
Pagi ini gus Arka dan para santri Darussalam sedang membersihkan halaman pesantren. karena setiap minggunya pesantren Darussalam wajib untuk bersih-bersih.
Hari ini juga kebetulan sekali umi Rika dan abi Misbah akan pulang dari Malang. Jadi mereka juga menyiapkan sedikit sambutan. Masalah sambutan ini keinginan pak Jaya dan mama Lina. Mertua dari gus Arka sekaligus mama dan papa Nadira.
Semua santri dibagi rata pekerjaannya ada yang bersih-bersih di halaman pesantren ada juga yang di dalam asrama bahkan juga didalam masjid dan sekitarnya.
Biasanya jika para santri sedang bersih-bersih di halaman masjid ada warga desa juga yang turut ikut bersih-bersih masjid. Seperti sekarang ini terlihat lalu lalang warga desa di masjid membantu para santri putra.
Mereka juga ada beberapa yang ditugaskan memasakan. gus Arka juga memesan makanan online khusus untuk hari ini.
"Hubab tolong panggil Gina kesini ya."
Nadira tidak enak hati sebenarnya menyuruh suami sekaligus. Ustadznya itu. Tapi mau bagaimana lagi. Padahal juga gus Arka sudah bilang kalau butuh apa-apa ngomong aja dia siap siaga sebagi suami soleh.
"Iya dek sebentar ya ingat hati-hati kalau jalan" pesan gus Arka.
"Iya hubab, sama minta tolong beliin rujak didepan boleh gak?" Nadira takut jika gus Arka tidak mau seperti kejadian sebelumnya ditegah malam dia minta belikan rujak tapi gus Arka tidak mau.
"Iya sayang, hubab pamit ya. Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
Gus Arka berjalan keluar untuk memenuhi permintaan istrinya.
Kini Nadira dirumah sedang sendiri. Mamanya dan beberapa santri pergi Ke Mall. Untuk berbelanja kebutuhan yang diperlukan untuk sambutan acara kecil-kecilan hari ini. Sedangkan beberapa santri wati lainnya sedang menyiapkan tempat dan peralatan yang akan digunakan ada juga yang di dapur.
Sedangkan Pak Jaya, papa Nadira. Seperti Biasa dia pergi ke kantornya milik Jaya group. Biasanya pak jaya jika mendengar acara apapun itu. Apa lagi menyangkut putrinya pasti dia sudah ada rencana beda. Lihat saja nanti pasti kepulangan umi Rika dan abi Misbah bukan hanya disambut dengan acara kecil-kecilan.
'Kan orang kaya mah bebas ya gak sih?'
Gus Arka menyusuri asrama putri untuk mencari keberadaan Gina. Semenjak menikah dengan Nadira gus Arka. Sering menginjakan kakinya di asrama putri. Tapi hal itu seperti ancaman bagi mereka santri putri karena gus Arka selalu memasang tampang datanya. Dia juga jika bertanya hanya sesingkatnya saja.
"Mbak liat. mbak Gina gak?" gus Arka bertanya pada salah satu santri putri yang kebetulan lewat didekat gus Arka.
"Tidak gus" Santri tersebut berkata sambil menunduk. Karena adapnya pada gurunya.
"Woi gayungnya manan?"
"Disini".
"Disini dimana?"
Barus saja santri putri itu akan melangkah. Tapi tidak sempat karen gus Arka mendengar teriakan dari para santriwati yang sangat nyaring.
"Aduh" ucapnya.
Santri tersebut yakin merek tadi yang teriak akan tertimpa masalah. Atau bahkan dia juga.
"Kenapa mereka teriak-terik mbak. Terus itu dimana." Bertanya dengan wajah sangar dan datarnya.
__ADS_1
"Anu gus" gusar
"Anu apa mbak?" potong gus Arka cepat. Karena dia tidak suka dengan hal yang bertele-tele.
"Itu gus santri putri sedang main dikamar mandi" Ucapnya ragu.
"Apa main?, Panggil mereka saya tunggu disini gak lama." Tegas gus Arka.
Jika mereka sedang mandi tidak ada gayungnya atau bab tidak ada gayungnya gus Arka bisa memaklumi nya. Akan tetapi ini hanya main-main dikamar mandi lagi.
Santri putri yang bersama gus Arka tadi berjalan menuju kamar mandi untuk memanggil teman-temannya yang sedang bermain teriak-teriakan di kamar mandi.
"Caca"
"Tari"
"Kalian berdua dipanggil gus Arka di depan asrama." Gusar karena takut dia juga kena hukum.
"Hahh gus Arka depan asrama?, Mampus kita Tar."
"Tamat riwayat kita Ca"
"Kalian berdua sih awas aja kalau gue kena juga" Kesel Mia santri putri yang disuruh gus Arka tadi.
"Afwan Mi. tapi tenang aja pasti gak bakal dihukum kok kamu mah sama gus Arka".
Sekarang ketiga santri putri tersebut ada didepan gus Arka. mereka sedang ditatap tajam olehnya.
"Kamu tolong cari Gina." Perintah gus Arka pada Mia. Karena dia tidak bersalah.
'Selamat' gaumunnya.
Setelah kepergian Mia. Caca dan Tari sedang diintrogasi oleh gus Arka.
"Kalian berdua kenapa teriak-teriak di kamar mandi?."
Berkata dengan suara tegasnya semua yang mendengar pasti tidak bisa berkata-kata.
"Anu gus"
"Anu apa?"
"Kalian tau kan kalau kalian berbohong hukumannya akan 4 kali lipat"
"Iya gus" Keduanya menjawab dengan kompak
"Jadi kenapa kalian teriak-teriak di kamar mandi?"
"Anu gus. Kita sedang main teriak-teriakan di kamar mandi" caca menjawab dengan pelan sedangkan tangan nya sudah gemetar.
__ADS_1
"Kalian pernah belajarkan tentang larangan berbicara di kamar mandi jika tidak perlu?"
"Iya, gus"
"coba apa?"
Iblis meminta tempat tinggal kepada Allah SWT selama berada di bumi. " Tempat tinggalmu adalah WC (kamar mandi atau ******)," (HR.Bukhari).
Di antara adab seseorang yang berada di kamar mandi adalah tidak boleh berbicara, seperti berdzikir ataupun berbicara yang tidak baik. Berbicara seperti menelpon atau bercakap-cakap dengan orang yang ada di luar kamar mandi itu dilarang dalam syariat Islam.
"Bagus itu kalian tau tapi kenapa masih dilakukan. apa lagi ini hanya bermain-main?."
"Afwan gus." Keduanya pasrah jika mereka akan terkena hukuman.
"Sekarang kalian berdua bersihkan kamar mandi sampai bersih. Paham"
"Faham gus." Tanpa membantah mereka berdua pergi untuk membersihkan kamar mandi.
"Assalamualaikum gus"
Gina yang barus saja datang mengungkapkan salam. Setelah kepergian kedua santri putri tadi.
"Gina kamu kerumah dicari istri saya"
Tanpa basa basi gus Arka berbicara dengan Gina. sedangkan Gina langsung melakukan perintah dari gus Arka.
Setelah memanggil Gina. Gus Arka pergi untuk membeli rujak permintaan Nadira.
.
.
"Abi, Umi hati-hati dijalan ya" ucap gus Arga pada kedua orang tuanya itu walaupun dia juga akan pergi mengantar mereka menuju bandara.
"Iya Lek"
"Nanti Arga sama ning Aqila nyusul 2 hari lagi ya"
"Gus wong sekarang ndok Aqila udah jadi istri kamu masa manggilnya tetap ning, sih" goda umi Nita.
"Iya bener itu leh" umi Rika juga ikut menggoda.
"Iya Arga gak bakal panggil ning lagi" gus Arga mencari aman.
"Ya sudah kalau begitu kami berdua pamit ya Kiyai dan Umi juga semuanya" Sambil bersalaman.
Mungkin mereka akan jarang bertemu nantinya. Apalagi untuk Kiyai Mansur dan abi Misbah. mereka akan sibuk dalam masa tuanya. Karena sekarang semua putra, putri mereka sudah berumah tangga semuanya.
Umi Rika dan abi Misbah diantar gus Arga dan Tohir ke bandara. menggunakan mobil milik kyai Mansur.
__ADS_1