VCPD ( Virtua Cop Police Detective )

VCPD ( Virtua Cop Police Detective )
Penculikan


__ADS_3

Sebenarnya agak ngeri juga mendatangi hutan itu malam-malam begini.


Di siang bolong saja suasana hutan ini sudah sangat mencekam. Apalagi di malam hari.


Selain dengan cerita mistisnya yang sangat kelam, sebenarnya hutan Aokigahara memiliki suhu yang sangat dingin di malam hari.


Setelah sampai di hutan itu , aku dan Ibby mulai menyusuri pita pita yang terpasang di pepohonan hutan itu. Konon katanya pita-pita ini dipasang untuk membantu pengunjung agar tidak mudah tersesat dan bisa menemukan jalan keluar. Karena hutan ini sering menyesatkan orang yang mengunjunginya.


Tiba-tiba dari sebuah pohon turunlah seorang pria.


"Shin, bukanya dia perampok yang bersama Victor dulu itu?" bisik Ibby padaku.


"Sepertinya iya. Tapi bagaimana mungkin dia disini? Bukannya kepolisian Kanagawa sudah menangkapnya?" bisikku kepada Ibby.


"Saat itu aku berhasil melarikan diri! Dan Victor memintaku untuk menghabisi kalian semua!" katanya seolah bisa membaca pikiranku.


"Sebenarnya apa tujuan kalian?" tanyaku tegas.


"Menghabisi kalian semua. Terutama kau!" dia menatapku tajam. "Karena kau sudah ikut campur masalah kita, maka kau juga akan kuhabisi!"


"Yang benar?" aku tersenyum mengejek. "Apa yang bisa diperbuat oleh seorang pria seorang diri. Dua lawan satu! Apa kau bisa?"


"Bukan 2 lawan 1! Tapi 2 lawan 7. Gyahahahahaha ... Kalian keluarlah!"


Tiba-tiba dari pepohonan turun pria-pria berbadan kekar dan besar. Mereka mengepungku dan Ibby. Aku dan Ibby saling membelakangi.


"Kalian pikir kita tak punya anggota lain? Hah? Yang tertangkap pihak kepolisian itu baru seberapa saja." pria tadi menyeringai dengan matanya yang tajam dan tekad ingin membunuh.


"Heh! Aku tak mau main-main! Aku ini juga polisi tau!" ketusku lalu memberikan tembak peringatan ke langit. "Sekarang kembalikan Ava!"


"Kalau kau berhasil mengalahkan kami. Maka akan kukembalikan dia. Tapi sayang ... Aku tak tau pastinya dia masih hidup atau tidak."


"Hah! Apa maksudmu? Kau akan menyesal kalau sampai Ava kenapa-kenapa!"


"Shin, kenapa kau khawatir sekali dengannya? Jangan-jangan kalian ..." kata Ibby belum menyelesaikan ucapannya.

__ADS_1


"Ibby, Ehm ... Dia kan teman kita juga! Jadi sudah pasti aku juga khawatir dong!"


"Kalian cepat serang mereka!" perintah si cowok yang masih di atas pohon, yang sepertinya merupakan bosnya.


Lima orang mengkeroyok kita berdua. Mereka mengepung kita dengan membuat lingkaran. Sementara aku dan Ibby saling berdiri membelakangi di dalam lingkaran itu. Sedangkan si bos tadi asyik menonton dari atas pohon. Satu lagi entah dimana dia? Sebenarnya aku ingin sekali menendang dan menghabisi si bos itu. Tapi sepertinya aku harus menyelesaikan kelima orang yang sedang menyerang kita ini dulu.


Dan mereka mulai menyerang kita berdua. Aku dan Ibby hanya bersenjatakan pistol. Tapi kita tak akan menggunakannya kecuali dalam keadaan darurat.


Cukup melelahkan juga melawan mereka berlima. Sedangkan kita hanya berdua. Apalagi mereka tergolong pria kekar dan berotot dan pastinya sangat kuat.


"Ibby! Awas!" aku berlari ke arah Ibby karena seorang pria hendak menusuknya dari belakang.Aku berhasil menendang pria itu. Tetapi tiba-tiba aku diserang dari arah samping oleh salah satu dari mereka. Dia menendangku sehingga aku terjatuh tersungkur diatas tanah. Hah! Sial!


"Baka ( bodoh )! Lawanmu adalah aku! Tak akan kubiarkan kau mengacuhkanku begitu saja!" kata yang menendangku tadi.


"Shin, awas!" Ibby menangkis serangan seorang pria lainnya yang berusaha menyerangku dari sisi samping lain. Tetapi Ibby malah terpental jatuh karena terkena serangan pria yang lainnya lagi.


"Fokuslah pada lawanmu sendiri!" kata pria yang menyerang Ibby. "Dalam pertandingan kau hanya boleh melindungi diri sendiri! Kalau kau berusaha melindungi orang lain, maka kau yang akan rugi sendiri!"


"Aku tidak peduli!" teriak Ibby. "Tak akan kubiarkan kalian menyakiti temanku!"


"Iya! Aku juga akan merasa tidak berguna kalau aku tidak bisa menyelamatkan orang lain!" kataku tegas.


Tiba-tiba pandanganku tertuju pada suatu tempat yang tak jauh dari situ. Aku melihat seorang gadis yang terduduk terikat di pohon. Disebelahnya ada seorang pria berjaga.


Tid ... Tidak! Bukankah itu Ava?


Aku harus segera menyelamatkannya!


"Ava!" teriakku.


"Percuma saja! Dia sudah mati! Siapa suruh kau datang terlambat!" teriak cowok yang di atas pohon.


"Tidak!" bantahku lalu aku hendak berlari mendekatinya. Tapi salah satu dari mereka menghadangku.


"Hei, sudah kubilang. Akulah lawanmu!" katanya.

__ADS_1


"Arghh, Minggir kau!" kataku emosi.


"Hmm, Silakan ..."


Aneh sekali. Dia langsung minggir dan memberiku jalan.


Apa dia benar-benar bodoh? Haha ... Sepertinya dia musuh yang bodoh! Kena kau, Aku langsung berlari menghampiri Ava.


Namun pria yang sedang menjaga Ava langsung menghadangku. Dengan terpaksa aku harus membereskan dia terlebih dahulu. Dia tidak terlalu kuat seperti pria-pria sebelumnya. Dengan sekali tendangan putar dia sudah jatuh pingsan.


Kini aku langsung menghampiri Ava. Dia terduduk dan terikat dengan sebuah pohon besar. Dan dia terpejam...Wajahnya terlihat sangat pucat, dan tubuhnya sangat dingin.


"Ava ... Bangun!" kugoyangkan bahunya agar dia segera tersadar. "Ava, apa kau bisa mendengarku?"


"S ... Shin" katanya pelan. "Kaukah itu?" dia membuka matanya perlahan.


"Iya! Ini aku! Bertahanlah Ava! Aku akan menyelamatkanmu!" aku berusaha melepas ikatan tali yang mengikat Ava. Tapi belum selesai aku melepasnya, tiba-tiba ada seseorang yang memukulku dari belakang.


Arrghhh, Sial! Ternyata cowok bego tadi!


"Kau menipuku ya?!" katanya marah.


"Tadi kan kau sendiri yang mempersilahkan aku lewat. Dasar bodoh!" kataku lalu bangun.


"Arggghh ... Awas kau! Beraninya menipuku!" dia melayangkan tangannya hendak meninjuku tapi aku menangkis dan membuang tangannya lalu kutendang dia. Pria selanjutnya ada yang datang dan berusaha menendangku. Lalu aku menangkap kakinya lalu melemparnya ke popohonan.


Tak lama datang seorang pria lagi hendak menyerangku. Dia membawa sebuah belati. Dia mengayunkan dan mencambukkannya dan berhasil melukai punggungku.


"Arggghhh" rintihku.


Dia berusah mencambukku lagi tapi kali ini aku menangkapnya. Dari tanganku mengucur darah segar. Aku menariknya dan pria itu terjatuh.


Selanjutnya si pria bego kembali datang hendak menyerangku lagi. Dia berusaha menendangku dan meninjuku kali ini. Dan aku bisa menghindari serangannya dengan baik.


"Eh, Ada Viktor!" aku menuding ke arah selatan. Lalu dia menoleh ke arah selatan juga.

__ADS_1


Ahaha ... Kena lagi kau dengan tipuanku. Dengan cepat aku segera menendang kakinya dan dia terjegal jatuh. Lalu aku menghujani wajahnya dengan tinjuku.


Sesaat aku melihat ke arah Ibby, dia masih bisa mengatasi kedua pria itu dengan baik.


__ADS_2