VCPD ( Virtua Cop Police Detective )

VCPD ( Virtua Cop Police Detective )
Pergi ke Pulau Honshu


__ADS_3

"Ada apa, Shin" ucap Ava yang membuyarkan anganku tentang Lucient.


"Siapa pria itu?" tanyaku to the point dan sedikit melirik Ava.


"Dia seniorku dulu. Dan kebetulan tadi bertemu disini. Ternyata senior Lucient bekerja disini." ucap Ava disertai senyum manis.


"Oh, seperti itu ya ..." gumamku pelan. "Lalu kenapa kalian saling bertukar nomor?" selidikku lagi.


"Hhm?" Ava mengerutkan keningnya sedikit bingung. "Iya, senior Lucient memberikan nomornya padaku tadi." jawabnya dengan santai.


"Untuk apa?"


"Yah ... Biar bagaimanapun kita saling mengenal dulunya. Dan tiba-tiba saja kita bertemu di Kanagawa kembali. Apa salahnya untuk beteman kembali, Shin?" ucapnya begitu polos.


"Begitu kah?" ucapku pelan.


"Hhm. Kau kenapa mencariku?"


"Oh tidak ada. Aku hanya penasaran kau mau pergi kemana." jawabku seadanya.


Ava tertawa kecil menanggapi omonganku, "Aku hanya mau pergi ke kamar kecil saja. Kau pikir aku mau kemana, Shin?"


"Uhm. Tidak tau sih. Aku takut kamu merasa nggak nyaman saat di dalam tadi." ucapku sambil menggosok tengkukku yang tidak gatal.


"Tidak kok. Kenapa juga aku harus merasa tidak nyaman?" ucapnya dengan nada manis.


"Ehm ... Apa kau lapar? Mau ke kantin bersama?"


"Aku tidak lapar sih. Tapi kalau kau mau makan maka akan aku temani."


"Baiklah. Kalau begitu ayo ke kantin bersama!" ajakku lagi.


Ava tersenyum lebar dan mengangguk. Kini kita berjalan beriringan menyusuri sebuah lorong rumah sakit dan melewati taman rumah sakit bersama.


"Shin ..."


"Hhm ..."


"Kenapa kau tiba-tiba jadi murung seperti ini?"


"Tidak kok. Sepertinya hanya perasaanmu saja."


"Cepat katakan padaku! Ada apa?" desak Ava dengan senyuman.


"Apa kau bahagia saat bersamaku?" ucapku begitu pelan. Langkah kaki kita berdua masih begitu teratur. Berjalan saling beriringan satu sama lain.


"Kenapa tiba-tiba kau berbicara seperti itu? Tentu saja aku bahagia ..." jawab Ava yang terdengar sedikit malu.

__ADS_1


"Benarkah itu?" tanyaku sedikit meliriknya.


"I-Iya ..." ucap Ava sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Terima kasih ..."


"Kenapa berterima kasih?"


"Yah ... Pokoknya terima kasih aja deh ..." kataku dengan tawa kecil.


Beberapa saat akhirnya kita sudah sampai di kantin. Kita hanya membeli minuman dingin karena kita berdua masih belum lapar.


Setelah beberapa saat kita segera kembali ke ruangan Sidho kembali. Dan ternyata mereka sedang membantu Sidho untuk berkemas. Karena Sidho sudah boleh pulang. Syukurlah ... Aku sangat lega mengetahui itu.


...***...


Akhir pekan yang ditunggu telah tiba, dan sore itu aku sudah bersiap untuk menjemput Ava. Aku menjemputnya dengan menaiki motor. Setelah menjemputnya, kita mulai pergi ke Villa Mitzuru yang berada di daerah Tokyo juga.


Selama ini kakek memiliki sebuah villa di daerah gunung Fuji. Pulau Honshu yang terletak bagian barat daya dari Tokyo. Aku pernah pergi beberapa kali saat itu bersama kakek.


Fujikawaguchiko Onsen Konansou Mitzuru adalah villa keluarga Mitzuru dengan gaya Jepang atau dikenal dengan Ryokan Mitzuru. Dan di villa ini kita bisa menikmati pemandangan Gunung Fuji dari pemandian air panas pribadinya. Selain itu juga terdapat taman batu di halaman untuk menambah keasrian Gunung Fuji. Villa ini juga menyediakan sarapan dan makan malam, namun pelanggan bisa juga memilih untuk menginap tanpa makanan.



Pemandangan Gunung Fuji dapat dinikmati dari jendela, balkon, dan tempat pemandian air panas pribadi. Selain itu, manajemen villa ini menyediakan api unggun setiap Sabtu malam saat Musim Salju. Saat akhir pekan juga kembang api yang siap memanjakan mata.


Selama ini villa ini memang selalu disewakan kepada para pengunjung. Dan kebetulan pekan ini sedang kosong. Jadi aku akan memakainya bersama Ava.


Ini adalah pertama kali aku mengajak seorang gadis pergi ke villa Mitzuru. Semoga Ava menyukainya.


Setelah melakukan perjalanan panjang, akhirnya aku mulai memarkir motor pada halaman villa itu dan segera mengajak Ava memasuki villa itu.


"Shin! Ini keren sekali!" ucap Ava begitu takjub saat kita masih di halaman. Dia melihat sekitar dan menyaksikan gunung Fuji yang berada tak jauh dari Villa ini.


"Iya!" sahutku tersenyum menatap gunung Fuji juga. "Kita masuk yuk!" imbuhku mengajak Ava.


"Hhm ..." sahut Ava singkat lalu berjalan bersamaku menuju villa itu.


"Tuan Muda, Rheu ... Sudah lama sekali tidak berkunjung. Silakan masuk!" ucap Paman Long yang selama ini diberi kepercayaan oleh kakek Kekaishi untuk menjaga Villa ini.


"Terima kasih, Paman Long!" sahutku dengan ramah. "Ini adalah temanku, Ava." ucapku memperkenalkan Ava kepada Paman Long.


"Salam kenal ..." sapa Ava dengan ramah sambil sedikit membungkukkan badannya.


"Salam kenal, Nona Ava." sahut paman Long dengan ramah. "Kalau butuh sesuatu bisa langsung memanggil saya saja, Tuan Muda Rheu!"


"Terima kasih, Paman Long. Kalau begitu aku akan ke dalam dulu."

__ADS_1


"Silakan, Tuan Muda Rheu." ucap paman Long dengan ramah dan sedikit menunduk dan mempersilakan kita masuk dengan mengulurkan tangan kanannya.


Aku segera memasuki villa itu, dan Ava mengikutiku dari belakang. Dia terlihat sedang memperhatikan villa ini dengan seksama. Dan dia terlihat begitu bahagia saat ini.


"Tempat ini keren sekali, Shin!" ucapnya begitu takjub.


"Benar! Kakek sangat pandai mendesignnya!" ucapku seadanya.


"Kakek Kekaishi yang mendesign sendiri tempat ini?" tanya Ava sedikit membulatkan matanya menatapku.


"Hhm. Tentu saja! Bahkan rumah kita yang berada di Kanagawa juga kakek yang mendesignnya sendiri!" kataku menjelaskan.


"Hebat sekali!" ucapnya takjub.


Kini aku sudah sampai pada sebuah kamar dan aku segera menempelkan sebuah card pada sebuah monitor kecil di pintu itu untuk membuka pintunya.


Bbiipp ...


Setelah terdengar bunyi itu, aku segera membuka pintu kamar dan mulai memasukinya. Dan ava masih mengikutiku dan terus memperhatikkan tempat ini.


Ada dua buah kasur single di kamar ini disertai benerapa furniture yang lumayan lengkap dan sudah tertata dengan rapi.


Aku segera meletakkan ranselku di atas sebuah meja. Begitu juga dengan Ava.



"Wah ... Bahkan dari sini kita juga bisa melihat gunung Fuji! Ini sungguh keren sekali, Shin!" ucap Ava yang segera berlari mendekati jendela untuk menyaksikan gunung Fuji di senja hari ini.


Dan aku berjalan mendekatinya untuk ikut melihat pemandangan indah itu bersamanya.


"Sangat indah. Sudah lama sekali aku tidak melihatnya ..." ucapku yang kini sudah berdiri di sebelah Ava.


"Kapan terakhir kali kau kesini, Shin?"


"Mungkin 2 tahun yang lalu ..." ucapku datar. "Apa kau lapar, Ava?"


"Belum ... Aku sudah makan sebelum berangkat tadi."


"Kau mau berkeliling? Atau mandi? Atau mau berendam air panas?" tanyaku padanya.


"Hhm? Bisakah kita beristirahat dulu sebentar disini, Shin?" ucap Ava yang masih menatap gunung Fuji dengan senyum manisnya.


"Baiklah ... Aku akan menemanimu." ucapku tersenyum dan sedikit meliriknya.


Sadar sedang aku perhatikan terus, kini Ava melirikku sedikit, "Kenapa menatapku terus? Gunung Fuji ada di seberang!" ucapnya dengan konyol dan tertawa kecil.


Aku tersenyum lebar mendengar ucapannya dan malah mendekatkan diriku padanya. Sementara Ava hanya menatapku dengan bingung.

__ADS_1


"Sudah lama sekali ... Dan kita tidak pernah melakukannya setelah menjalin ikatan ini ..." ucapku semakin mendekatinya.


__ADS_2