VCPD ( Virtua Cop Police Detective )

VCPD ( Virtua Cop Police Detective )
Ikatan Yang Sangat Rumit


__ADS_3

"Mau apa lagi kalian kesini?" todong Sidho saat mengetahui kedatangan kita ber-6.


"Mau mengajak kalian kembali!" teriakku pada mereka.


"Apa kalian mau bermain-main lagi denganku? Sudahlah! Kalian pulang saja! Malam ini aku sedang ada urusan!" usir Sidho.


"Kita tidak tidak akan pergi sebelum kau mau kembali!" kataku mantap.


"Kalian memang bodoh dan keras kepala !!" ketus Sidho.


Tiba-tiba Ichi berjalan mendekati Sidho dan membisikinya sesuatu.


"Jadi begitu ya?!" Sidho mengambil semacam senjata ninja dari sakunya dan kemudian melemparnya ke arah selatan. Apa yang sedang dia lakukan?


"Arrgghh ..." terdengar suara dari arah semak-semak diarah selatan.


"Siapa disitu? Keluarlah! Aku sudah tau kau disitu!" kata Sidho sangar.


Dari balik semak-semak keluarlah seorang cowok bertubuh tinggi, besar, dan kekar. Lengan kanannya berdarah. Mungkin terkena senjata Sidho tadi. Di lehernya ada bekas jahitan yang sangat panjang. Siapa dia?


"Kau rupanya!" kata Sidho. "Mau apa lagi kau datang kesini?"


"To kill you of course ..." cowok tadi menyeringai lalu berlari kearah Sidho. Dia menguarkan dan mengayunkan samurainya ke arah Sidho.


"Aku yang akan membunuhmu!" ketus Sidho lalu menangkis serangan cowok tadi dengan pisau kecilnya. "Kau tak akan kumaafkan, Victor! Kau sudah membunuh ibu dan ayah !! Kau brengsek, Victor !!" Sidho menendang perut cowok tadi.


"Kalian keluarlah! Kalian bereskan teman-temannya! Sedangkan adikku yang manis ini biar aku yang urus!" kata cowok yang dipanggil Victor tadi.


Lalu dari semak-semak keluarlah segerombolan pria bertubuh kekar. Jumlah mereka cukup banyak. Kira-kira 10 orang. Dan mereka langsung menyerang kami.


"Iga! Menjauhlah!" teriakku. Lalu Igarashi bergegas pergi menjauh.


Sidho dan Victor bersaudara? Lalu mengapa mereka berkelahi dan saling menyerang ? Sidho bilang tadi Victor telah membunuh ayah dan ibunya. Sebenarnya apa yang terjadi ?


Aku berhasil mengalahkan beberapa orang dari mereka. Tapi jumlah bereka masih terlalu banyak. Diam-diam aku menyuruh Igarashi untuk segera menghubungi Kepolisian Kanagawa.


Beberapa saat pihak kepolisian telah datang. Dan mereka menangkap Victor dan kawan-kawannya.


"Shin, terima kasih." kata Sidho.


Sidho berterima kasih padaku? Jujur aku sempat sangat kaget mendengarnya. Sudah runtuhkah dinding es pertahanan Sidho? Ah, Kalau memang iya aku akan sangat merasa senang.

__ADS_1


"Sama-sama. Kalau boleh tau siapa pria yang kau panggil Victor itu?" tanyaku pada Sidho.


"Kakakku. Tapi sejak kejadian itu aku tak pernah lagi menganggapnya sebagai kakakku lagi." Sidho menerawang jauh. Tatapannya kini berubah. Sidho yang kulihat biasanya terlihat adalah Sidho yang sangat dingin, kejam, bengis, seperti preman jalanan. Tapi Sidho yang dihadapanku ini, Seolah aku bisa merasakan kehangatan darinya.


"Kejadian itu?" tanyaku padanya.


"Hhm, Dia telah bergabung dengan perampok-perampok jahanam itu. Bahkan dia dengan teganya membunuh ayah dan ibu saat itu. Aku tak akan pernah mengakuinya lagi bahwa dia adalah kakakku. Tidak akan pernah!" katanya tajam dan tegas. Lalu kemudian Sidho menatapku dan tersenyum.


"Tapi, aku akan memaafkanmu, Shin." lanjutnya lalu memeluk dan menepuk-nepuk bahuku.


"Setelah mengenalmu, aku baru sadar tentang apa arti sahabat yang sesungguhnya. Kau bahkan rela berkorban sejauh ini untuk Ibby. Aku iri sekali, tau! Andai saja aku bisa sepertimu. Apa kau ingat, Shin? Ava pernah berteman dengan kita. Tapi akhirnya dia lebih memilih bersama kalian." Sidho melepas pelukannya dan menatapku lalu tersenyum samar.


"Apakah itu artinya kau mau berteman dengan kami?" tanyaku.


"Hhm, Ibby, kau beruntung sekali ya dikelilingi sahabat-sahabat seperti mereka." kini Sidho tersenyum menatap Ibby.


"Kau juga sahabatku, Sidho. Sahabat pertamaku malahan. Kau adalah ikatan sahabat pertamaku." Ibby berjalan kearah Sidho lalu memeluknya.


"Terima kasih, Ibby." kata Sidho sambil menepuk-nepuk punggung Ibby.


"Sidho, sekali lagi aku minta maaf soal kejadian di Jawelry Sakura ini. Sungguh aku tak bermaksud untuk membunuh kakekmu." kataku menyesal.


"Sudah kubilang aku sudah memaafkanmu, Shin. Dan aku juga minta maaf sudah menyerang dan banyak melukaimu." kata Sidho.


"Bohong! Shin hampir saja terbunuh gara-gara kau, Sidho, Ibby!" kata Aso sedikit kesal.


"Maaf ..." kata Sidho dan Ibby bersama.


Aku tertawa kecil melihat mereka. Akhirnya aku bisa membawa Ibby kembali. Dan juga mengajak Sidho kembali menuju jalan yang benar. Aku senang sekali hari ini. Sahabatku kini telah kembali.


"Yata ... Itu artinya aku bisa dengan Igarashi." sahut Yama kegirangan.


"No ... No ... No! Gadis ini milikku" sahut Ichi sambil memeluk Igarashi. "Kulitmu halus sekali, Darling. Seperti kulit bayi saja." kata Ichi sambil mengelus-elus pipi Igarashi. Igarashi terlihat begitu shock.


"Ichi, kau ini apa-apaan sih?!" ketus Yama. "Jangan mencari-cari kesempatan ya !!" Yama berusaha melepaskan pelukan Ichi.


"Igarashi itu milikku!" Yama menarik tangan kanan Igarashi.


"Dia milikku!" sekarang Ichi yang menarik tangan kiri Igarashi.


"Milikku!"

__ADS_1


"Milikku!"


Begitulah, mereka terus saling tarik menarik Igarashi.


Hahaha ... Aku tidak percaya 2 orang cowok sedang memperebutkan gadis cerewet seperti Igarashi. Lucu sekali.


"Ah, Apa-apaan sih kalian ini! Lepaskan aku! Sakit tau!" teriak Igarashi. Yama dan Ichi langsung melepas tangannya dan saling bertatapan tajam.


Kita yang melihat kejadian ini tertawa terbahak-bahak. Mereka sangat lucu.


"Well, ini sudah malam. Bagaimana kalau malam ini kita menginap di rumahku saja ?" usul Sidho.


"Kau punya rumah?" Hakken dan Aso serempak.


"Tentu saja aku punya. Orang tuaku dulu kaya dan semua hartanya diwariskan kepadaku." sahut Sidho.


"Kalau punya rumah kenapa kau tinggal di markas bekas toko berlian ini?" tanya Lee.


"Victor sudah mengincarku dari dulu. Oleh sebab itu aku putuskan untuk mencari tempat tinggal sementara." sahut Sidho. "Bagaimana? Kalian mau kan malam ini menginap ? Yach. Untuk merayakan hari persahabatan kita."


"Ah, Aku tidak mungkin ikut deh. Kalian saja deh yang cowok." sahut Igarashi.


Yama dan Ichi terlihat kecewa mendengar Igarashi berkata seperti itu.


"Kakakku baru aja SMS, aku disuruh segera pulang nih." sahut Aso sambil melihat ponselnya.


"Peta navigatorku juga belum selesai kuperbaiki. Jadi aku juga harus lembur deh malam ini." sahut Shika.


"Aku juga harus lembur malam ini. Tugas-tugas sekolahku belum selesai." sahut Lee.


"Ibuku juga sudah berulang kali menelponku." kata Hakken.


"Kalau kau, Shin ?" tanya Sidho menatapku.


"Ehm ... Sebenarnya aku ingin sekali. Tapi aku belum menyelesaikan tugas kemasyarakatanku." kataku menyesal.


"Sayang sekali ya. Ya sudahlah tidak apa-apa." kata Sidho lalu menatap Ibby. "Kau pulanglah, Ibby! Kakak dan orang tuamu pasti sangat mencemaskanmu."


"Hhm iya. Lagipula aku sudah mengambil samurai berharga ini dari keluargaku." kata Ibby.


"Baiklah. Kalau begitu kita pulang dulu ya, Sidho. Bye."

__ADS_1


...***...


__ADS_2