhamdulillah" lega umi Rika.


"Ya sudah kalau begitu umi tutup ya lek telponnya, salam buat umi Nita assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


Sambungan terputus bertepat pada Tohir, Mila dan ning Aqila mendekat kearah gus Arga.


"Maaf ditinggal tadi umi nelpon" ucap gus Arga merasa bersalah karena dia membiarkan mereka bertiga berkeliling sendiri.


"Iya gus gak papa" Ucap ning Aqila lembut.


"Etess, Etess gak bisa gitu di maafin kalau gus Arga mau traktir kita makan" ucap Tohir tanpa merasa malu.


"Iya kan Mil" Hasut Tohir pada adiknya


"Iya gus"


"Ya Allah bocah" Pasrah ning Aqila.


"Maaf gus merepotkan"  sesal ning Aqila dia menyesali ajakan Tohir yang mengajaknya pergi jalan-jalan malah ngabisin duit orang.


"Gak papa ning sekali-sekali saya juga belum pernah nyobain makanan khas Malang"


"Tu mbak denger kata gus Arga boleh" ucap Tohir pede.


"Serah kamu aja Hir, yang penting anda bahagia" ning Aqila menyentil kening Tohir, Mila yang melihat itu sudah tertawa terbahak-bahak


"Sakit tau mbak" Tohir menampakan wajah memelasnya agar ning Aqila merasa kasihan pada dirinya.


"Udah ayok mbak bang Tohir mah gak usah diladenin" ajak Mila tanpa memperdulikan Tohir yang sedang mencari perhatian dari ning Aqila atau pun gus Arga tapi sepertinya kedua orang itu tidak peka dengan Tohir.

__ADS_1


__ADS_2