
Aku dan Ibby bangun kesiangan hari ini. Ini gara-gara semalaman main play station nih.๐
Aku dan Ibby bergegas mandi dan segera berangkat ke sekolahan menaiki motorku dengan ngebut. Bahkan kita tak sempat menikmati sarapan. ๐
Aku dan Ibby memasuki halaman sekolah tepat semenit sebelum gerbang ditutup oleh penjaga sekolah. Setelah memarkir motor, kita segera berlari ke kelas.
Dan kita sampai di kelas sebelum guru datang.
" Kalian kok bisa telat bersamaan?" tanya Aso yang melihat aku dan Ibby baru datang memasuki kelas.
" Ini gara-gara main game semalaman nih.." sahut Ibby.
" Kau kan yang mengajakku malam itu.." sahutku.
" Hehe..." Ibby nyengir lebar.
" Kau menginap di rumah Shin, Ibby?" tanya Shika.
" Yeap." sahuy Ibby.
" Kenapa tak mengajak kita?" tanya Aso.
" Ah semalam aku mendadak lagi ingin ke tempat Shin. Jadi nggak ngabari kalian." sahut Ibby.
" Bilang aja lagi kesal sama pria yang melabrakmu itu deh." timpalku meledek Ibby.
" Apa? Ada pria yang melabrak Ibby?" tanya Igarashi dan Aso bersamaan.
" Siapa pria itu?" tanya Shika.
" Apaan sih. Dasar Shin ember...!!" Ibby melempar ranselnya padaku.
Sedangkan aku tertawa kecil melihat ekspresi Ibby yang sedang kesal.
Tiba-tiba wali kelas kita memasuki kelas. Dan memulai pelajaran hari ini.
...***...
Pulang sekolah aku memutuskan untuk pergi ke taman Yamashita.
Ya.. Hari ini aku akan bertemu dengan Norie. Kira-kira seperti apa dia sekarang ya?
Dan apa yang harus aku katakan padanya nanti? Apa yang harus aku lakukan saat bertemu dengannya nanti?
Mengapa aku merasa sedikit gugup ya?
Ada apa dengan diriku? Tidak mungkin aku masih menyukainya kan...??!! Jelas itu sangat tidak mungkin..!!
Aku duduk di salah satu bangku taman. Menikmati pemandangan dan keindahan sore hari Taman Yamashita. Bunga-bunga bermekaran dengan sangat cantik.
Tak lama kemudian ada seseorang yang menghampiriku. Aku mendongak menatapnya. Seorang gadis sedang berdiri dihadapanku yang sedang terduduk di bangku taman.
Seorang gadis dengan senyuman manis dan wajah bersinar sedang menatapku. Rambutnya panjang dan sedikit bergelombang berwarna merah muda. Walaupun warna rambutnya sangat mencolok, tapi menurutku dia sangat manis dan sangat cocok untuknya.
Dia memakai dress biru bercorak putih, mengenakan baju hangat berwarna kuning lembut, dan memakai sepatu booth putih setengah betis.
Dia terlihat sedikit dewasa, anggun dan sangat cantik. Aku terpana dan tak sadar telah memandanginya terus daritadi.
__ADS_1
" Hai..." sapanya membuyarkan lamunanku.
" Eh.. Ehm.. Iya..." kataku sedikit terkejut.
" Masih ingat padaku, Shin?"
" Tentu saja." aku tertawa kecil sedikit salah tingkah. Ada apa denganku..?! "Ehm, Kau sangat berubah. Aku hampir saja tak mengenalimu." candaku. Dia tersenyum manis mendengar ucapanku.
" Kamu juga sangat berubah."
" Ahaha.. Iya. Aku berubah jadi tambah berat badan dan tambah tinggi." aku tertawa kecil. "Tapi kau tumbuh menjadi seorang gadis yang sangat cantik dan sempurna." kataku pelan.
Aku melihat dia tertawa renyah. Manis sekali. Tak bosan aku menatapnya.
Arrggh...!!
Apa yang sedang kau pikirkan, Shin?! Sadarlah..!! Dia bahkan pernah menyakiti dan mengkhianatimu..!!
" Kau juga sangat tampan sekarang." kata Norie yang masih tersenyum padaku.
" Benarkah?" kenapa ada sedikit rasa bahagia saat dia mengatakannya.
" Yah. Seingatku dulu kau sedikit cupu." dia tertawa meledekku.
" Ah.. Masa?"
" Tidak, Shin. Aku bercanda." dia kembali tertawa kecil. "Boleh aku duduk di sebelahmu?"
" Oh.. Tentu saja." kataku sedikit bergeser. Lalu tanpa ragu dia langsung duduk di sampingku.
" Senang sekali rasanya bisa bertemu denganmu lagi." kata Norie tanpa henti-hentinya menatapku.
Tidak kusangka kita kembali akrab lagi. Padahal setelah putus dengannya aku sempat membencinya.
" Siapa pacarmu sekarang, Shin?" tanyanya penuh minat.
" Pacar?"
" Hhm.. Tentu kau pasti punya kekasih kan?"
" Ahahaha... Kamu masih sama seperti dulu ya." aku tertawa kecil. "Sebelum kita jadian kau sempat menanyakan itu padaku. Dan akhirnya aku malah menyatakan cinta padamu."
" Kau masih mengingatnya, Shin? Ingatanmu luar biasa...!!" kata Norie takjub.
" Tentu saja aku ingat. Bagaimana denganmu?" aku menatap Norie lurus-lurus.
" Aku?"
" Ya.. Gadis secantik kamu pasti juga nggak mungkin nggak punya kekasih. Benar begitu bukan?" pancingku.
Norie tersenyum menatapku lalu dia terdiam dan menunduk.
" Benar kan?" tanyaku lagi.
" Aku tidak mau dengan mereka." katanya lalu menatapku.
" Kenapa? Tak pantaskah salah satu dari mereka untuk menjadi kekasihmu?" aku menaikkan salah satu alisku dan masih terus menatapnya.
" Yang aku rasakan adalah hampa dan kosong. Aku tak ada perasaan dengan mereka."
__ADS_1
" Oh..." aku mengalihkan pandangan. " Oh iya. Ngomong-ngomong kenapa tiba-tibamencariku sampai Kanagawa?"
" Sebenarnya.. Sudah lama aku mencarimu, Shin. Aku mencarimu di rumah lamamu. Tapi ternyata kau sudah pindah."
" Iya. Kakek mengajakku pindah saat itu."
" Dan nomor ponselmu yang dulu tak bisa dihubungi."
" Ponselku rusak saat itu. Dan aku ganti ponsel."
" Oh."
" Tapi.. Darimana kau mendapatkan nomor ponselku yang baru?"
" Aku mendapatkannya dari Hiruma. Teman sekelas kita itu.."
" Oh..."
" Kudengar kau memimpin VCPD ya? Wah.. Kau hebat sekali, Shin." Norie bertopang dagu dan menatapku kagum.
" Hebat apanya? Kerjaannya hanya berhubungan dengan penjahat." keluhku. "Membosankan."
" Tapi menurutku itu sangat keren kok." katanya bersemangat. " Shin. Kau mau menemaniku menghabiskan sisa sore ini dengan berkeliling Yokohama?"
Aku terdiam beberapa saat dan berpikir sejenak.
"Ehm. Tentu saja. Kau mau pergi kemana? Biar aku antar.."
" Ehm aku ingin melihat Sea Paradise..." katanya bersemangat.
" Baiklah!" aku tersenyum menatapnya dan segera mengajaknya untuk menaiki motorku.
Ya.. aku dan Norie berkeliling ke Yokohama dengan menaiki motorku.
Kita pergi ke area Kanazawa.
Kanazawa adalah kota di daerah laut yang berada di sebelah utara Kota Yokohama. Kota ini dikenal sebagai taman hiburan terpadu yang memiliki akuarium bernama Sea Paradise. Di sini Anda bisa menemukan toko kuliner yang menyediakan makanan olahan hasil laut, seperti sushi, sashimi, dan lainnya.
" Whoaa.. Ini keren sekali.." kata Norie terlihat sangat senang. " Wah.. Ada ikan nemo juga, Shin." dia tersenyum menatapku.
Aku hanya tersenyum lalu ikut melihat ikan nemo yang dia maksud tadi.
Selanjutnya aku mengajaknya ke Yokohama Cosmoworld. Lokasi Yokohama Cosmoworld berada cukup dekat dengan Landmark Tower sehingga kitabisa langsung ke taman hiburan ini setelah puas menjelajahi gedung tertinggi kedua di Jepang itu. Taman hiburan ini terlihat sangat mencolok berkat adanya Yokohama Cosmo Clock 21 Ferris Wheel, sebuah bianglala raksasa yang terlihat gemerlap di malam hari.
" Shin.. Ayo naik Ferries Well..!!" Norie menarik tanganku dan segera membeli tiket. Dan akhirnya kita menaiki Ferris Wheel bersama.
Situasi macam apa ini?
Kenapa kita seperti sedang berkencan saja??
Norie duduk dan memperhatikan view malam dari atas Ferris Wheel. Aku diam-diam mencuri pandang padanya. Dia terlihat sangat bahagia dan dia terlihat sangat cantik. Sama seperti saat itu. Dia selalu cantik di mataku..
Dan terakhir aku mengajaknya ke Enoshima Sea Candle. Enishima Sea Candle adalah nama sebuah mercusuar yang letaknya di Pulau Enoshima. Nah, Enoshima sendiri merupakan pulau kecil di lepas pantai Prefektur Kanagawa. Pemandangan di pulau ini sangat kontras dengan Kota Yokohama karena di sini masih banyak dihuni oleh pohon-pohon hijau yang rimbun.
Kegiatan yang bisa dilakukan di Enoshima Sea Candle adalah naik ke atas puncaknya dan menikmati pemandangan 360 derajat dari Teluk Sagami, Gunung Fuji, Kota Kamakura, dan Landmark Tower. Nah, kalau berkunjung di malam hari, kamu tidak bisa masuk ke mercusuarnya, melainkan hanya bisa memandanginya dari luar saja.
__ADS_1