VCPD ( Virtua Cop Police Detective )

VCPD ( Virtua Cop Police Detective )
Dunia Yang Sempit


__ADS_3

Dengan malas akhirnya aku ikut pergi bersama kakek dan Kak Shu. Kita menaiki mobil kakek dan kak Shu yang menyetir mobilnya.


Kita melakukan perjalanan menuju ke Tokyo sore ini. Entah siapapun gadis yang akan dinikahi kak Shu semoga dia tidak menyebalkan seperti kak Shu. Bisa gila aku kalau punya kakak ipar yang juga nyebelin seperti kak Shu.


Kak Shu masih mengemudikan mobil dengan serius dan hati-hati, sementara kakek yang duduk disampingnya sedang sibuk memperhatikan jalan.


Aku duduk di belakang sambil chatting bersama Ava.


📱Me : Ava, Kau sedang apa?


📱Ava : Aku sedang tiduran saja di kamar, Shin.


📱Me : Boleh aku temani? Aku kangen!


📱Ava : Ha? Menemani aku tidur?


📱Me : Kalau kau tidak keberatan sih ...


📱Ava : Tidak, Shin. Orang tuaku akan membunuh kita nanti!


📱Me : Wah, seram! Aku belum mau mati deh.


📱Ava : Ahahaha. Lagian kamu lucu!


📱Me : Ava, aku sungguh kangen kamu!


📱Ava : Aku juga, Shin ...


📱Me : Serius?


📱Ava: Iya, Shin. Aku kangen.


📱Me : Ah, tiba-tiba aku pingin peluk dan cium kamu!


📱Ava : ...


📱Me : Kenapa, Sayang?


📱Ava : Muach ... Nah udah kukasih cium nih.


📱Me : Ahaha ... Aku maunya yang betulan, Sayang.


📱Ava : ...


📱Me : Balas titik-titik lagi, maka aku akan berikan ciuman terdasyatku nanti!


📱Ava : Shin, ini beneran kamu? Tak biasanya kamu seperti ini?


📱Me : Ini aku, Sayang ... Tak percaya?

__ADS_1


📱Ava : Siapa tau ponselmu di hack seseorang.


📱Me : Well. Oke. Ciuman pertama kita di Lab. Kimia. Apa ini sudah cukup membuktikan bahwa ini diriku?


📱Ava : Ahaha. Baiklah. Aku percaya sekarang.


📱Me : Sayang, aku ingin melihatmu memakai gaun saat penyamaran itu lagi ...


📱Ava : Kenapa? Aku sangat merasa tidak nyaman saat memakainya ...


📱Me : Hanya di depanku saja kok. Oke?


📱Ava : Uhm, Lagian gaun itu sudah dikembalikan sama Madam Gee ...


📱Me : Aku akan mendapatkannya kembali! Dan kau akan memakainya di hadapanku. Oke?


📱Ava : Lagian tidak ada pesta dimanapun kok. Kenapa aku harus memakai gaun itu?


📱Me : Sudah kubilang hanya di hadapanku, Ava ...


📱Ava : ....


📱Me : Well. Oke. Seperti janjiku tadi. Aku akan memberikan ciuman terdasyatku padamu! 😂


📱Ava : Shin!!


📱Me : Ah, tak sabar menantikannya ... Ingin segera bertemu deh! Atau jangan-jangan kau juga menginginkannya?😂


📱Ava : Shin!!


"Apa kau punya kekasih, Shin?" tanya kak Shu sesekali dia melirikku dari kaca.


"Memang kenapa aku punya kekasih atau tidak?" sahutku sedikit cuek.


"Kakak hanya ingin tau seperti apa kekasihmu itu?" kata Kak Shu yang masih mengemudi dengan serius.


"Bagaimana kalau akhir pekan kau undang dia untuk makan malam di rumah, Shin? Kakek ingin mengenalnya." kata kakek ikut-ikutan.


"Baiklah. Tapi aku nggak jamin dia bisa datang ya." kataku sedikit cuek.


"Shu juga akan mengundang calon istrinya. Benar begitu kan, Shu?" tanya kakek sambil memandang kak Shu.


"Baik, Kek." sahut kak Shu ramah.


Setelah beberapa saat akhirnya sampai juga di sebuah perumahan elit di daerah Tokyo. Kak Shu masih mengemudi dengan tenang, hingga akhirnya kita memasuki sebuah halaman rumah dan pagar segera mereka buka untuk kita lewati.


Kak Shu segera memarkir mobil di halaman yang lumayan besar dan luas itu.


Terlihat sebuah rumah yang sedikit mewah dan kokoh. Kakek dan kak Shu segera turun dari mobil. Dan aku segera menyusul mereka berdua.

__ADS_1


Kita berjalan menuju pintu utama dan Kakek mulai memencet bel rumah itu.


Tak butuh waktu lama, pintu sudah terbuka saja.


"Anda pasti Tuan Kekaishi. Silakan masuk!" kata seorang pelayan ramah. Lalu menggiring kita memasuki rumah itu.


Kakek segera memasuki rumah itu. Aku dan Kak Shu segera mengikutinya dari belakang.


Rumahnya lumayan besar dan sangat mewah. Beberapa furniture mewah mengisi dan menghiasi rumah ini.


"Silakan ..." seorang pelayan mempersilahkan kita duduk di ruang tamu. "Nyonya akan segera datang."


Kakek segera duduk di sebuah sofa disusul aku dan kak Shu.


Aku masih memperhatikan sekeliling rumah ini dengan seksama. Mewah dan tatanannya sangat rapi


Tak lama kemudian seorang wanita paruh baya datang menghampiri kita.


"Selamat malam, Tuan Kekaishi. Maaf jika menunggu terlalu lama." kata wanita paruh baya itu yang kemudian duduk di depan kita.


Sepertinya aku pernah bertemu dengan wanita ini sebelumnya deh. Tapi dimana ya? Aku masih berusaha mengingat-ingat dengan baik. Tapi aku lupa. Hhm ...


Oh iya! Aku ingat!


Wanita ini kan yang di bandara saat aku menjemput kak Shu. Ibu-ibu yang saat itu dicopet dan kak Shu telah mengambil dompet itu kembali.


Apakah gara-gara kejadian itu dia meminta Kak Shu untuk menjadi menantunya? Hhm ... Lalu kenapa kak Shu dengan mudah saja menerima perjodohan itu tanpa tau siapa gadis yang akan dinikahinya itu?


Aku tak habis pikir. Ternyata kak Shu tak seperti yang aku bayangkan sepenuhnya.


"Saya juga baru datang kok. Oya ini cucuku yang bernama Shu Mitzuru." kata kakek memperkenalkan kak Shu kepada wanita itu. "Dan ini Rheu Mitzuru, adik dari Shu." kata kakek lalu memperkenalkanku.


Aku hanya sedikit membungkukkan badan sambil tersenyum. Begitu juga dengan kakak.


"Iya. Saya juga sudah pernah bertemu dengan mereka berdua kok." sahut wanita paruh baya itu ramah dan tersenyum menatapku dan kak Shu secara bergantian.


"Benarkah itu?" tanya Kakek sedikit keheranan.


"Ya. Saat di bandara. Saat itu ada yang mencopet dompet saya, dan mereka berdua dengan cepat ingin menangkap pencopet itu. Dan akhirnya Shu berhasil menangkapnya." wanita itu tersenyum menatap kita bergantian.


"Dan ternyata Shu kuliah di Todai dan saya lah yang menjadi dosennya." wanita itu menatap kak Shu dan tersenyum lebar. "Dan ternyata dia adalah cucu dari sahabat lamaku ..." kini wanita itu tersenyum menatap Kakek.


"Dunia memang sangat sempit ..."sahut kakek sambil terkekeh.


Oh jadi begitu ceritanya ya. Wanita itu ingin menjodohkan kak Shu dengan anaknya, karena waktu itu kak Shu telah menolongnya. Dan ternyata dia adalah dosen di tempat kak Shu kuliah. Ditambah lagi wanita itu adalah sahabat lama kakek. Hhm, mungkin karena itulah kak Shu menuruti kakek karena merasa tak enak.


"Dimana Amane?" tanya kekek kepada wanita itu.


"Dia sedang bersiap. Sebentar lagi dia akan segera datang kok." sahut wanita itu ramah. "Silakan diminum dulu ..."

__ADS_1


"Baiklah ..." sahut kakek tertawa kecil, lalu dia meminum segelas matcha yang telah disajikan.


Sedangkan kak Shu lebih memilih mengambil segelas Mugicha lalu meminumnya. Aku sendiri mengambil segelas matcha lalu meminumnya.


__ADS_2