VCPD ( Virtua Cop Police Detective )

VCPD ( Virtua Cop Police Detective )
Perjalanan ke Osaka


__ADS_3

" Kita akan kembali ke hotel lagi, Ibby. Bila kita beruntung kita akan menemukan sesuatu." usulku kepada Ibby.


" Oke.." sahut Ibby.


Akhirnya kita berdua kembali ke Daiwa Roynet Hotel untuk mengecek kamar 702 lagi. Dan ternyata Lee sudah menunggu di sana. Dia menunggu di bangku dekat front office hotel tersebut.


Kita bertiga segera menuju ke kamar 702 menyisiri seluruh kamar tersebut. Tapi sial..!! Kita tak menemukan petunjuk apapun di sini. Dia sangat cerdas tak meninggalkan putunjuk apapun.


Tiba-tiba ponselku kembali berdering. Aku melihat layar ponselku dan ternyata Ava yang menelponku.


" Ya, Hallo." sapaku. " Ada apa, Va?"


" Bagaimana? Apa kau sudah temukan pelakunya, Shin?" tanya Ava dari seberang.


" Aku sedang berusaha mencarinya. Dan kita sudah menemukan darimana tembakan itu berasal. Dan sekarang kita sedang berusaha mencari pelakunya." kataku pelan.


" Oh. Baguslah." kata Ava sedikit lega.


" Bagaimana kondisi Papa Ren?"


" Sangat kritis. Peluru itu mengenai ulu hatinya." kata Ava pelan. "Oh.. Shin, Ren memanggilku. Nanti akan kuhubungi kau lagi. Bye." Ava segera mematikan pangggilannya. Dan tak lama ponselku kembali berdering lagi. Kali ini Shika yang menghubungiku. Dan aku segera mengangkatnya.


" Ya. Shika. Bagaimana? Apa kau sudah menemukan sesuatu?" tanyaku sedikit tak sabar.


" Ya, Shin. Aku sudah menemukannya. Lexus silver itu melakukan perjalanan panjang dan berhenti di Osaka. Alamatnya sudah aku kirim melalui pesan." kata Shika.


" Oke. Kerja bagus, Shika. Aku akan segera pergi ke tempat itu." aku segera mematikan telponnya.


" Ibby, Lee kita harus ke Osaka secepatnya. Hubungi Aso dan Hakken untuk segera bersiap. Kita akan kembali ke rumahku dulu untuk mengambil mobil. Suruh Igarashi tetap berjaga di Rumah Sakit. Dan Shika tetap mengawasi navivator dari rumah." perintahku.


" Hai, Shin-sama..!!" kata Lee dan Ibby bersamaan sambil hormat padaku dengan ekspresi serius. Tapi tiba-tiba mereka mereka tertawa terbahak-bahak. Aku pun ikut tertawa bersama mereka.


" Gila..!! Kita sering ijin tidak masuk sekolah karena selalu menangani berbagai kasus. Kira-kira gimana nilai ujian kita nanti ya...?" kata Ibby yang masih tertawa kecil.


" Kan ada Shika!" sahutku meringis.


" Terus gimana dong nasibku dengan Hakken?" sahut Lee memelas 😭 "Otak kita kan juga pas-pasan nih..!!"


" Ah.. Soal itu aku akan melakukan negosiasi dengan juara kelas di kelas kalian.." kataku asal sambil tertawa kecil.


...***...


Aku dan Ibby bergegas untuk pulang ke rumahku untuk mengambil mobil VCPD. Sementara Lee menunggu di depan Daiwa Roynet Hotel.


Setelah mengambil mobil, kita menjemput Lee di Daiwa Roynet Hotel. Lalu kita menjemput Aso dan Hakken di rumah sakit. Dan kita segera melakukan perjalanan panjang menuju Osaka. Sementara Igarashi masih menemani Ava di rumah sakit, dan Shika tetap di rumah mengawasi navigator.

__ADS_1


" Kau yakin ini jalannya?" tanya Hakken yang duduk di belakang bersama Lee dan Aso.


" Seharusnya begitu. Aku hanya mengikuti peta yang dikirim Shika ini." sahut Ibby sambil menyetir mobil VCPD.


" Kalau pelaku belum bergerak lagi. Maka kita akan menemukannya di lokasi itu." sahutku.


Tiba-tiba ponselku kembali berdering. Ternyata Igarashi yang menghubungiku kali ini. Dan aku segera mengangkatnya.


" Hallo Iga. Ada apa?" kataku sambil melihat jalanan di sekitarku.


" Papa Ren sudah meninggal, Shin." kata Igarashi dari seberang .


Aku terdiam beberapa lalu mengambil nafas panjang lalu menghembuskan perlahan.


" Ya sudah. Kamu tetap berjaga disana ya. Kita akan segera menemukan pelakunya." kataku.


" Oke, Shin." sahutnya.


Aku segera mematikan telepon itu.


" Ada apa, Shin?" tanya Aso yang duduk tepat di belakangku.


" Papa Ren sudah tiada." kataku pelan.


" Hhm.." aku mengangguk pelan.


Sejenak suasana menjadi sangat hening. Dan Ibby tetap fokus mengemudikan mobil. Walaupun aku belum mengenal lama mereka tetapi medengar korban meninggal juga sedikit membuatku bersedih.


" Kita harus menangkap pelakunya..!! Harus..!!" kata Lee tajam.


" Ya. Kita akan segera menangkapnya..!!" sahut Hakken serius.


" Kita tak boleh lengah..!! Kita harus menangkapnya..!!" kataku tajam.


Ibby masih fokus mengemudikan mobil. Dan aku fokus memperhatikan peta lokasi yang diberikan oleh Shika. Lokasinya berada di dekat pegunungan dan hutan. Bahkan tak banyak rumah di sekitar sana. Kira-kira tempat seperti apa itu ya? Hhm... Aku akan segera menangkapmu, berandalan..!!


" Pertigaan belok kiri ya." kataku sambil terus melihat peta navigator itu


" Oke.." sahut Ibby.


" Nanti ada perempatan. Kita belok kanan ya, Ibby." kataku yang masih fokus menatap peta itu.


" Setelah itu kita akan menemukan sebuah bangunan pabrik tua. Dan kita lurus sedikit.." lanjutku. " Lalu akan ada pertigaan lagi. Kita belok kanan."


" Wakarimashita..!!" sahut Ibby.

__ADS_1


Ibby semakin menambah kecepatan laju mobilnya. Saat ini kita sudah memasuki kawasan hutan dan pegunungan yang hampir tak ada warga. Hanya ada beberapa warga yang kita jumpai di sepanjang jalan tadi. Aku terus memperhatikan keadaan sekitar.


Setelah beberapa saat akhirnya kita sampai juga di tempat itu. Yah.. Di hadapan kita sudah ada sebuah gudang tua yang sepertinya sudah lama tidak dipakai. Dan hanya ada satu bangunan itu saja di sekitar situ.



Kita semua bersiap untuk memasukinya dan memutuskan untuk memasukinya dari arah yang berbeda-beda. Aku akan melewati pintu depan. Aso dan Hakken lewat pintu samping. Sedangkan Ibby dan Lee akan melewati pintu belakang.


Setelah memberi aba-aba kepada mereka kita memasuki gudang tua itu dengan hati-hati.


Aku bersiap dengan pistolku dan memasuki lewat pintu depan dan ternyata pintu sama sekali tidak terkunci. Aku menyisiri setiap tempat yang berada di sekitarku.


Dimana dia? Seharusnya dia masih berada di tempat ini. Karena jika berandalan itu sudah kabur dari sini seharusnya Shika sudah memberiku kabar.


Well... Okay...


Aku akan segera menemukanmu..!!



Bruugghhh....


terdengar sesuatu dari arah belakang


Gubrak...


Bruggghh..


Aku segera berlari mendekati arah suara.


Tar...


Terdengar suara tembakan.


Kulihat Ibby dan Lee yang sedang berlari mengejar seseorang. Seorang pria yang mereka kejar sedang mencoba melarikan diri ke pintu depan.


" Shin. Tangkap dia..!!" teriak Lee yang masih mengejar pria itu.


Aku segera bersiap menghadap pria yang berlari ke arahku. Tapi ternyata dia membawa sebuah pisau kecil. Dia berusaha menyerangku dan kita sempat berduel. Dan beberapa saat saat aku lengah dia kembali berusaha melarikan diri.


Ibby dan Lee terus mengejarnya diikuti Aso dan Hakken.


Aso berhasil menembak salah satu kaki pria itu. Dan pria itu terjatuh. Lalu Ibby dengan cepat menghampirinya dan memborgol pria itu.


Kita semua kembali ke Kanagawa, Yokohama. Dan menyerahkan pria itu beserta bukti-bukti rekaman CCTV kepada kepolisian.

__ADS_1


__ADS_2