VCPD ( Virtua Cop Police Detective )

VCPD ( Virtua Cop Police Detective )
Penyamaran


__ADS_3

Saat ini aku sedang bersembunyi di taman Yamashita.


Tiba-tiba saja ada seseorang yang membungkamku dan menarikku dari belakang. Aku segera berusaha melawannya. Aku menarik tangannya dan memutar tubuhku lalu mengunci tubuhnya dengan dekapanku.


"Siapa, Kau?" tanyaku waspada.


"Shin. Ini aku!" bisikinya lalu mengangkat wajahnya. Seorang gadis dengan memakai topi itu ternyata adalah Igarashi.


"Iga, apa yang kau lakukan disini?" kataku pelan sambil melepas tubuhnya.


Igarashi segera mencari sesuatu di dalam ranselnya. Lalu dia menyodorkan koran pagi ini padaku.


Aku menerimanya lalu membacanya perlahan.


-----------------------------------------------------------------------------------


Yokohama Today


Senin, 7 April seseorang dari VCPD telah memasuki Tokyo Tower dini hari. Dan menghancurkan ruangan puncak tertinggi di Tokyo Tower dengan menggunakan alat peledak. Sehingga sampai saat ini pemancar masih terjadi kerusakan dan masih tidak bisa berfungsi dengan baik.


Setelah kejadian tersebut juga telah ditemukan sebuah lencana VCPD di lokasi.


Pihak kepolisian akan menangkap dan mengamankanVCPD karena diduga VCPD adalah tersangka dari kasus ini.


------------------------------------------------------------------------------------


Apa-apaan ini? Berita macam apa ini? Kenapa bisa seperti ini? Aku hampir saja tidak percaya dengan apa yang barusan aku baca. Seseorang telah memasang peledak di Tokyo Tower. Dan pihak kepolisian menduga tersangka adalah VCPD?? Hah..!! Ini sungguh konyol sekali. Bagaimana mungkin ini bisa terjadi?


"Gila!" ketusku.


"Kita harus segera bertemu dengan anak-anak, Shin!" bisik Igarashi.


"Hhm ..."


Aku segera merogoh ponselku dan segera menghubungi Aso, Shika, Ibby, Hakken, dan Lee untuk berkumpul di bekas markas Sidho dengan hati-hati tanpa ketahuan kepolisian Yokohama. Karena pihak keposisian sudah berada dimana-mana untuk mencari dan menangkap kita. Dan meminta mereka untuk mematikan ponsel setelah menerima pesan dariku. Agar kepolisian tidak bisa melacak kita.


Sayangnya aku tidak bisa menghubungi Hakken. Kemana kau, Hakken?


Igarashi segera mengajakku pergi ke sebuah toko baju dan merubah penampilan kita untuk menyamar. Kita harus sampai ke markas Sidho tanpa sepengetahuan kepolisian Yokohama.


Aku mengenakan setelen kemeja navy dan jaz putih. Aku juga memakai wig putih dan topi agar mereka tidak mudah mengenaliku. Sementara Igarashi memakai wig blonde dan memakai softlense biru dan pakaian ala gadis bangsawan.


"Apa kita berpakaian seperti ini tak akan terlalu mencolok?" tanyaku meragukan pilihan Igarashi.


"Percayalah padaku, Shin!" Igarashi mengedipkan salah satu matanya padaku.


"Well. Terserah kau saja deh." kataku pasrah.


"Yuk!" Igarashi segera menarikku keluar dari Butik ini.


__ADS_1


Di sepanjang perjalanan banyak sekali polisi berkeliaran mencari kita. Dengan penyamaran ini memang akan sedikit membantu agar mereka tak mudah mengenali kita.


Aku dan Igarashi tetap berjalan seperti biasa, tetapi di depan kebetulan ada dua orang polisi yang berjalan ke arah kita. Mungkinkah mereka mencurigai kita? Haduh! Bisa repot deh!


"Shin!" bisik Igarashi padaku. "Sekarang rangkul aku dan tertawalah seolah kita sedang bercanda!!" perintah Igarashi pelan.


"Kenapa?" tanyaku.


"Lakukan saja!" perintahnya lagi. "Sekarang! Cepat!"


Lalu saat kita berpapasan dengan dua orang polisi itu. Aku langsung merangkul Igarashi dan tertawa seakan aku sedang asyik bercanda dengannya. Dua orang polisi itu hanya melirik kita saja saat kita berpapasan.


Fiuh ... Aman ... Syukurlah ...


Kita segera meneruskan perjalanan kita kembali. Tapi di depan masih ada pihak kepolisian lagi.


Haduh! Merepotkan saja! Kenapa banyak sekali? Mereka ada dimana-mana.


Kini dia melihat ke arahku dan Igarashi. Apa sekarang kita akan ketahuan? Oh tidak!


"Shin! Peluk dan cium aku!" bisik Igarashi lagi.


"Apa?" tanyaku sedikit shock dan melotot.


"Kita ciuman seperti pasangan kekasih. Ayo lakukan, Shin!"


"Kau gila ya?"


Saat polisi tadi sudah di dekat kita. Akhirnya aku dan Igarashi berciuman bagai sepasang kekasih. Ini sungguh gila sekali! Aku dan Igarashi berciuman? Oh, Tidak!


"Dasar anak muda!" kata polisi tadi lalu bergegas pergi.


Fiuh ... Aman ... Aku melepas pelukan dan ciumanku. Ternyata cara Igarashi berhasil. Darimana dia dapat ide seperti itu ya? Kebanyakan nonton film nih kayaknya si Igarashi.


"Ayo!" aku langsung menggandeng Igarashi untuk bergegas pergi. Tapi tiba-tiba ada yang memanggil kita berdua.


"Hei!" seorang pria tak ku kenal memanggil kita.


Aku dan Igarashi berhenti sejenak. Seorang pria berdiri di hadapanku dan memandangi kita berdua secara bergantian.


Siapa dia? Apa dia seorang polisi juga?? Bagaimana kalau penyamaran ini sampai ketahuan olehnya? Aku segera menggenggam tangan Igarashi erat. Bersiap untuk segera melarikan diri.


"Kalian berdua serasi sekali." pria tadi tersenyum menatap kita berdua. "Tampan dan cantik. Sangat serasi."


Ah, Aku lega sekali. Aku kira dia sedang mencurigai kita. Ternyata bukan.


"Iya. Thanks." kata Igarashi tersenyum manis sambil memeluk lenganku. "Aku dan tunanganku akan segera menikah." Igarashi tertawa lalu menatapku.


"Yah, Itu benar." aku ikut tertawa. "Dan kita akan melaksanakan bulan madu di Korea." kataku asal.


"Wah selamat ya. Semoga pernikahan dan bulan madu kalian lancar." kata cowok tadi.

__ADS_1


"Thanks ya. Tapi kita harus segera pergi. Ayo, Sayang." Igarashi memeluk lenganku lalu menarikku untuk pergi.


Kita segera mencari taxi untuk segera pergi ke markas Sidho.


Dan akhirnya kita sampai di markas Sidho dengan selamat. Ternyata Aso, Ibby, Shika, Sidho, dan Lee sudah datang. Tapi mana Hakken? Aku tak melihat Hakken disini.


"Wah. Kalian keren sekali. Aku hampir tidak mengenali kalian." kata Ibby yang terus menatapku dan Igarashi secara bergantian.


"Pakaian ini panas sekali." kataku sambil melepas jaz-ku dan melepas wig-ku. Igarashi juga segera melepas wig-nya .


"Kau terlihat sangat tampan dengan penampilan seperti tadi, Shin." goda Aso.


"Berhenti bercanda, Aso." kataku kesal. "Hakken mana?"


"Dia sudah tertangkap kepolisian Kanagawa." sahut Lee.


"Apa? Pantas saja aku tak bisa menghubunginya..." kataku.


"Apa dia akan baik-baik saja?" tanya Igarashi sedikit khawatir.


"Tentu saja. Polisi tidak akan sembarangan memberikan hukuman mati." sahutku.


"Sepertinya ada yang ingin bermain-main dengan kita." kata Shika serius.


"Tapi siapa? Dan apa tujuan dia?" tanya Ibby.


"Yang jelas dia bukan orang sembarangan." sahut Aso.


"Coba kau ingat-ingat lagi, Shin!! Siapa saja yang pernah menjadi musuhmu selama ini?" tanya Sidho.


"Aku tak tau. Tapi di luar sana selain banyak yang menyukai VCPD. Pasti juga banyak yang membenci bahkan memusuhinya."kataku.


"Huh! Merepotkan saja!" kata Lee kesal.


Aku melihat Shika yang mulai sibuk dengan mini computernya, sesekali dia membenarkan letak kacamatanya.


"Kau sudah temukan sesuatu, Shika?" tanyaku.


"Belum, Shin." sahutnya yang masih terus melihat miny computernya.


"Shin, apa kau sudah tau tentang kakekmu?" tanya Aso.


"Kakek? Apa kakekku baik-baik saja sekarang?"


"Tidak. Kakek Kakaishi sudah diamankan pihak kepolisian, Shin." jawab Igarashi pelan.


"Sial!" kataku kesal.


Bahkan kakek juga mereka tangkap!


Lihat saja. Aku akan segera menemukan pelaku yang sebenarnya.

__ADS_1


__ADS_2