VCPD ( Virtua Cop Police Detective )

VCPD ( Virtua Cop Police Detective )
Penangkapan Key


__ADS_3

"Mau bergabung denganku? Aku akan memenuhi semua yang kau mau. Dan aku akan menjadikan namamu besar!" ucap Key mengiming-imingi Sidho.


"Hhm? Bagaimana ya ..." ucap Sidho mempertimbangkan. "Sebenarnya aku lebih suka bergerak sendiri. Namun sepertinya akan menarik. Aku akan mempertimbangkannya lagi nanti, Bos!" imbuh Sidho lagi.


"Well, Okay! Ayo kita segera mulai saja! Kalau kamu tak bisa memuaskanku aku akan benar-benar melemparmu dari jendela kamarku!" ancam Key lalu melepas ikat pinggangnya dan mulai melepas celananya.


Oh My! Bagaimana ini? Saat ini aku masih mengawasi dari dalam mobil, sementara Gavin, Yama, Ichi, Ibby, Lee, Hakken, dan Aso sudah mulai bergerak mendekati kamar hotel itu perlahan. Yeap, Yama dan Ichi sudah menyusul dan segera berbabung bersama yang lainnya.


"Cepat lakukan!" Key meraih bahu Sidho dan membuatnya terduduk bersimpuh di hadapannya lalu menarik rambut Sidho dengan paksa untuk mendekatkan kepada miliknya.


Oh Key sialan! Menjijikkan sekali dia! Maafkan aku, Sidho! Aku sudah membuatmu terjebak pada situasi seperti itu.


Baik, sekarang kita lihat ... Apa yang akan dilakukan oleh Sidho saat ini? Aku juga merasa sedikit penasaran!


Setelah menunggu beberapa saat dan sedikit tegang aku mendengar teriakan kencang dari Key.


"Akhhh ... Bocah sialan kau ini! Beraninya kau melakukan itu padaku!"


Melakukan apa ya? Mungkinkah Sidho telah menggigit kepunyaan Key? Aih... Aku bergidik ngeri dan ngilu sendiri.


"Wah ... Sidho ..." Igarashi menutup matanya dengan kedua tangannya kali ini.


"Shika, Iga. Aku akan menyusul mereka dulu. Kalian tetaplah berjaga disini!" ucapku lalu turun dari mobil.


"Okay, Shin!" sahut mereka berdua bersamaan.


Wah sepertinya Sidho saat ini sedang dalam bahaya. Semoga dia bisa menghadapi Key. Sementara para pengawalnya akan menghadapi yang lainnya dulu.


Saat aku menuju ke lantai 4, mereka sedang bertarung satu sama lain. Sementara para tamu hotel lainnya segera berlari menjauh karena sangat ketakutan.


Aku segera ikut membantu yang lainnya untuk membereskan para pengawal itu.


Cukup menghabiskan banyak waktu dan tenaga saja untuk membuat mereka sedikit lengah. Hingga akhirnya keposisian Kanagawa datang dan memborgol mereka ber-7.


Kini kita berusaha untuk mendobrak kamar 403. Namun belum sempat kita melakukannya, pintu sudah terbuka begitu saja. Ternyata Sidho yang membukanya. Dia tersenyum lebar dan meringis saja.


Aku menghembuskan nafas lega mengetahui dia baik-baik saja. Syukurlah ...


Namun tiba-tiba dari arah belakang Sidho, terlihat seorang pria sedang menodongkan pistolnya ke arah Sidho. Belum sempat aku melakukan sesuatu, sebuah peluru melesat begitu saja dari senapan api itu.


Tar ...


Sidho terdiam karena sedikit terkejut lalu berbalik perlahan.


"Dasar brengsek sialan kau!" umpatnya lalu melompat ke arah pria itu dan melayangkan beberapa tinjunya hingga pria itu tak sadarkan diri.


Setelah itu Sidho ambruk begitu saja dan meringkuk di lantai. Pada bagian dada kirinya sudah bersimbah darah.


Tidak! Tidak mungkin peluru itu mengenai jantungnya!


"Sidho!" aku segera berlari ke dalam dan meraih tubuh Sidho.

__ADS_1


Aku segera mengecek nadinya dan masih tersa denyutnya. Lalu aku melihat tembakan itu dan memperhatikannya dengan seksama. Seharusnya tidak mengenai jantung! Jadi Sidho akan baik-baik saja!


"Kalian kenapa diam saja? Cepat panggil pertolongan!" perintahku kepada mereka.


"Sudah, Shin! Aku sudah menghubungi ambulan!" ucap Aso dengan cepat.


"Sidho! Kamu harus bertahan!" ucapku dengan berat.


"Hhm? Setidaknya kalaupun aku mati sekarang ... Aku akan mati dengan keren, Shin!" sahut Sidho pelan disertai senyuman tipisnya.


"Tidak! Jangan bicara omong kosong! Kau harus tetap hidup! Aku tak akan membiarkanmu mati begitu saja! Jadi bertahanlah sebentar lagi!" ucapku sedikit gelisah.


"Hhm ..." sahutnya pelan dengan senyum tipisnya.


Beberapa saat, ambulance sudah datang dan segera membawa Sidho ke rumah sakit terdekat. Yang ikut di dalam ambulance adalah Yama dan Ichi. Sementara aku mengendarai motor bersama Gavin. Sedangkan yang lainnya menaiki mobil.


Setelah sampai di rumah sakit, Sidho segera di bawa ke ruang UGD dan segera menjalani oprasi untuk pengambilan peluru itu.


Kita semua menunggu di depan ruangan. Sekarang hanya tinggal aku, Yama, Ichi, dan Aso. Sementara yang lainnya sudah pulang duluan.


Beberara saat tiba-tiba Ava datang dengan berlari kecil. Dan dia segera menghampiriku yang sedang berdiri bersandar pada dinding rumah sakit.


"Shin ... Kau baik-baik saja? tanya Ava yang terlihat begitu khawatir.


"Hhm. Aku baik-baik saja. Kau kenapa datang sendiri kesini malam-malam?"


"Tentu saja aku ingin melihatmu! Mereka bilang kau sempat terjebak dalam sebuah rumah yang sudah dipasang peledak. Aku sangat khawatir padamu, Shin ..." ucap Ava dengan mimik wajah yang sedikit murung.


"Syukurlah ... Lalu dimana Sidho?"


"Sedang menjalani oprasi." jawabku dengan singkat.


"Semoga dia baik-baik saja ..." kata Ava yang juga terlihat sangat khawatir.


"Tentu saja Sidho akan baik-baik saja!" sahutku dengan seulas senyum menatapnya. "Ava ..." kini aku memegang kedua bahunya.


"Ya ..."


"Sabtu sore aku akan menjemputmu dan kita akan ke villa Mitzuru."


"Hhm?" beberapa saat Ava terdiam sedikit bingung, lalu tiba-tiba saja wajahnya memerah dan dia segera menunduk.


"Baiklah ..." jawabnya pelan.


Aku tersenyum lebar mendengar jawabannya barusan. Dan aku merasa sedikit puas. Akhirnya aku akan melihat sosok anggun dari seorang Ava lagi.


Ini sungguh sebuah keajaiban!


"Shin, aku mama menghubungiku dan memintaku untuk segera pulang nih." ucap Aso tiba-tiba.


"Pulanglah, Aso! Aku akan disini menemani Sidho!" ucapku pelan.

__ADS_1


"Tolong sampaikan salamku untuk Sidho saat dia sudah sadar ya ..." ucap Aso sambil meraih ranselnya kembali.


"Hhm." sahutku singkat.


Akhirnya kini tinggal aku, Ava, Yama dan Ichi.


"Kau mau menginap disini, Shin?" tanya Yama mengerutkan keningnya.


"Yeap. Aku akan menjaganya. Kalian saja yang pulang ..." kataku dengan datar.


"Tidak! Sidho sedang membutuhkan teman-temannya saat ini!" ucap Ichi ikut-ikutan.


"Hhm ... Baiklah. Kita akan menunggu bersama saja deh ..."


"Shin. Bagaimana kalau kamu membersihkan diri dulu. Lihatkah, banyak bekas ledakan yang menghiasi wajah dan tubuhmu!"


"Hhm? Aku tapi tak membawa baju ganti." ucapku seadanya.


"Aku sudah bawakan. Dan aku akan membantumu membersihkannya. Di sebelah ada ruangan kosong yang sedang tidak terpakai. Ayo kita kesana!" Dengan cepat Ava segera menarikku.


...***...


...Hallo sahabat Virtua Cop Police Detective ( VCPD ). Jangan lupa untuk selalu mendukung Shin dkk ya ......


...Dengan :...


...Like...


...Comment...


...Kilick "Favourite"...


...Vote...


...Gift...


...Karena dukungan dari sahabat adalah moodboster terbaik untuk Author....


...Sambil menunggu VCPD up, mampir juga yuk ke Novel baru adaptasi dari sebuah komik aku yang nggak kalah seru .. Pecinta kultivasi, time travel merapat yuk ......


...Kehidupan seorang pecundang yang berubah drastis setelah seorang nomor 1 di dunia kultivasi telah merasuki tubuhnya....


...Simak kisah keren Chang Kunzi yang telah merasuki tubuh Lin Mu di novel ...


...Aku Seorang Sampah....



...Jangan lupa juga ya mampir ke novel dibawah ini juga ya, karya temen aku ♡♡...


__ADS_1


__ADS_2