USTADZ KEMBAR

USTADZ KEMBAR
Cemburu


__ADS_3

Malan ini dengan terpaksa gus Arka mengisi pengajian santri putra dan putri secara bersama, karena semua orang dindalem sedang pergi kemalang untuk menghadiri acara pernikahan gus Dika serta ning Dina.


Dengan batas tirai Masjid membatasi jama'ah laki-laki dan jama'ah perempuan. Gus Arka segera mengajar para santri....


Tidak seperti malam-malam biasanya gus Arka mengajar malam ini hanya sebentar dia hanya membacakan beberapa bab kitab tafsir munir tanpa menjelaskan septah kata pun, biasanya gus Arka akan menjelaskan tetentang kitab yang mereka kaji tapi malam ini dia langsung menutup acara mengajar dia hanya mengisi samapi jam 8 : 30 saja.


Semua santri yang menyaksikan gus Arka hanya mengisi ngaji sebentar itu hanya bertanya-tanya satu sama lain tumben baget gus mereka itu tidak menjelaskan apa-apa dan tidak menghukum santri yang terlambat.


"Coba dari dulu gus Arka kayak gini kan tambah sayang."


"Aduh gus Arka tambah ganteng deh."


Bisik-bisik para santri putri.


Sedangkan santri putra yang sudah jadi pengurus tidak bernapas lega, karena setelah ini mereka akan diberi pekerjaan yang banyak oleh gus Arka.


"Sampai sini saja malam ini kita lanjut besok." Ujar gus Arka pada seluruh santri Abinya.


"Baik gus." Jawab mereka serempak.


"Sebelum saya tutup, saya ingin meminta doa kalian Agar abi, umi dan mas Arga besok kembali dengan selamat." Imbuh gus Arka lagi dan mulai memimpin doa.


Setelah selesai memimpin doa gus Arka

__ADS_1


menutup pembelajaran malam ini dan dia langsung berlalu keluar diikuti dengan Dimas dan kelima santri pengurus lainnya.


Sedangkan di dalam masjid sudah ramai ocehan santri putra dan putri.


"Diam semuanya kembali ke asrama masing-masing!!" ucap kang Ardi tegas yang merupakan keamanan pesantren santri putra dan putri, mereka semua langsung berlalu pergi saat mendengar suara keras kang Ardi.


"Syukur bagent gus Arka ngisinya cuman sebentar." Ucap Gina pada Nadira disela-sela mereka menuju kamar.


"Tapi kayaknya gus Arka capek banget tadi." Ucap Nadira tanpa sadar.


"Hemm." dehem Gina sebelum dia bersuara kembali.


"Ciee. Ciee yang udah mulai perhatain sama calonya." Goda Gina setengah berbisik agar tidak didenger santri lainya.


Tapi entah kenapa dia mendengar gus Arka dipandang oleh wanita lain dalam lubuk hatinya Nadira merasa tidak senang, Nadira sendiri tidak tau kenapa bisa begitu.


"Auh ada yang panasni calon suaminya dipandang banyak orang." ucap Gina lagi becanda tapi masih dengan berbisik.


"Kalian ngomongin apa sih dari tadi biski-bisik mulu dosa loh bisik-bisik di depan orang banyak." Devi mengingatkan.


"Gak kok gue cuman bilang, Bintangnya bagus ya Nad udah gitu doang." Boong Gina...


****

__ADS_1


Setalah sampai di kantor putra kini keenam manusia tersebut segera mengerjakan tugas mereka masing-masing.


"Jam sembilan langsung pada kembali ke asrama aja istirhat kalian juga pasti capek sudah 3 hari ini bekerja tanpa henti." Ucap gus Arka, kasihan juga dia melihat para santri putra yang mengurusi semua urusan para santri.


"Alhamdulillah." Ucap merek kompak


"Nah gitu doang Mas." gurau Dimas.


"Kembail bekerja." Tegas gus Arka tanpa merespon ucapan Dimas.


"Yailahni anak kagak bisa diajak becanda bentar aja kalau lagi serius." Umpat Dimas.


"Pendengaran saya masih tajam ya Dim! " ucap gus Arka tanpa mengalihkan pandangannya pada laptop.


"Iya deh Mas maaf." Sesal Dimas.


Sedangkan yang lain sudah kembali fokus pada tugas mereka masing-masing.


"Dimas besok temani saya jemput abi, umi sama Mas Arga ke bandara." Titah gus Arka tanpa mau dibantah.


"Sudah biasa." Jawab Dimas dan Gus Arka hanya cuek tanpa mau membalas umpatan Dimas yang diberikan untuknya.


Gus Arka tetap fokus pada kegiataannya, hanya Dimas yang berani sedikit bergurau pada gus Arka dan gus Arga sedangkan para santri putra yang lainnya merasa segan. Walaupun kadang gus Arga mengajak mereka duduk santai.

__ADS_1


__ADS_2