VCPD ( Virtua Cop Police Detective )

VCPD ( Virtua Cop Police Detective )
Cinta Pertama


__ADS_3

Aku melihat kak Shu yang sedang duduk di ruang tengah. Dia terlihat sibuk dengan laptopnya.Tatapannya fokus menatap monitor sedangkan jari-jarinya menari dengan sangat lincah di atas keybord.


" Dimana kakek?" tanyaku sambil menghempaskan tubuhku di atas sofa di hadapan kak Shu.


Dia melirikku sebentar lalu kembali sibuk dengan laptopnya. "Kakek di kamarnya."


" Soal video itu. Thanks ya." kataku tulus. Soalnya biar bagaimanapun VCPD terbebas dari tuduhan itu karena kak Shu yang ikut membantuku.


" Oke ..." sahutnya tanpa menatapku sama sekali.


" Tapi kenapa kau tak menyerahkan langsung video itu kepada kepolisian? Dan kenapa malah mengirimnya kepada Shika?" tanyaku sedikit penasaran. Karena sebenarnya bisa saja kak Shu langsung memberikan video itu kepada kepolisian.


" Biar kalian nggak makan gaji buta!" sahut kak Shu asal.


" Apa?" kataku mulai emosi.


" Ckk ... Tentu saja karena hanya kalian yang mengetahui pelakunya." kak Shu melirikku dengan senyuman menyebalkan. "Kalau aku menyerahkan langsung video itu kepada pihak kepolisian. Memang benar kalian akan terbebas dari tuduhan itu. Tapi pelaku yang sebenarnya masih akan berkeliaran dengan bebas."


Ah, Kak Shu benar juga. Kenapa aku tidak memikirkan sampai situ? Kalau kak Shu langsung memberikan rekaman video itu kepada kepolisian kemungkinan mereka tidak akan menemukan bahkan menangkap Christal.


"Ah, Kau benar ..." kataku nyengir.


"Ckk ... Kau harus lebih cerdas dan teliti lain kali!"


"Huh ... Tentu saja! Lain kali aku akan melakukannya tanpamu!" kataku sedikit kesal. "Aku mau tidur." kataku lalu bangkit dan segera bergegas untuk pergi ke kamarku. Dia tak menjawabku sama sekali. Kak Shu tetap masih menyebalkan ternyata. Huh!


Aku melempar ranselku diatas kasur. Lalu aku melepas coat dan school uniformku. Aku segera mandi dan membersihkan diri. Ah, Segarnya ...


Setelah mandi aku lekas mengambil sebuah T-Shirt dan celana pendek di lemari pakaianku lalu memakainya.

__ADS_1


Aku menghempaskan tubuhku di atas ranjangku. Hhm ... Melelahkan juga hari ini. Aku meraih laptopku dan mulai menghidupkannya.


You've Got 15 Mails


Terlihat notifikasi di layar monitor setelah laptopku menyala.


Ada 15 email masuk? Tumben sekali dalam sehari bisa sebanyak ini? Kira-kira siapa yang mengirimiku email ya? Lima email dari fans. Dan aku membukanya duluan.


📧Aku percaya pada VCPD. VCPD tidak akan pernah meledakkan Tokyo Tower! Semangat VCPD! From Miku


📧VCPD, akhirnya kalian berhasil mengungkap kebenaran. Aku sangat bahagia sekali. Dan kalian akan selalu di hatiku.♡♡ Hayul


📧 Sampai kapanpun aku tak akan pernah percaya dengan berita buruk tentang VCPD!! Kalian adalah idola dan panutanku! Ron


📧 Semangat kak Rheu, Kak Aso, kak Shika, Kak Ibby, kak Igarashi, Kak Lee dan kak Hakken. Aku selalu mendukung kalian! Salam sayang dari penggemar berat kalian .♡♡ Yona


📧 Akhirnya kalian bisa menangkap pelaku yang sebenarnya dari peledakan Tokyo Tower. Kalian sangat keren sekali. Ryuk


Aku mulai membalas email dari mereka satu persatu.


Sepuluh email spam dari sponsor. Dan email terakhir adalah dari seseorang yang tak kuduga sama sekali. Dan sebenarnya aku sedikit tak percaya akan menerima email darinya.


Aku membuka email itu dan mulai membacanya.


📧 Hai Shin. Apa kabar? Apa kau masih ingat denganku? Ahaha.. Jangan-jangan kau sudah melupakanku ya? Ehm, Aku dengar kau mempunyai sebuah organisasi kepolisian ya? Wah, Hebat sekali yah.☺


Shin, aku ingin sekali bertemu denganmu, Norie.♡


Setelah 5 tahun kita berpisah kita lost contact. Tak pernah sekalipun saling menghubungi satu sama lain. Dan memang aku tak mau berhubungan dengan dia lagi sih. Dia hanyalah seorang gadis pengkhianat. Dan dia adalah gadis yang hanya melihat kekayaan!

__ADS_1


Yah. Itulah pemikiranku tentang dia selama ini. Padahal aku sudah sangat mempercayainya saat itu. Tapi dia menghancurkan kepercayaanku dalam sekejap.


Dan sekarang tiba-tiba saja dia mengirimiku sebuah email. Apa yang dia inginkan?


Aku masih ingat dengan sangat jelas kejadian dulu. Saat aku duduk di bangku SMP dan saat aku dan kakek masih tinggal di Osaka. Saat itu adalah musim semi. Aku mengajaknya melihat hanami di taman kota . Dan aku menyatakan cinta padanya. Di bawah deburan sakura aku telah menyatakan cinta padanya. Dan ternyata dia juga menyukaiku. Kita memiliki perasaan yang sama. Dan dia menerimaku saat itu dan akhirnya kita pacaran. Aku bahagia sekali saat itu.


Aku menjalani ikatan itu dengan sangat sempurna saat itu. Aku merasa menjadi seorang pria yang paling bahagia karena cintaku terbalas.


Hingga 3 bulan kemudian akhirnya aku melihatnya sedang bertemu dengan seorang pria. Dan pria itu adalah kakak kelas kita, anak dari pemilik sebuah Perusahaan terbaik di Jepang. Orang yang sudah tak diragukan lagi kekayaannya. Jadi inilah sebabnya kau melakukan itu semua padaku, Norie? Hanya karena pria itu lebih kaya dariku?


Mereka bertemu di sore itu. Dan bahkan berciuman saat itu. Aku merasa sangat marah, kecewa dan juga sedih saat itu. Tapi aku tak bisa berbuat apa-apa. Aku memutuskan untuk mundur. Yeap, aku memutuskan untuk berpisah dengannya.


Keesokan harinya aku mengajaknya bertemu di taman kota. Dan aku mengajaknya mengakhiri hubungan ini. Hubungan yang sudah tidak sehat itu. Semua sudah tidak bisa dipertahankan. Bahkan aku tak mau mendengar alasan apapun darinya. Dia sempat menangis saat itu. Dan aku masih ingat dengan jelas dia memelukku erat saat itu dan mengatakan kata-kata itu.


"Shin. Aku minta maaf. Kumohon jangan putuskan aku!"


Kata-kata itu kembali terngiang di telingaku.


Tapi saat itu aku tetap pada keputusanku. Aku dan dia benar-benar sudah berakhir saat itu. Dan aku memutuskan akan mulai melupakan dia.


Setelah beberapa saat kakek Kekaishi mengajakku pindah ke Yokohama karena kakek yang ingin menikmati masa tuanya di Kota kelahirannya. Setelah pindah ke Yokohama aku tak pernah lagi bertemu bahkan berkomunikasi dengan Norie. Aku juga tak pernah mendengar sedikitpun tentang dia.


Tapi hari ini kenapa tiba-tiba saja dia kembali hadir kembali? Kini mau apa lagi dia? Apakah masih belum puas menyakitiku saat itu?


Hah! Kata orang cinta pertama itu sangat indah dan mendebarkan. Padahal bagiku cinta pertama itu sangat menyakitkan.


Hah ... Sudahlah!


Kalau aku tidak membalas emailnya mungkin saja dia akan mengira aku sudah tidak memakai email itu lagi. Okay.. Aku memutuskan untuk tidak membalasnya.

__ADS_1


Aku mematikan laptopku dan segera memutuskan untuk segera tidur saja. Aku tak mau memikirkan dia lagi.


...***...


__ADS_2