USTADZ KEMBAR

USTADZ KEMBAR
Kembali ke pesantren


__ADS_3

Hari ini waktunya Nadira kembail ke pesanteren. Setelah lamaran lima hari yang lalau keuda orangtua Nadira meminta izin pada umi Rika dan Abi Misbah, Juga calon suaminya agar Nadir tinggal di rumah dulu. Untuk beberapa hari, karena kedua orang tuanya ingin mengobat rindu pada putri sematawayang mereka.


"Ma, Mama ikut kan nganter Nadira kepesantren?" tanya Nadira pada mamanya.


"Iya sayang masa mama gak ikut kan mau ketemu calon mantu." Celetuk mama Lina antusias.


"Lah kok seneng ketemu gus Arka sih bukannya seneng bisa nganterin Nadira, mama nyebelin baget tau." Ucap Nadira sambil pura-pura marah.


"Ee iya maksud mama. Mama juga seneng kok mau nganter anak mama nuntut ilmu. sama mau ketemu calon suaminya, udah ya janggan marah lagi." Bujuk mama Lina sambil menangkup kedua pipi putrinya yang terus-terusan cemberut.


"Udah putri Papa jangan di kembung-kembungin itu pipi tar pecah gimana." Canda pak Jaya sambil mengelus kepala putrinya yang kini sudah tertutup hijab.


"Udah ayok berangkat keburu jalan macet kalau kesiangan." Ajak Pak Jaya.


Diperjalanan mama Lina terua saja mengoceh entah hal apa saja yang dia ocehkan pada Nadira. dan Nadira hanya menjadi pendengar setia, Hingga mama Lina membahas cucu. Membuat Nafisa merasa aneh sendiri dengan pembahasaan mamanya.


"Kalau kamu udah nikah sama gus Arka mama mau punya cucu lima." Ucap mama Nita sambil menghadpkan tangannya kearah Nadira.


"Papa mau punya cucu enam." Ucap Pak Jaya tak mau kalah dia duduk disebelah supir. Karena Pak Jaya sedang tidak mau menyetri. jadi mereka menggunakan supir.


Sedangkan supri kepercayaan keluarga Jaya itu ikut senag, karena kini majikanya bisa kembali seperti dulu lagi.


"Mama sama papa ngomong apa sihh." Omel Nadira kesal. Karena kedua orang tuanya sudah membahas cucu. Sedangkan Nadira tidak tau bagaimana nanti jika sudah hidup bersama gusnya itu. Membayangkan saja dia sudah tidak sangup.


"Bikin aja sana mama sama papa biar Nadira punya adek." Ucapnya lagi ketus sedangkan mama Lina dan pak jaya hanya saling pandang dan senyum malu-malu satu sama lain.


Setelah sampai di pesanteren Darussalam mereka semua menuju kediaman abi Misbah.


"Assalamualaikum." Salam Pak Jaya sedikit keras. Kali ini pak Jaya bukan datang untuk tahan milik keluarga Anggara melainkan menjadi calon besan untuk keluarga Anggara.

__ADS_1


"Walaikumsalam." Jawab seseorang dari dalam sambil berlalu keluar.


Abi Misbah yang melihat siapa tamunya yang datang sanget senang dan mempersihlakan mereka semua untuk masuk.


"Ayok duduk dulu pak Jaya Ibu Lina dan Ndok Nadira." Abi Misbah mempersihlakan tamunya sambil dia berlalu kedapur untuk mengambil minum.


"Assalamualaikum." Ucap umi Rika yang barus saja turun dari lantai atas.


"Waalaikumsalam." Jawab mereka semua kompak.


"Sudah lama disini?" tanya Umi Rika ramah pada tamunya sekali Gus calon besannya itu.


"Belum umi." Jawab mama Lina akrab.


Abi Misbah yang barus saja dari dapur sudah kembail dan membawa minuman juga beberapa cemilan.


"Mongo dipaciti (dicicipi)" umi Rika mempersihlakan tamunya untuk mencicipi kue sederhana yang ada dimeja.


"Maaf cuman ada itu saja." Ucap Umi Rika lagi tidak enak pada tamunya.


"Gak Papa Umi santai aja saya malah suka ngemil." Jawab mama Lina Akrab.


"Umi, abi, mama, papa, Nadira mau langsung keasrama aja ya." pamit Nadira pada semua orang tua.


"Lo sayang gak mau ketemu gus Arka dulu apa?" tanya mamanya tanpa malu.


"Mama apaan sih." bisik Nadira.


"Iya bener ndok memangnya gak mau ketemu sama Arka dulu." umi Rika menambahkan.

__ADS_1


"Sebentar lagi juga Arka turun tadi dia masih bersih-bersih."


Benar saja barus saja umi Rika selesai berbicara gus Arka turun dari lantai atas.


"Umi!" ucap Arka sedikit kencang yang masih turun melewati satu persatu tangga.


"Anak itu kebiasaan padahal sebentar lagi sudah mau punya istri tapi masih saja suka teriak-teriak. ndok Nadira nanti kalau sudah nikah sama Arka janggan kaget ya kalau tingkahnya sedikit aneh." Ucap Umi Rika.


"Iya umi." Jawab Nadira malu.


"Ada om dan tante rupanya." Sapa gua Arka ramah saat sudah bergabung diruang tamu.


"Lo kok Nadiranya juga gak disapa." Mama Lina menggoda keduanya.


"Mama apa apaan sih malu tau sama umi sama abi." Bisik Nadira lagi semakin kesal pada mamanya itu. Dia berbisik agar tidak ada yang mendengar kecuali mamanya entah kenapa semenjak lamaran dari gus Arka diterima mama Lina sering sekali mengoda anaknya itu.


"Iya Nadira sehat." Tanya gus Arka lembut.


"Alhamdulilah gus." Jawabnya lirih.


"Arka anter barang-barang Nadira ke asrama." Titah Umi.


Arka yang barus saja akan duduk ia urungkan karena mendengar perintah uminya.


"Gak usah umi Nadira bisa sendiri kokm" tolaknya halus dan dia tidak enak sama gus Arka.


Sedangkan gus Arka tanpa membantah langsung menarik koper milik Nadira untuk dibawa keasrama putri.


"Biar dibawakan saja Nadira." Ujar gus Arka.

__ADS_1


__ADS_2