USTADZ KEMBAR

USTADZ KEMBAR
Setuju


__ADS_3

Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba, hari ini dimana Nadira akan menjadi istri sah gus Arka.


Ning Aqila sedang membantu perias untuk merias diri Nadira, Karena ning Aqila sedikit berpengalaman denga hal itu.


" Kamu cantik banget Nad" Puji ning Aqila setelah iya merapikan hijab Nadira.


" Makasih ning" ucap Nadira.


Karena dia dan Gina sudah begitu akrab dengan ning Aqila, padahal mereka barus bertemu tadi malam. Akan tetapi menurut Nadira dan Gina, ning Aqila orangnya sangat asik bahkan Gina lebih cepat menyesuaikan diri dengan ning Aqila dari pada Nadira waktu dulu. Walaupun usia mereka beda ning Aqila dan Nadira lebih tua sedangkan Gina masih kelas 12 sma.


"Kan udah aku bilang panggil nama aja" Ucap ning Aqila kesel.


Karena dari semalam Nadira dan Gina terus saja memanggilnya ning. Tetapi Nadira tidak meperdulikannya. Karena menurunya tidak sopan masa abi Misbah, umi Rika bahkan gus Arka dan gus Arga memanggil ning Aqila dengan sebutan ning. Masa cuman santrinya manggil nama kan gak sopan walaupun ning Aqila yang menyuruh.


"Sekarang gantian ning Aqila yang didandan" ucap Nadira sambil mendudukan ning Aqila dikursi tempatnya tadi duduk.


" Kenapa kok saya juga dirias sih kan yang mau nikah itu kamu nadira" Ucap ning Aqila sambil memberontak agar dirinya tidak dirias.


"Udah ya ning diem aja ini disuruh umi loh" ucapnya berbohong, Aqila yang mendengar penuturan Nadira pun tidak membantah lagi. Karena jika memang iya disuruh umi Rika tidak mungkin dia membantah lagi.


Kelekk.


Suara pintu kamar tempat Nadira dirias terbuka terlihat dua wanita paru baya dengan tersenyum anggun padanya.


" Sayang mama gak nyangka sebentar lagi kamu akan jadi istri orang" Ucap mama Lina terharu.


" Loh ning Aqila kemana?" Tanya umi Rika yang tidak melihat ning Aqila.


"Itu umi maaf Nadira pengen ning Aqila juga dirias" ucapnya merasa bersalah.


Umi Rika yang mendengarkan ucapan Nadira itu hanya tersenyum kecil. Pada Nadira tanda dia tidak marah malah dia sangat setuju dengan usulan Nadira itu, Sambil menatap ning Aqila dibalik cermin.


"Mana ning Aqilanya saya jadi pengen kenalan" ucap mama Lina antusias


"Saya Tante" Sapa Aqila sambil berdiri karena dia sudah selesai dirias.


"Subahanallah cantik baget kamu ning" Puji mama Lina.


" Makasih tante" ucap Aqila malu.


"Bagaimana nak gus Arka apa sudah siap" ucap penghulu dan gus Arka menganggukkan kepalanya tanda dia sudah siap.


"Baiklah sihlakan jabat tangan bapak Jaya" ucap penghulu itu lagi dan gus Arka pun menurutinya.


" Saya nikahkan dan kawinkan engkau muhammad Arka Anggara dengan putri Saya Nadira Anglitajaya dengan maskawin satu init rumah dan surat Ar-rohmaan"


"Saya terima nikah dan kawin nya Nadira Anglitajaya binti Jaya dengan maskawin tersebut dibayar tunai."


" Bagaimana para saksi sah" Ucap penghulu.

__ADS_1


" Sah"


"Sah"


Ucap para saksi dan kemudian semuanya mengucapkan sah dan hamdalah.


Sedangkan didalam kama rias itu mama Lina yang mendengar suaminya menikah kan putri satu-satunya. Meneteskan air mata harus tanpa henti, dia juga sangat senang kala gus Arka mengucapkan sekali tarikan napas tanpa ada kesalahan sedikit pun. umi Rika, Nadira, Ning Aqila juga Gina yang turut bergabung dikamar itu berusaha menenangkan mama Lina.


" Tente udah ya jangan nagis lagi" Ucap ning Aqila lembut dan mama Lina pun berhenti menagis.


" Wong anaknya yang nikah malam mamanya yang nagis" ucap seorang perias yang masih ada disana.


Karena biasanya jika dia menyaksikan para penganti wantia yang telah sah menjadi istri orang. Biasanya mereka yang meneteskan air mata haru tapi kali ini Nadira yang tersenyum bahagian malam mamanya yang nagis.


Tawa semua orang yang berada didalam kamar itu pecah karena mendengar penuturan perias itu yang blak-blakan.


" Sudah ayok turun kasian mempelai prianya menunggu lama" Ajak umi Rika dan mereka semua turun kebawah.


Ning Aqila dan Gina berjalan disamping kiri dan kanan Nadira sambil memegang tangan Nadira. Sedangkan mama Lina dan umi Rika berjalan beriringan dibelakang mereka. Memang umi Rika dan mama Lina yang menyuruh keduanya untuk menemani Nadira.


"Pengantinnya yang mana?"


" Kedua gadis yang disebelah itu siapa cantik-cantik sekali"


"Kayaknya pengantinya yang ditengah deh"


Bisik-bisik para tamu undangan karena Gina juga Aqila dirias.


"Jangan nunduk" bisik Gina pada Nadira.


Tapi hal itu tidak dihiraukan oleh Nadira. Dia tetap saja menunduk, setelah sampai didekat gus Arka mama Lina langsung mengambil alih tangan putrinya untuk didudukan disamping gus Arka.


"Nak sihlakan cium tangan suami kamu" Perintah pak Jaya.


Nadira masih enggan karena dia tida berani.


"Udah gak papa ndok wong gus Arka udah jadi suami sah kamu"


Kali ini abi Misbah yang berbicara dan akhirnya Nadira mencium punggung tangan gus Arka, Setelah itu gus Arka mencium kening Nadira cukup lama, Keduanya merasakan ada desiran aneh didalam tubuh mereka. Setelah itu gus Arka mebacakan doa di ubun-ubun Nadira.


"Nak Arka saya titip harta satu-satunya yang sangat saya sayagi jaga dia jangan pernah sakiti dia. Jika kamu tidak bisa berlaku baik lagi pada putri saya maka kembalikan dia dengan cara baik-baik seperti kamu meminta dia dengan cara baik-baik pula" Ucap pak Jaya sambil meneteskan air mata bahagia dia tidak menyangka sekarang putrinya sudah bersuami.


"Baik om saya pasti akan menjaga putri om samapi akhir hidup saya, saya berjanji tidak pernah akan menyakiti nya" Ucap Arka yakin.


Sedangkan Nadira yang mendengar penuturan Arka itu hatinya sangat tersentuh.


Kini gus Arka dan Nadira sedang menemui para tamu undangan untuk mengucapkan selamat


" Gus Arka selamat ya Nadira juga" Ucap ning Aqila.

__ADS_1


" Sama-sama Ning" Ucap keduanya kompak.


"Oo iya saya lupa, Mbak Tia sama mas Dika mau vc katanya sebentar" ucap Aqila sambil memanggil nama yang tertera dikontaknya mas Dika, setelah panggilan tersambung ning Aqila langsung memberikan telpon tersebut kepada kedua pengantin itu.


Sedangkan tidak jauh dari sana sedari tadi gus Arga meperhatikan kemana saja ning Aqila pergi, Dia juga tidak tau kenapa tapi rasanya dia ingin selalu melihat ning Aqila.


"Istigfar lek belum mahrom kalau mau yaa tembung sama orang tuanya" ucap abi Misbah karena abi Misbah tau sedari tadi gus Arga memperhatikan ning Aqila.


"Apa sih bi orang Arga merhatian Arka sama Nadira kok" ucap Arga mengeles.


"Bener bukan ning Aqila dosa lo lek kalau belum mahrom sudah dipandag terus tar jadinya malah nafsu syaton" Jelas Abi.


"Abi sini sama umi sama mas Arga juga mbak Tia mau bicara" ucap gus Arka sambil memanggil mereka.


" Abi, umi, Tia sama mas dika minta maaf karena gak bisa hadir diacara pernikahan gus Arka" Ucap Mbak Tia pada mereka semua sambil merasa bersalah.


" Gak papa Mbak kami semua maklum" Jawab umi Rika sambil tersenyum. Kini hp milik ning Aqila itu sudah terpegang sempurna ditangan umi Rika.


"Iya mbak Tia, Arka gak masalah, asalkan ada syaratnya" Ucap gus Arka yang sudah berdiri dibelakang umi Rika.


" Kok ada syaratnya sih gus"


" iya lek kok pake sayarat segala" ucap umi Rika yang sudah ingin menceramahi gus Arka tapi ia urungkan karena gus Arka sudah kembali berbicara terlebih dahulu.


"Syaratnya gampang kok mbak" ucap gus Arka


"Apa emang syaratnya?"tabya Mbak Tia dari layar ponsel.


"Bulan depan harus datang di acara nikahannya mas Arga" ucap lnya santai.


"Apa gus Arga bulan depan mau nikah! siapa calonnya? mana Mbak pengen tau" heboh mbak Tia penasaran.


" Itu " jawab gus Arka santai sambil menunjuk ning Aqila dan dia mendapat satu pukulan dari tangan gus Arga, Sedangkan ning Aqila masih asik ngbrol dengan Nadira juga Gina.


"Gak usah didengerin anak ini ngomong mbak dia ngarang aja" ucap gus Arga.


"Tapi mbak setuju loh"


"Tapi umi setuju loh" jawab umi Rika dan mbak Tia bersama.


" Tu kan mas Mbak sama umi aja bisa kompak" ucap gus Arka karena dia yakin pasti masnya suka sama ning Aqila


"Ni ya mas kata orang-orang kalau anak kembar itu yang satunya sakit-pasti yang satunya nyusul, Nah sekarang Arka udah nikah pasti 1 bulan lagi mas Arga ikut nyusul" Ucap Arka serius.


" Betul baget itu" Ucap gus Dika yang barus saja kemabil dari dapur dan mendengar obrolan mereka.


"Gue setuju baget kalau lu sama adek gue, tandanya adek gue jatuh ditangan orang yang tepat" Ucap gus Dika penuh keyakinan.


" Tu mas kakaknya aja udah setuju gas lah kalau gitu, Keburu diambil orang" Kompor gus Arka.

__ADS_1


Sedangkan Abi Misbah setelah mengobrol sebentar dengan Mbak Tia dan gus Dika, Langsung kembali mengobrol dengan besannya itu.


__ADS_2