
Seperti biasa, aku aku selalu tidur pada saat jam pelajaran. Kalian tau berapa ngantuknya aku saat ini? Semalam kita pulang larut malam sekali. Tapi entah kenapa Igarashi, Aso, dan Shika masih bisa bertahan di dalam kelas tanpa mengantuk sama sekali.
Kali ini bu Takeshu, guru Matematika mengijinkanku tidur di dalam kelas. Karena aku ini murid kesayangannya. Hohoho. Dia sungguh pengertian sekali padaku.
Hingga jam istirahatpun aku masih di kelas tidur.
"Shin, kau sudah baikan?" tanya Aso.
"Hhmm. Aku baik-baik saja." sahutku.
"Hei, lihat!" Igarashi menyodorkan sebuah majalah. Lalu aku, Aso dan Shika membacanya.
Rheu Mitzuru ( 17 ) si Ketua Virtua Cop Police Detective ( VCPD ) kepergok mengencani seorang gadis bernama Yuko Nanohana (15 ) di taman Yamashita pada hari Minggu, 27 Mei lalu ...
Aku langsung merebut majalah tadi dan kembali membacanya lagi karena tak percaya. Oh, ternyata ini benar dan aku tidak salah baca.
Aku baru ingat pada hari Minggu kemarin aku tak sengaja bertemu Yuko di taman Yamashita. Lalu dia berniat pergi ke Bay Bridge untuk membeli kado. Kebetulan aku juga ingin membeli sesuatu. Jadi aku menawarkan tumpangan padanya dan kita pergi bareng deh.
Tapi berita ini bohong! Aku dan Yuko tidak ada hubungan apa-apa! Aku harus jelasin ke Aso! Kalau tidak. Bisa terjadi salah paham lagi deh.
"Aso. Berita ini tidak sepenuhnya benar! Ini tidak seperti yang kau bayangkan. Aku tak sengaja bertemu Yuko di taman Yamashita. Dan aku memang pergi ke Bay Bridge bareng dia, karena dia juga sedang ingin membeli sesuatu. Jadi aku menawari tumpangan." jelasku. "Tapi kau harus percaya padaku, Aso! Aku dan dia tidak ada hubungan apa-apa!"
Aso tertawa kecil melihatku" Tidak apa-apa kok. Aku percaya padamu. Lagian tumben kau sangat peduli dengan berita seperti ini. Biasanya kau sangat cuek."
"Ah, Aku takut kau salah paham. Dan aku nggak mau ada kesalahpahaman!"
"Aku percaya padamu kok." Aso tersenyum dan menepuk-nepuk bahuku.
"Lagian siapa sih yang nulis berita seperti ini?! Kurang kerjaan banget!" kataku sedikit kesal.
"Namanya juga wartawan, Shin. Ya biasalah." sahut Lee yang tiba-tiba datang ke kelasku. Dia datang bersama Hakken.
"Lalu bagaimana hubunganmu dengan dia?" tanya Hakken.
"Dia siapa?" kataku pura-pura tak tau.
"Siapa lagi kalau bukan A-V-A ?" Igarashi mengejanya. "Bagaimana, Shin ?" godanya sambil menyikutku.
"Bagaimana apanya?! Jangan aneh-aneh kalian ini!"
"Ah masa sih? Berita ini dimuat di majalah kesukaannya lho." kata Hakken lagi.
"Hah? Masa?" tanyaku spontan.
Mereka tertawa melihatku. Ah sial..!! Kena aku!
"Sana buruan cari dia!" kata Aso cekikikan.
"Hah. Apaan sih! Aku mau ke toilet!" kataku berbohong. Aku bangkit dari dudukku bergegas pergi meninggalkan mereka.
" lKe toilet apa ke toilet?" kudengar Igarashi berkata, lalu mereka semua tertawa kembali.
__ADS_1
"Aku mau ke toilet!" tegasku saat sudah sampai pintu. "Kalau tidak percaya ayo ikut!"
"Gak mau ah, ntar kena semprot Ava lagi." canda Igarashi.
Ah ... Sialan mereka!
"Iga, kau dapat salam dari Yama lho." balasku.
" lDia benar-benar menyukaimu lho."aku sedikit nyengir.
"Ah! Jangan bicarakan lagi soal dia! Itu membuatku sangat malu!" Igarashi langsung meletakkan kepalanya di atas meja dan menutupinya dengan ranselnya.
Ahahaha ... Kena kau!
Aku bergegas untuk ke kelas Ava. Tapi ternyata dia tidak ada di kelasnya. Kemana ya dia? Aku berjalan menyusuri koridor sekolah yang lumayan ramai. Wajar saja, ini kan jam istirahat. Tapi aku malah bertemu dengan Yuko.
Aku dan dia berhenti sejenak saat berpapasan.
" Kak Rheu ... Uhm ... Soal berita itu ..." katanya belum selesai.
" Iya. Ini cuma salah paham saja. Tidak usah kau pikirkan!" kataku santai.
"Ehm ... Iya ..." sahutnya mengangguk pelan.
"Aku duluan ya." kataku lalu melangkah hendak meninggalkannya.
"Ehm, Kak Rheu, tunggu !"
"Ai sudah 2 hari tidak masuk sekolah. Dia sakit. Dia sangat berharap kakak bisa datang menjenguknya."
"Dia sakit apa?"
"Gejala tifus kak. Apa kakak mau datang menjenguknya?"
"Tapi aku tidak tau rumahnya."
"Aku bisa ikut dengan kakak. Ehm aku tau rumah Ai."
Sebenarnya aku agak ragu untuk pergi bersama Yuko. Bagaimana kalau wartawan itu membuat berita aneh-aneh lagi? Ah, Aku akan ajak yang lainnya juga nanti.
"Oke. Sepulang sekolah tunggu aku di gerbang sekolah ya!"
"I ... Iya kak ..."
Oke. Aku duluan ya. Bye." kataku lalu pergi.
Ava mana sih? Jangan-jangan dia marah soal berita itu? Ah, Kalau memang dia marah, berarti dia sayang dong sama aku. Hahaha.
Aduh! Mana sih dia ? Gak ketemu juga deh!
...***...
__ADS_1
"Shin, kau mau kemana?" tanya Aso.
"Aku mau menjenguk Ai. Kalian ikut ya!"
"Aduh, Sebenarnya mau sih. Tapi aku ada les karate." kata Igarashi.
"Kalau aku harus segera memperbaiki peta navigatorku yang rusak." kata Shika.
"Aku harus menjemput kak Miku ke Bandara. Dia hari ini pulang dari Seoul." sahut Aso.
Kulihat Hakken dan dia langsung nyengir. "Sory, aku ada kencan, Shin."
"Lee, kau bisa ikut kan?" kataku dengan mata kucing. Dia harapan terakhirku kali ini.
"Sorry Shin, tapi aku harus lembur hari ini. Tugas sekolahku numpuk dan besok harus sudah selesai." kata Lee dengan mimik wajahnya yang menyesal.
"Yaudah deh. Kalian emang sibuk. Super sibuk malahan." kataku sedikit kesal.
"Sory deh." Aso merangkulku sambil tertawa kecil.
"Tapi nanti sore kita jadi kan ke markas Sidho?" tanya Hakken.
"Jadi donk. Awas saja kalau kau belum pulang dari berkencan!" ancamku.
" Hoho. Oke ... Oke ... Aku pasti akan datang kok." sahut Hakken.
"Ehm, Yama bilang Sidho memang sedikit keras. Jadi kita tidak boleh menyerah!" kata Igarashi.
" Oke, Miss Cerewet! Siap!" kataku lalu menghormat.
"Shin! Aku serius tau!" katanya lalu mencubit tanganku.
Aku tertawa terkekeh. "Jadi sekarang kau sudah pacaran dengan Yama ya?" godaku.
"Tidak seperti itu! Tadi pagi dia sempat menemuiku." kata Igarashi.
"Ahaha ... Oke ... Oke ... Lagian kalian serasi juga kok." godaku.
"Shin benar. Kau kan suka pria berotot yang kuat kan?" tambah Aso ikut tertawa.
"Ihh! Kalian berdua menyebalkan!" Igarashi mengacak-acak rambut Aso.
"Ah, Kau ini sungguh!" kata Aso kesal."Kau tau butuh berapa lama aku menata rambutku setiap hari?" Aso berusaha merapikan rambutnya lagi.
"Lagian siapa suruh menggodaku terus!"
"Sudah-sudah. Kalian ini nggak bisa ya sehari aja nggak bertengkar!" kata Shika menengahi.
"Oke ... Aku duluan ya. Jangan lupa nanti kita berkumpul di rumahku jam 6." kataku lalu pergi meninggalkan mereka.
...***...
__ADS_1