VCPD ( Virtua Cop Police Detective )

VCPD ( Virtua Cop Police Detective )
Naughty Shin


__ADS_3

"Mari lakukan seperti apa yang sudah kau katakan tadi ..." ucapnya begitu pelan lalu merangkulkan kedua tangannya melingkar pada leherku.


Aku sedikit terkejut mendengarnya. Dan mataku membelalak. Aku hanya ingin menciumnya saat itu. Apa yang Ava maksudkan saat ini? Meskipun aku sering sekali bertemu dengan beberapa gadis sebelumnya, namun itu sangat berbeda.


Bersama Ava membuatku sedikit merasa gugup saja. Kini Ava sedikit berjinjit dan mendongak untuk menyambut sesuatu dariku.


Sempat merasa ragu untuk melakukannya, namun aku segera melingkarkan kedua tanganku pada pinggang rampingnya. Mata kita perlahan saling terpejam. Aku memiringkan wajahku dan perlahan mendaratkan kecupan hangat itu pada bibir lembutnya.


Hanya dalam hitungan beberapa detik saja kita sudah mengakhirinya begitu saja. Kini pandangan kita saling bertemu kembali. Dan wajah Ava menjadi sangat merah saat ini.


"Shin ... "


Sebelum Ava melanjutkan ucapannya kembali, aku segera mendaratkan kecupan pada bibirnya kembali. Dan kini salah satu tangannya sudah menuruni dan mencengkeran lengan kiriku dengan cukup erat.


Aku merasakan nafasnya yang sedikit terengah dan naik turun saat ini. Namun dia tidak berusaha untuk menghentikanku sama sekali. Dan malah dia membalasnya dengan begitu hangat.


Aroma khasnya menyeruak masuk melalui indra penciumanku. Sangat manis dan lembut. Hembusan nafasnya juga sangat unik.


Salah satu tanganku kini berpindah perlahan dan menahan tengkuknya untuk memperdalam ciuman ini. Rasanya aku tak ingin melewatkan satu inchi saja dari setiap bibir lembutnya.


Ava semakin mencengkeram lenganku dan aku tak sadar sudah menggiringnya pada pembaringan saja. Kini aku mendorong tubuhnya dan terus menyerangnya begitu saja.


Perlahan ciumanku menuruni leher dan tengkuknya. Aku melakukannya dengan pelan dan hati-hati, tidak melewatkan setiap inchinya. Lalu aku berhenti beberapa saat untuk menatapnya.


Ava masih memejamkan matanya dan terlihat sangat ketakutan.


"Va ..." ucapku pelan.


Kini Ava perlahan membuka matanya kembali.dan menatapku. Nafasnya masih sedikit terengah-engah karena ciuman panjang kita.


Aku hanya tersenyum lebar menatapnya karena begitu lucu.


"Kau baik-baik saja?" tanyaku pelan.


"Uhm ... Iya ..." ucapnya sedikit gugup malu dan menunduk.

__ADS_1


"Kita sudahi saja, atau aku akan benar-benar khilaf dan melakukan sesuatu ..." ucapku dengan tawa kecil lalu beranjak untuk segera memakai pakaianku. Yeap, saat ini aku masih memakai handuk baju.


"Shin ..." tiba-tiba saja Ava menahan tanganku dan aku memang tertahan.


"Hhm?"


"Shin ... Kau bilang kau ingin melihatku memakai gaun itu ..." ucap Ava dengan malu-malu. "Aku akan memakainya malam ini ..." imbuhnya lalu menunduk kembali.


"Hhm? Kau yakin? Jika kau memakainya malam ini, aku tidak yakin aku bisa menahannya lagi lho ..." godaku padanya dengan kekehan kecilku.


"Aku tidak peduli! Aku sudah berjanji padamu sebelumnya bukan?"


"Sudahlah! Tidak perlu lagi kok, Ava. Bukankah kau tidak nyaman saat memakainya?" ucapku akhirnya.


Aku memang ingin sekali melihat dia seperti saat penyamaran itu, namun jika Ava memang tidak nyaman maka tidak usah saja.


"Berikan gaun itu padaku ..." ucapnya lagi.


"Hhm ... Baiklah jika kamu memaksaku." ucapku lalu meraih sebuah totebag yang sudah aku bawa tadi. Lalau menyerahkan kepada Ava. "Jangan salahkan aku jika aku terpesona padamu nanti ..." imbuhku menggodanya.


📱Shin. Kau sedang berlibur kemana? Ibby bilang dia ke rumahmu dan kau tidak ada. Aso


📱Shin. Kak Shu bilang kau pergi ke Pulau Honshu ya? Kenapa tidak mengajak kita? Dengan siapa kau pergi ke Villa? Ibby


Aku tertawa lebar membaca pesan mereka berdua. Biar saja mereka menunggu lama. Aku akan membalas pesan itu besok saja. Ahaha ... Selamat menunggu ria, Sobat!


Karena keasyikan memainkan ponselku, aku sampai melupakan untuk segera berganti pakaian. Dan masih saja mengenakan handuk baju sampai sekarang.


Beberapa saat Ava sudah datang kembali dengan mengenakan gaun keemasan itu. Aku segera duduk dengan tegap dan terus menatapnya tanpa berkedip.


"Cantik sekali ..." gumamku tanpa sadar.


Memang sangat cantik dan terlihat begitu anggun. Dia mengenakan sebuah gaun keemasan dengan tanpa lengan dan sedikit terbuka, dengan bagian design bagian dada sedikit rendah. Cantik sekali. Dan terlihat begitu dewasa.


"Bagaimana?" tanya Ava yang menatapku sedikit malu.

__ADS_1


"Fantastis! Kau terlihat sangat cantik dan anggun!" ucapku dengan jujur.


"Apakah tidak terlihat aneh saat aku memakainya, Shin?"


"Tentu saja tidak!" ucapku dengan cepat! "Itu terlihat sangat cocok untukmu." kini aku bangkit untuk berdiri lalu berjalan mendekati Ava


"Hhmm ..." Ava tersenyum samar dan menunduk karena malu.


Aku meraih tangan kanannya lalu mengecup penggung telapak tangannya.


Cuupp ...


Mungkin jika kita sedang berada di sebuah film, maka akan terlihat seperti pasangan yang begitu konyol. Coba bayangkan saja, Ava sedang mengenakan sebuah gaun yang begitu cantik dan anggun. Sementara aku saat ini sedang mengenakan sebuah handuk baju yang terlihat begitu santai.


Lucu bukan ...


"Bagaimana? Sekarang aku benar-benar terpesona padamu nih ..." kataku menggodanya.


Ava terlihat sedikit gelagapan saat ini, "Uhm. Baiklah. Aku sudah menepati janjiku. Kalau begitu aku akan segera berganti pakaian lagi." ucapnya sedikit tergagap lalu berbalik untuk segera pergi.


Namun dengan cepat aku segera menarik tangan kirinya dan memeluknya dari belakang. Aku mendaratkan daguku di atas bahu kiri Ava dan memejamkan mataku untuk beberapa saat, menghirup aroma khas dari Ava.


Aku mulai mengecup bahu Ava yang terbuka begitu saja perlahan. Dan tubuhnya meresponnya dengan sedikit menggeliat dan sedikit mendesah.


Ah ... Lelaki mana yang bisa untuk tidak tergoda melihat makhluk seindah ini? Kulitnya sangat putih dan begitu lembut. Postur tubuhnya juga sangat bagus. Tubuhnya juga ramping dan memiliki sepasang kaki jenjang yang begitu indah.


Dengan design dress yang sedikit terbuka di bagian dada, bahu, dan lengannya memang sangat menggiurkan kaum adam. Bahkan dress itu sangat memiliki belahan yang cukup tinggi dan memperlihatkan kaki jenjangnya. Terkadang aku ingin sekali mencobanya, seperti apa rasanya yang betulan itu ... 😄


Namun tidak hanya ada rasa penasaran saja, aku juga sedikit takut karena aku belum pernah melihat langsung di dunia nyata.


Aku masih menikmati bahu dan tengkuk Ava dan tak melewatkannya satu inchipun. Bahkan aku juga meninggalkan beberapa tanda kemerahan di sana.


Jemari kita masih saling bergenggaman sampai detik ini. Dan aku mulai memutar tubuh Ava. Kini aku kembali mengecup bibirnya lagi. Dan memberanikan diri dengan tangan kananku yang mulai menjamah pinggang rampingnya dan perlahan menaikinya hingga mencapai sesuatu yang sangat membuatku sangat penasaran.


Belum sempat aku melakukan yang lainnya lagi itu, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar. Sehingga kita menghentikkan semuanya dengan sedikit gelagapan.

__ADS_1


Ah sial! Indah, Tapi tak bisa dinikmati. Ini sungguh sangat menyiksa!


__ADS_2