VCPD ( Virtua Cop Police Detective )

VCPD ( Virtua Cop Police Detective )
Gavin


__ADS_3

Setelah mengantarkan Ava pulang, akupun memutuskan untuk segera pulang juga. Aku berjalan memasuki rumah, dan aku melihat kak Shu sedang berada di ruang tengah sendirian. Sepertinya dia sedang sibuk mengerjakan sesuatu dengan laptopnya.


"Kakek mana?" tanyaku lalu duduk di sofa.


"Dia tadi ada urusan keluar rumah dan belum pulang." sahut kak Shu tanpa menatapku sama sekali. Dia masih sibuk mengutak-atik laptopnya.


Eh, Hei! Setelah kuperhatikan dengan seksama. Ternyata dia sedang memakai laptopku. Kenapa dia bisa memakainya begitu saja tanpa seijinku? Dasar tidak punya sopan santun!! Menyebalkan sekali kau, Shu!


"Hei! Kau tidak sopan sekali sih!" ketusku.


"Apa maksudmu?"


"Itu kan laptopku. Kenapa kau memakainya tanpa seijinku?!" kataku sedikit kesal. "Mana! Cepat kembalikan!"


Aku langsung merebut laptop itu darinya dan dia menatapku dengan sangat tajam. Lalu dia kembali merebut laptopku lagi.


"Laptopku sedang rusak. Makanya aku pinjam punyamu dulu untuk mengerjakan tugasku. Pelit sekali sih!"


"Kau!" kataku sangat geram. "Darimana kau tau paswordku?"


"Itu adalah sesuatu yang sangat mudah untukku. Meretas adalah salah satu hobiku." katanya sambil tersenyum samar lalu kembali sibuk dengan laptopku.


"Kau sungguh menyebalkan sekali!" kataku sangat kesal.


"Shin. Kau ini apa-apaan?" kata kakek tiba-tiba. Dia baru pulang ternyata. "Dia itu kakakmu, Shin. Seharusnya kau lebih menghormatinya. Kau harus panggil dia kakak, dan bukan dengan sebutan kau!" kakek menceramahiku.


Haduh kakek. Kakek tidak tau sih, kalau dia itu sangat super duper menyebalkan sekali! Dan dia selalu saja membuatku kesal!


Tapi aku tak bisa menolak permintaan kakek.


"Baiklah. Lain kali aku akan lebih berusaha." kataku akhirnya. "Dan kau ..." aku menatap kak Shu. "Setelah selesai memakainya, tolong kembalikan ke kamarku!" aku menatapnya tajam.


" Shin, kau dengar kakek tidak sih?" kata kakek tegas.


"Iya, Kek. Maaf ... Maksudku Kak Shu, kalau sudah selesai memakai laptopku tolong segera kembalikan ke kamarku. Begitu ..."


Aku menatap Shu kesal. Dan aku melihat kak Shu seperti menahan tawa.


"Okay ..." sahutnya yang masih menahan tawa.


Huh ... Awas saja kau ya!


Kesal..!!

__ADS_1


...***...


Saat jam istirahat aku melihat ada keramaian di aula olahraga. Aku segera mendekat untuk melihat apa yang sedang terjadi saat itu.


Aku melihat dua orang pria sedang berkelahi. Naoya si preman sekolah melawan Gavin teman sekelasku yang sedikit pendiam dan dingin. Bahkan aku hampir tak pernah melihat Gavin berbicara kepada siapapun secara akrab.


Naoya melayangkan tinjunya ke arah Gavin, tapi Gavin menangkis dan membuangnya. Naoya berusaha lagi untuk menendang Gavin, tapi Gavin kini menangkap kaki Naoya lalu menghempaskan tubuh Naoya hingga dia terjatuh di lantai. Lalu Gavin berjalan mendekati Naoya yang masih terjatuh dan mengangkat kerah baju Naoya.


"Aku tak ingin berkelahi denganmu!" kata Gavin tajam lalu dia bergegas pergi.


"Bocah ingusan sialan!" Naoya bergumam kesal lalu pergi.


"Bubar! Bubar! Ini bukan tontonan!" kataku setelah mereka pergi. Siswa-siswi segera bubar dari kerumunan.


Kali ini apa yang terjadi? Kenapa si preman sekolah Naoya bisa sampai berkelahi dengan Gavin yang sangat pendiam bahkan dia paling anti bersosialisasi dengan orang, kecuali dalam hal penting saja.


"Hei ..." aku mencoba menyapa Gavin yang kebetulan hari ini dia duduk disebelah bangkuku. Dia hanya menatapku dingin , lalu dia bergegas pergi dari kelas.


Parah sekali ini anak! Nggak ada sopannya sama sekali. Huhh ... Biarlah ... Bodo amat deh ...


"Sepertinya rumor itu memang benar. Dia sangat aneh dan dingin." bisik Igarashi.


"Apa jangan-jangan dia nggak bisa ngomong ya?" celutuk Ibby ngawur.


"Bukan tidak bisa ngomong. Tapi satu hal yang bisa kusimpulkan, dia itu tidak bawel sepertimu, Ibby." sahut Aso.


"Kalian yang bawel!" kata Ibby sedikit kesal.


"Hihi ... Bercanda deh ..." sahut Igarashi.


"Jadi, apa hasil rapat kemarin? Kemana kita akan touring?" tanyaku.


"Kita akan ke Kyoto." sahut Igarashi.


"Wah, Tempat yang sangat bersejarah ya." sahutku. " Okay deh. Kapan kita pergi?"


"Saat liburan musim panas tiba nanti, Shin." sahut Aso.


"Well. Okay." kataku. "Igarashi, untuk schedule tempat yang akan kita datangi aku serahkan kepadamu ya..."


"Hai, wakarimashita, Shin-kun!"


...***...

__ADS_1


Aku mengendarai motorku pulang sekolah. Tapi tiba-tiba di perjalanan jalan dekat hutan di dekat sekolahan aku melihat Gavin sedang berkelahi dengan anak-anak kelas 3C. Lhoh, Mereka kan gank-nya Naoya.


Aku berniat untuk melerai dan menghentikkan mereka, tapi belum sempat aku datang kesana ternyata Gavin sudah berhasil mengalahkan Naoya dan teman-temannya.


Wah, Hebat sekali dia. Padahal kan Naoya master kendo di Academyku. Sugoi!


Naoya dan kawan-kawannya segera pergi meninggalkan Gavin setelah kalah. Dan aku berjalan mendekati Gavin.


"Sebenarnya siapa, Kau?" tanyaku to the point. Dia masih berdiri memunggungiku. Karena sangat tidak mungkin siswa SMU biasa bisa sehebat dan sekuat ini. Mengalahkan 8 pria berotot yang ahli kendo sekaligus seperti Naoya dan ganknya.


Gavin berbalik dan menatapku tajam.


"Kau pasti Rheu Mitzuru ..." katanya.


Hah? Ternyata dia mengingatku. Benar sekali aku adalah Shin Mitzuru. Dan aku adalah teman sekelasmu wahai makhluk paling dingin.๐Ÿ˜‘


"Kau mengingatku ternyata ya." aku tertawa kecil. "Tapi kau belum menjawab pertanyaanku."


"Nyawamu dan VCPD lainnya sedang dalam bahaya." katanya tiba-tiba.


"Apa maksudmu?" tanyaku terheran-heran.


Aku sungguh tidak mengerti dengan apa yang dia katakan barusan. Apa maksud Gavin berbicara seperti itu? Belum sempat dia menjelaskan padaku, tiba-tiba ada mobil kepolisian yang datang dan memberikan tembak peringatan.


Ada apa ini? Mengapa kepolisian ingin menangkap kita?


"Cepat pergi dari sini, Shin! Mereka sedang mengincarmu!" kata Gavin.


Aku segera mengambil motorku lalu menghampiri Gavin kembali.


"Naik!" perintahku. Tanpa pikir panjang Gavin langsung naik ke motorku.


Aku segera mengendarai motorku dengan ngebut dan meninggalkan para polisi itu. Dan ternyata mereka masih mengejar kita. Aku menambah kecapatan motorku dan mengendarai motorku dengan lebih kencang, hingga para polisi itu tidak dapat mengejar kita kembali.


"Kenapa mereka mengejar kita?" tanyaku setelah aman.


"Mereka mengejarmu dan VCPD lainnya. Beritahu kawan-kawanmu agar lebih berhati-hati terhadap kepolisian Jepang." setelah berbicara seperti itu Gavin segera bergegas pergi meninggalkanku.


"Hei, tunggu dulu Gavin!" tapi dia tidak mendengarkanku sama sekali dan langsung pergi begitu saja.


Sebenarnya apa yang sedang terjadi? Kenapa kepolisian menyerang VCPD?


Huh, Sepertinya ada yang tidak beres.

__ADS_1


Aku segera menghubungi Aso, Shika, Ibby, Igarashi, Lee, dan Hakken agar mereka berhati-hati pada kepolisian Jepang. Saat ini aku sedang bersembunyi di taman Yamashita.


Tiba-tiba saja ada seseorang yang membungkamku dan menarikku dari belakang.


__ADS_2