VCPD ( Virtua Cop Police Detective )

VCPD ( Virtua Cop Police Detective )
Barely Cafe Shibuya


__ADS_3

"Aku sudah masakin makanan buat kalian nih." kata Igarashi sambil menyodorkan makanan ke meja. " Aso, maaf ya dapurmu jadi berantakan."


Aduh! Seperti biasa, masakan Igarashi selalu aneh dan menakutkan. Terkadang bisa hangus, terkadang rasanya terasa sangat aneh.


"It's Okay." sahut Aso lalu melihat makanan Igarashi. " Hmm, Terima kasih ya makanannya. Makanan buatan kamu memang enak." kata Aso sambil nyengir. "Aku sampai kenyang."


"Hei, kau kan belum memakannya, Aso!" ketus Igarashi.


"Aku juga sudah kenyang. Terima kasih ya." tambahku.


"Kalian berdua menyebalkan! Padahal aku sudah susah payah memasaknya." sahut Igarashi cemberut.


"Biar aku saja deh yang menghabiskannya." kata Ibby. "Tapi kubawa pulang ya."


"Ha? Kenapa?" tanya Igarashi.


"Ehm.. Yah.. Siapa tau kak Yuna mau mencoba masakanmu juga." sahut Ibby.


"Terserah kau saja deh. Aku mau pulang saja deh. Aku sebel sama Shin dan Aso!" kata Igarashi sambil mengambil ranselnya lalu pergi dari rumah Aso.


"Apa kau yakin akan memakannya?" tanyaku pada Ibby.


"Ehm. Aku tidak yakin sih.. Tapi kasihan Igarashi. Dia sudah berusaha memasak untuk kita." sahut Ibby.


"Jadi apa yang akan kita lakukan dengan makanan ini?" tanya Lee.


Kita memandangi masakan Igarashi sambil berpikir keras.


"Aha, Aku tau!" kata Hakken sumringah.


"Apa idemu ?" tanya Shika.


"Bagaimana kalau kita memberikannya untuk Yama?" Hakken mengutarakan ide cemerlangnya.


"Memang Yama mau?" tanya Aso ragu-ragu.


"Yeap. Kita bilang saja Igarashi memasak untuknya. Bagaimana?" kata Hakken lagi.


"Kau genius!" sahutku sambil menonjok pelan lengan Hakken.


"Cepat kau hubungi dia dan suruh dia kesini!!" kata Lee tertawa kecil.


Ibby langsung menghubungi Yama dan meminta Yama untuk segera datang ke rumah Aso.


Beberapa saat Yama sudah datang bersama Sidho dan Ichi. Terkadang aku merasa heran deh sama mereka. Kemana-mana selalu bertiga. Benar-benar setia kawan.


"Ada apa?" tanya Yama saat dia sudah sampai di rumah Aso.


"Ini. Dari Igarashi untukmu." kata Ibby sambil menyodorkan bingkisan makanan tadi kepada Yama.


"Hah? Serius?" tanya Yama tak percaya sambil menerima bingkisan itu.

__ADS_1


"Iya, dia memasaknya special buat kamu lho." tambah Hakken sambil tertawa menunjukkan susunan giginya yang rapi.


"Wah, Bagi dong, Yama!" pinta Ichi.


"Tidak-tidak! Kalian tidak boleh memakannya! Ini dibuat Igarashi hanya untukku." Yama menatap bingkisan makanan itu sambil tersenyum lebar.


Aku, Aso, Ibby, Hakken, dan Lee menahan tawa saat itu.


"Ish, Pelit kau, Yama!" ketus Ichi.


"Sekarang dimana Igarashi?" tanya Yama.


"Dia udah pulang. Kamu sih lama datangnya." kata Aso sambil tertawa kecil.


"Begitu ya? Kalau begitu aku nyusul dia dulu ya. Bye semua." kata Yama lalu bergegas pergi.


"Ahahaha ... Sepertinya Yama benar-benar menyukai Igarashi..." kata Sidho yang ikut tertawa.


"Kalian ini ..." Shika sedikit mendengus melihat tingkah kita.


" Tidak apa-apa, Shika." Ibby tertawa dan menepuk bahu Shika. "Sekalian comblangin mereka berdua."


...***...


Suatu sore Aku, Aso, Shika, dan Ibby mengunjungi sebuah Cafe di Shibuya. Yah.. Barely Cafe Shibuya. Salah satu tempat yang sering aku kunjungi bersama Aso saat SMP dulu.


"Wow, ternyata cafe ini masih ada ya?" kata Aso.


"Hmm, Ramai sekali ya." sahutku sambil menatap seisi cafe ini.


"Banyak cewek cantik disini." sahut Ibby sambil melihat ke arah mereka.


"Hai ..." tiba-tiba ada seorang gadis berambut blonde dan mengenakan pakaian sedikit terbuka menghampiri kita lalu dia duduk di dekatku. Dia tersenyum dan terus memandangiku.


"Kenalkan aku Christal." dia mengulurkan tangan padaku. Dan aku menjabat tangannya.


"Shin ..." kataku.


"Kau tampan sekali ..." katanya sambil bertopang dagu dan terus memandangiku sambil tersenyum manis.


Aku terdiam menatapnya. Sementara Ibby ada Aso melongo menatap gadis itu. Shika? Jangan tanya deh, dia masih sibuk menikmati orange juicenya tanpa sedikitpun menoleh ke arah sang gadis.


"Mau menemaniku bersenang-senang?" tanya gadis itu lagi.


Heh! Siapa dia?? Apa dia sedang mengajakku berkencan?


"Bagaimana?" tanyanya lagi sambil mengedipkan satu matanya padaku.


"Shin, kesempatan emas!!" bisik Ibby padaku.


"Mau saja! Dia kan cantik dan sexy."

__ADS_1


"Kau sedang mengajakku berkencan ya?" tanyaku sambil meneguk kembali orange juiceku.


"Yah, Bisa dibilang seperti itu sih. Karena aku yang memintanya. Maka aku beri free deh ..." dia mulai mengelus paha kiriku berlahan.


Apa? Jadi dia itu seorang p*lacur ya?! Heh, Beraninya menggoda dan merayuku!


"Maaf, aku tidak tertarik. Aku tidak mau!" kataku tegas sambil menyingkirkan tangannya dari pahaku.


"Tapi kenapa? Apa kau tidak menyukaiku?" tanyanya bingung.


"Yeap. Benar sekali." jawabku santai sambil meminum orange juice ku.


"Tapi, banyak sekali pria di luar sana yang ingin tidur denganku lho. Dan aku banyak menolak mereka. Dan kali ini aku yang mengajakmu, tapi aku malah ditolak. Ini lucu sekali.." kata gadis itu sambil tertawa kecil. "Kau semakin membuatku penasaran saja, Pria tampan." dia kembali bertopang dagu sambil menatapku dan tersenyum.


Aso yang saat itu sedang meminum jusnya langsung tersedak mendengar omongan gadis itu. Shika segera menepuk-nepuk punggung Aso. Aku hanya melirik ke arah mereka.


"Come on! Baru kali ini aku bertemu pria setampan kau. Dan aku juga memberikannya secara cuma-cuma. Tapi kau malah menolaknya. Kau memang berbeda, Shin."


"Cepat pergi dari sini !!" kataku tegas.


Gadis itu kembali tertawa lepas.


"Apa sekarang kau sedang mengusirku?"


"Kau tuli ya? Sekarang cepat pergilah atau kau akan menyesal!" kataku tegas.


"Well. Okay, Sayang. Aku akan pergi." katanya sambil tersenyum manis kepadaku. "Tapi suatu saat nanti pasti kita akan bertemu kembali.. Muaachh ..." di melakukan kiss bye tepat di depan wajahku.


Heran deh, kenapa dia masih bisa tersenyum dan bertingkah seperti itu padaku setelah aku menolak bahkan mengusirnya.


"Dasar cewek gila!" ketusku setelah dia pergi.


"Kau hebat dan keren sekali tadi itu, Shin!!" tutur Ibby. "Aku aja sampai tak berkedip melihatnya. Mungkin kalau aku yang digoda, mungkin saja aku sudah luluh."


"Untung saja bukan kamu yang digoda, Ibby!" sahut Aso. "Bisa repot nanti."


Aso dan Ibby tertawa terbahak-bahak.


"Kurasa tempat ini masih normal-normal saja dulu." kataku. "Tapi kenapa sekarang malah menjadi tempat p*lacuran?!"


"Itu kan dulu waktu kita masih duduk di bangku SMP, Shin." sahut Aso.


"Dan kenapa pihak Kepolisian sampai tak mengetahui semua ini ya?" kata Shika sedikit bingung.


"Kurasa kita harus menangkap semua yang ada disini."bisikku.


Aku mengatur sebuah rencana dan membisiki mereka bertiga.


"Bagaimana? Kalian siap?" tanyaku pada Aso, Ibby, dan Shika.


..." Siap!!" sahut mereka bertiga....

__ADS_1


__ADS_2