VCPD ( Virtua Cop Police Detective )

VCPD ( Virtua Cop Police Detective )
A Woman Police


__ADS_3

Malam ini Lee akan menyamar menjadi seorang pemakai n*rkoba. Dia akan menemui seorang pengedar di sebuah club. Pengedar yang sudah besar namanya di dunia obat-obatan terlarang. Bahkan dia sudah seperti bos.


Dan aku akan membuntuti Lee. Sebenarnya pengedar itu sudah lama sekali diincar oleh kepolisian. Namun kepolisian belum bisa menangkapnya karena informasi yang sangat terbatas dan tidak transparan.


Kita akan berusaha menangkap pengedar itu lalu akan menangkap si buronanan produsen. Karena selain mengedarkan, mereka juga membuat dan menciptakan obat-obatan terlarang jenis terbaru.


Kenapa harus Lee yang menemui pengedar itu? Yeap, karena dia adalah anggota VCPD baru. Dan masih banyak yang belum mengenalinya dengan baik.


Sementara Ibby, Aso, dan, Igarashi, Gavin dan Hakken akan menunggu dari luar club. Hari ini Gavin sudah mulai bergabung dengan VCPD.


Mereka berlima dibagi menjadi 2 kelompok. Dengan 2 mobil. Ibby, Aso dan Igarashi di mobil satu. Sementara Gavin dan Hakken di mobil lainnya.


Sementara Shika tetap mengawasi navigator dari rumahnya.


Lee mulai memasuki cafe itu. Dia tidak melakukan perubahan besar pada penampilannya. Karena memang belum banyak yang mengetahui member baru VCPD satu ini.




Sedangkan aku terus membuntutinya dari belakang yang berjarak kira-kira 3-5 meter. Sebenarnya aku juga tidak banyak melakukan perubahaan pada penampilanku. Hanya memakai wig hitam saja. Karena memang aku disini hanya menyamar sebagai pengunjung club biasa.


Berbeda dengan Lee yang memang sudah memiliki sebuah janji dengan pengedar itu.



Lee mulai berjalan menyusuri club itu. Tempatnya sedikit remang-remang dan sangat berisik dengan musik yang membuatku pusing saja. Disini juga terdapat berbagai ruangan dan disewakan khusus untuk para pengunjung. Lee segera memasuki sebuah ruangan. Sementara aku berusaha untuk memasuki ruangan si sebelahnya untuk tetap mengawasinya. Namun ternyata ruangan yang hendak aku masuki adalah sudah dibooking dan ditempati oleh segerombolan remaja.


"Hoi, Siapa kamu?" ujar salah satu pria menatapku dengan tajam.


"Kenapa berani sekali memasuki ruangan kami?" ujar yang lainnya lagi. Dia pria yang sedikit gemuk dan dipenuhi banyak tato. Gaya rambutnya punk dan di cat blonde.


"Benar! Apa kau mau kuhabisi dalam sekejap?" ujar pria yang lainnya lagi.


Aku hanya terdiam menatap mereka dengan tajam. Lalu aku menatap salah satu gadis diantara mereka yang sepertinya mulai tertarik denganku. Dan aku melemparkan senyuman mautku padanya.

__ADS_1


"Oh, Dia adalah kenalanku!" ucap gadis itu lalu bangkit dari duduknya dan dia mulai berjalan mendekatiku. Dia segera memeluk lenganku dengan erat. "Sayang. Kau lama sekali!" dia mulai menarikku untuk duduk bergabung bersama mereka.


Kebetulan sekali dia mengajakku duduk di dekat pembatas sebelah ruangan yang tadi dimasuki Lee. Pembatas dari tiap ruangan hanyalah dengan memakai kain-kain mewah berwarna-warni dan juga lampu-lampu yang sedikit remang.


Mereka semua segera melanjutka pesta mereka dengan meminum red wine. Aku sedikit menyibak tirai pembatas itu untuk melihat Lee bersama pengedar itu.


"Sayang. Siapa kamu sebenarnya?" tiba-tiba ada yang berbisik di dekat telingaku. Sehingga aku mengalihkan pandanganku dari ruang sebelah. Aku sudah melihat gadis tadi dekat sekali denganku.


"Aku Shin. Dan aku sedang mencari seseorang disini ..." kataku juga berbisik padanya. Tak lupa aku memberinya sedikit senyumanku.


"Siapa yang kau cari?" dia mulai mendekatkan wajahnya padaku. Dan kini wajah kita hanya berjarak beberapa inchi saja. Aku segera memiringkan sedikit wajahku untuk menghindarinya.


Nafasnya bau rokok dan alkohol. Gadis ini sudah sedikit mabuk deh.


"Kenapa diam saja?" rengeknya sambil menarik sedikit kerah bajuku.


"Maaf, Nona. Tapi nafasmu bau rokok." ucapku pelan.


Gadis itu malah tertawa kecil mendengar ucapanku.


"Benar sekali. Dan aku tidak suka dengan gadis yang merokok." kataku dengan tersenyum samar padanya.


"Oh, Maafkan aku. Aku bisa merubah kebiasaanku kalau kau mau." katanya menggodaku.


Aku tersenyum menatapnya lalu aku melirik ke arah ruangan sebelah lagi. Sepertinya Lee sudah menemukan pengedar itu. Pria yang sedang dia temui dengan memakai pakaian tuxedo yang duduk di atara para gadis itu.


Pria itu menyerahkan sebuah botol kecil kepada Lee dan Lee mulai menyodorkan sebuah amplop tebal berisi beberapa uang.


Belum sempat aku dan Lee bertindak, tiba-tiba saja ada seorang gadis memasuki ruangan itu. Dia menendang seorang pria yang sedang berdiri di dekat pintu masuk. Dan dia mulai menyerang kaki tangan si bos / pengedar itu. Akhirnya Lee juga ikut turun tangan untuk melawan pria-pria itu.


Gadis itu sangat pandai berkelahi. Dia terlihat sangat tajam dan cekatan dengan rambut pendeknya. Dia mengenakan sebuah sebuah jaket kulit berwarna hitam, celana panjang hitam. Siapa dia ya?


Karena Lee dan gadis itu terlihat sedikit kewalahan menghadapi segerombolan pria itu akhirnya aku segera melompat dan ikut dalam perkelahian itu. Aku bertarung dengan tangan kosong dan tidak mengeluarkan pistolku.


Kita bertiga melawan pria-pria yang merupakan kaki tangan si bos itu.

__ADS_1


Setelah para kaki tangan itu kita kalahkan, kini wanita itu menangkap si bos. Alias si pengedar itu.


Aku dan Lee merasa sedikit terkejut.


"Siapa kau?" tanyaku pada gadis itu. "Serahkan dia pada kami!" Aku berusaha menarik si pria pengedar dari gadis itu. Tapi gadis itu menahannya. Itu membuatku semakin bingung. Sebenarnya siapa dia?


"Dia adalah targetku!" ucap gadis itu lalu memborgol pria itu.


Jadi wanita itu adalah seorang polisi ya?


"Maaf, Nona! Tapi kita duluan yang bergerak mau menangkapnya!" ucap Lee tak terima.


"Tapi aku yang menangkapnya duluan!" ucap wanita itu dengan sorot mata yang tajam.


"Kau dari kepolisian mana?" mengapa aku tak pernah melihat gadis itu ya?


"Aku dari Shinjuku! Dan aku akan membawa pria ini karena aku sudah lama mengincarnya!" gadis polisi itu segera menggiring pria itu untuk keluar dari club ini.


"Shin. Bagaimana ini?" ucap Lee.


"Biarkan saja!" sahutku sambil terus melihat kepergian mereka.


"Tapi bagaimana dengan misi kita selanjutnya? Karena pria itu adalah kuncinya!"


"Aku memasang alat pelacak pada pria itu tadi! Dan kita akan mengikutinya sekarang!"


Aku dan Lee segera keluar dari club dan bergabung dengan yang lainnya. Aku dan Lee menaiki mobil bersama team 2 bersama Gavin dan Hakken.


Kita segera mengikuti mereka melalui pelacak. Dan benar saja mereka pergi ke arah Shinjuku.


Gadis itu membawa pria itu di kantor kepolisian Shinjuku satres Nark*oba.


"Baiklah. Lebih baik kita pulang dulu! Besok kita kisini lagi." ucapku. Hakken segera mengemudikan mobilnya lalu kita kembali ke Kanagawa.


...***...

__ADS_1


__ADS_2