
Aku segera menghubungi Kepolisian Kanagawa agar mereka segera bersiap datang kesini.
"Ibby, kau berjaga di pintu! Jangan biarkan ada pengunjung yang pergi meninggalkan Cafe ini! Aso, Shika, kalian berjaga di dalam ruangan. Tunggu instruksi selanjutnya dariku! Atau tunggu kepolisian Kanagawa datang! Aku akan berpura-pura menjadi salah satu pengunjung VIP. Aku akan mencari tau ada apa di lantai 2." perintahku sambil melirik ke arah lantai 2 yang membuatku penasaran dan curiga.
"Oke!" sahut mereka lalu bergegas.
Sambil menunggu pihak kepolisian datang, aku berpura-pura naik ke lantai dansa. Sungguh musiknya sangat keras dan membuatku pusing saja. Dibanding music yang seperti ini, aku lebih menyukai music yang mellow dan tenang sih.
Mereka para gadis dan pria berbaur bebas disini.
Sejak kapan Cafe ini berubah menjadi seperti ini?
Aku menatap ke lantai atas, ada apa disana? Di pintu masuk ada 2 orang body guard berbadan besar dan bertato diseluruh tubuhnya.
Hhmm, Bagaimana aku bisa masuk kesana ya?
"Hai ..." Tiba-tiba ada seseorang yang berbisik didekat telingaku. Kemudian dia meniup wajahku dan mengedipkan satu matanya padaku. Seorang gadis dengan pakaian sexy dan dandanan sedikit menor datang menghampiriku.
"Kau sendirian?" tanyanya sambil menjelajahi dan meraba-raba bagian tubuh depanku.
"Ya ..." aku tersenyum menatapnya. Aku sudah tau bagaimana aku akan masuk ke lantai 2. Aku tersenyum misterius ke arah gadis tadi.
Ya!
Aku akan menggunakan gadis ini!
"Aku sedang kesepian. Aku sedang butuh seseorang." aku menunjukkan senyuman mautku padanya. "Apa kau bisa menemaniku malam ini, Nona?" aku mendekatkan wajahku padanya.
"Tentu saja. Aku akan membuatmu bersenang-senang malam ini." dia berkata setengah berbisik dan tersenyum lebar.
"Ah, Benarkah? Dimana kita akan melakukannya? Tidak mungkin di tempat terbuka seperti ini bukan?" pancingku sambil memegang pinggangnya dan mendekatkan lagi wajahku padanya.
"Ah tentu saja, Tampan. Kita akan melakukannya di tempat special." dia menunjukkan sebuah kartu VIP padaku dan tersenyum lebar.
BINGGO!
Pas sekali! Aku juga sedang berniat untuk pergi ke tempat itu. Aku melirik kartu itu penuh kemenangan. Aku kembali menatap gadis tadi.
"Come on, aku sudah tidak sabar!" kataku berbisik di dekat telinganya.
Gadis tadi tertawa lepas lalu menarikku. Dia mengajakku menaiki tangga untuk ke lantai atas. Di sepanjang perjalanan dia selalu menempel padaku dan memeluk lenganku terus.
Dengan kartu itu kita bisa memasuki kawasan lantai 2. Tempatnya sangat mewah, tatapi sedikit remang-remang. Hanya ada beberapa lampu warna-warni yang menyala. Dan bau rokok yang sangat menyengat.
Aku memperhatikkan sekelilingku. Sepertinya memang benar seperti dugaanku. Di tempat ini sudah terjadi banyak kejahatan. Seperti pesta sake, narkoba, dan banyak p*lacur yang menjual dirinya di sini.
Pantas saja pihak kepolisian tidak mencurigainya sama sekali. Cafe ini dari luar sangat terlihat seperti layaknya cafe biasa saja. Padahal di dalamnya sangat mewah sekali. Apalagi di lantai 2 tempat VIP ini.
"Ayo, Tampan!" gadis itu menarik tanganku untuk memasuki sebuah kamar. Dan dia segera menguncinya.
Dia menatapku dengan tatapan dan senyuman nakalnya. Perlahan dia berjalan mendekatiku dan kembali menjelajahi dada bidangku menuruni perutku dengan jemarinya.
__ADS_1
"Malam ini biarkan aku yang mengawalinya dulu. Bagaimana ?"
Aku hanya tersenyum menatapnya. Dia berusaha melepas coatku. Dan aku membiarkannya.
"Kau sangat tampan sekali." bisiknya. Kali ini dia berusaha membuka kancing bajuku satu persatu. Dan mendorongku sehingga aku sedikit berbaring.
"Apa kau pernah melakukan ini sebelumnya, Handsome?"
"Belum ..."
Kulihat dia tertawa kecil.
"Sayang sekali. Padahal kau sangat tampan." kali ini dia berusaha melepas ikat pinggangku. Lalu dia perlahan menindihku dan jemarinya mulai menari menjelajahi tubuhku. Dan salah satu tangannya mencengkeram tanganku.
"Malam ini aku akan menunjukkan keindahan surga dunia." bisiknya.
"Kau pasti akan menyukainya ..." bisiknya lagi.
Oh, Sial! Dia semakin mendekat seperti mau menerkam dan memangsaku saja.
What the h*ll ...
Shika! Aso! Ibby! Cepatlah kalian datang atau dia benar-benar akan merenggut sesuatu dariku!
Braakkkk...
Tiba-tiba terdengar suara dari luar. Dan kita menatap ke arah pintu.
"Ada keributan apa ini? Mengganggu saja! Sial!" ketus gadis itu sedikit kesal.
Aku meliriknya lalu langsung memegang kedua bahunya dan segera membaringkannya di atas ranjang. Sementara aku kini berada di atasnya. Dan aku segera merogoh M13 ku yang tadi kusembunyikan lalu kutodongkan pistol itu pada gadis itu.
Dia terlihat sangat ketakutan dan kebingungan sambil mengangkat kedua tangannya.
" Apa-apaan ini? Kau seorang polisi?"
"Benar sekali, Nona." aku tersenyum samar padanya.
"Kau menipuku?"
"Aku tidak menipumu. Kau bahkan tak menanyakan soal itu padaku."
"Sial!" dengusnya kesal.
*Brraakkk ...
__ADS_1
Brraakkk* ...
Terdengar seseorang berusaha mendobrak, hendak membuka pintu kamar kita.
"Shin, kau di dalam?" kudengar teriakan Aso dari luar.
"Ya, Aku di dalam!" balasku berteriak.
Aku segera memborgol gadis itu. Dia tidak melakukan perlawanan sama sekali. Tetapi mukanya sangat kesal menatapku.
Dan seketika itu juga pintu berhasil didobrak. Shika, Aso, Ibby dan beberapa anggota Kepolisian memasuki ruangan itu. Dan segera membawa gadis yang merayuku tadi.
"Whoaa ... Apa ini?" kata Aso yang terus menatapku tak berkedip.
"Apa kau barusan sedang bersenang-senang, Shin?" tanya Ibby sedikit melotot.
Mereka bertiga kini menatapku dari ujung kaki sampai ke ujung kepala. Aku segera melihat diriku sendiri.
Oh sial! Beberapa kancing bajuku sudah terbuka. Ikat pinggangku juga sudah terbuka.
Aku yang menyadarinya, dengan segera membenarkan pakaianku kembali. Tetapi mereka masih menatapku terus.
"Ayolah! Apa yang sedang kalian pikirkan sih?!" kataku sedikit kesal.
"Aku tak pernah berpikir ternyata kau seliar ini, Shin!" Ibby menutup mulutnya dengan kedua tangannya dan matanya melotot.
"Apanya yang liar?" kataku sangat kesal. "Aku hanya akan melakukan hal seperti itu dengan orang yang aku sukai!"
"Whoa!" sahut Aso dan Ibby bersamaan.
"Lagian aku hanya menggunakan gadis itu sebagai tiket untuk memasuki kawasan lantai 2 ini."
"Kau benar-benar keren, Shin. Gadis itu bahkan tidak mencurigaimu sama sekali." sahut Aso.
"Tentu saja. Leader kita yang satu ini kan memang sangat tampan dan berkharisma. Gadis manapun pasti akan ditakhlukkannya dengan mudah." canda Ibby lalu mereka tertawa.
"Yang lain bagaimana? Apa sudah dibereskan?" tanyaku mengalihkan pembicaraan.
"Pihak kepolisian sudah membawa mereka semua." sahut Shika.
"Good Job." sahutku.
Setelah kurasa pakaianku sudah rapi aku bergegas meninggalkan ruangan ini untuk kembali turun. Dan mereka bertiga mengikutiku.
"Tapi kita sama sekali tidak bisa menemukan gadis yang bernama Christal itu, Shin." kata Shika.
"Lalu kemana dia pergi? Apa dia sudah meninggalkan Cafe ini sebelum kita bertindak?" tanyaku.
"Entahlah. Mungkin saja begitu." sahut Shika.
" Well tidak akan apa-apa kan kalau cuma satu orang yang lolos." sahut Ibby.
__ADS_1
"Hhmm ..." sahutku
...***...