VCPD ( Virtua Cop Police Detective )

VCPD ( Virtua Cop Police Detective )
Menemukan Key


__ADS_3

"Aku tau kamu harus menemui siapa sekarang ini ..." ucap gadis itu semakin mendekati Sidho.


"Bisa kau mengantarkan aku padanya, Nona? Aku sangat putus asa sekali saat ini. Dan aku sangat membutuhkannya." ucap Sidho.


"Tentu saja, Pria berambut kuning yang tampan!" sahut gadis itu lalu sosoknya mulai tak terlihat lagi dari kamera. Mungkin saat ini dia sedang berjalan beriringan dengan Sidho.


Camera itu terus memberikan dan menangkap gambar di dalam cafe itu dan tiba-tiba Sidho sudah berhenti di depan sebuah tempat yang dipenuhi dengan kursi memanjang berwarna merah.


Terlihat seorang pria yang terlihat sangat metroseksual dengan rambut coklat kemerahan yang tersisir rapi ke belakang mengenakan sebuah sweater hitam dengan luaran memakai coat cream motif kotak-kotak.


Dia sedang duduk dikelilingi oleh para wanita dan pria. Apakah dia yang bernama Key? Namun rumor beredar kalau Key adalah seorang pecinta sejenis? Lalu kenapa bersama wanita juga? Atau pria itu bukan Key?


"Dia adalah orang yang kamu cari. Namanya Key!" ucap gadis yang bersama Sidho tadi.


Binggo!!


Ternyata dia benar-benar Key yang selama ini kita cari! Baiklah, selanjutnya aku serahkan dulu padamu, Sidho!


"Hhm ... Baiklah! Terima kasih, Nona!" ucap Sidho lalu berlalu dari gadis itu dan mulai mendekati pria bernama Ken itu.


Namun tiba-tiba ada 2 orang pria bertubuh kekar menghalangi dan menahan Sidho.



"Siapa kau, Bocah? Dan ada urusan apa datang kemari?" tanya salah satu pria itu dengan suara yang sedikit menakutkan.


"Aku hanya sedang membutuhkan sesuatu. Aku butuh barang itu." bisik Sidho dengan pelan di dekat telingan pria itu.


"Bagaimana, Bos?" tanya salah satu pria itu lalu sedikit menoleh ke arah bos-nya yang sedang duduk di atas sofa diantara para gadis dan pria. Sementara ada kira-kira 5 orang pria bertubuh kekar berdiri di belakang Key.


"Biarkan saja ..." sahut Key dengan tersenyum menatap Sidho.


"Pergilah, Bocah!" seorang dari mereka mendorong tubuh Sidho ke arah bos mereka.


Key mengisyaratkan seorang gadis yang duduk di sebelah kanannya agar sedikit bergeser, lalu dia meminta Sidho untuk duduk di sebelahnya.

__ADS_1


"Kemarilah, Bocah!" perintahnya menyeringai menatap Sidho.


Sidho tak banyak berkata dan langsung saja menuruti permintaan Key untuk duduk di sebelahnya.


"Apa yang kau mau?" tanya Key tersenyum menatap Sidho.


Ternyata Key masih lumayan muda. Kira-kira masih berumur di bawah 30 tahun. Dia terlihat sangat rapi dan sangat metroseksual. Sepasang matanya juga terlihat cantik, biru seperti Okavango Blue Diamond. Dan dia juga tergolong tampan. Namun kenapa bisa dia menyukai sejenis? Apakah dia memiliki trauma di masa lalunya?


Hhm ...


Apa kalian bingung, kenapa aku bisa mengetahui Key dengan sangat detail? Yeap, karena sebuah camera yang dibawa Sidho tentunya! Aku melihat dari sana.


"Aku butuh obat itu ..." kata Sidho pelan. "Berapapun harganya aku akan membayarnya!" imbuh Sidho lagi meyakinkan.


"Hhm ..." Key menatap Sidho dengan tersenyum menyeringai. "Bagaimana kalau bayarannya kau melayaniku malam ini? Kau cukup menarik dan tampan ..." imbuh Key yang tentu saja membuatku dan yang lainnya sangat terkejut.


"Apapun itu, aku akan lakukan! Aku sudah bosan sekali dengan duniaku!" sahut Sidho dengan serius.


Key menanggapi ucapan Sidho dengan tawa kecilnya. Aku sungguh sangat heran! Pria yang terlihat begitu sempurna seperti Key kenapa bisa sedikit melenceng? Padahal aku sangat yakin, banyak gadis yang pasti menyukainya! Aneh!


"Kemana kita akan pergi?" tanya Sidho ingin tau.


"Kita ke penginapanku!" Key segera bangkit dan mulai berjalan. Sementara Sidho ditarik dua orang body gurdnya dan membuntuti Key dari belakang.


Sial! Yama dan Ichi entah pergi kemana? Mereka malah menghilang dan keasyikan sendiri di dalam.


Key mulai memasuki sebuah BMW hitam metalic, diikuti dua orang pengawalnya dan Sidho. Sedangkan mobil lainnya diisi oleh 5 orang pengawal yang lain. Berarti saat ini Key memiliki 7 orang pengawal.


Kedua itu mulai melaju menuju sebuah hotel di daerah tak jauh dari cafe itu. Mereka mulai menuju ke sebuah kamar di nomor 403, sementara ke tujuh pengawalnya berjaga di luar kamar.


"Wah 403, nomor kamar yang sangat cantik! Aku suka nomor itu!" celutuk Sidho agar aku mengetahui di kamar mana mereka berada.


"Kamu suka nomor itu?" tanya Key mulai melepas coatnya dan menggantungkannya di tempat gantungan.


"Yeap! 4 adalah tanggal lahirku, dan 03 adalah bulan lahirku! Tentu saja aku selalu menyukai nomor itu!" kata Ibby berusaha mengambil hati Key.

__ADS_1


Aku tidak tau apakah Ibby sedang jujur apa berbohong. Tapi satu yang aku tau, Key mulai mempercayainya.


"Tuan, boleh aku melihat obat itu sekarang?" ucap Sidho pelan.


"Hhm ... Tentu saja!" Key berjalan ke arah brankas dan memencet beberapa angka lalu membuka brankas itu. Lalu dia mulai mengambil sebuah kotak yang terletak di dalam brankasnya. Dan mengeluarkan sesuatu dari sebuah kotak itu. Ada beberapa botol kecil dan masing-masing botol ada beberapa pil merah kecil-kecil.


"Kau butuh berapa?" tanya Key menatap Sidho datar.


"Tiga botol apakah sebanding dengan hargaku semalam memuaskanmu, Tuan?" ucap Sidho dengan nada masih sopan.


Lagi-lagi Key dibuat tertawa oleh Sidho, "Baiklah. 3 botol untuk satu malam! Kau tau, harga sebotol obat ini mencapai 30 Juta! Jadi kau harus benar-benar memuaskanku malam ini!" ucap Key dengan senyum menyeringai bak setan manis.


Wow!! Sungguh aku sangat terkejut mendengar harga obat-obat itu! 30 juta sati botol? Wah ... Wah ... Keren sekali dia bisa membuat produk seperti itu! Hhm ...


"Shin, Selanjutnya bagaimana?" tanya Aso kepadaku.


"Pengawal-pengawal itu masih berjaga di depan kamar mereka! Apa kita segera kesana dan menangkap mereka saja? Atau melaporkan kepolisian Kanagawa?" tanya Igarashi.


"Hubungi kepolisian dan kita tetap siaga dulu disini!" perintahku. "Karena sebenarnya tugas kita hanya membantu Kepolisian untuk menemukan Key." imbuhku lahi.


"Baik!" sahut Igarashi lalu segera menghubungi kepolisian Kanagawa.


"Lalu bagaimana dengan Sidho? Kalau terlalu lama dia akan benar-benar melakukan hal itu bersama Key ..." celutuk Ibby. "Lihatlah! Key sudah terlihat tidak sabar!" imbuh Ibby sambil menatap tangkapan rekaman dari kamera Sidho.


"Hhm ... Ngomong-ngomong siapa namamu? Aku bahkan belum mengetahui namamu." ucap Key lalu melepas swester hitamnya, dan kini Key sudah mulai bertelanjang dada. Terlihat beberapa luka sayat di beberapa tubuhnya.


"Namaku Sidho Jargensen. Aku adalah murid bandel di sekolahan. Suka bandel, suka berkelahi, dan suka membolos. Semua yang aku mau pasti akan aku lakukan!" ucap Sidho dengan datar.


Lagi-lagi Key dibuat tertawa dengan ucapan Sidho.


"Kau anak bandel ya! Kau jago berlelahi?"


"Tentu saja aku sedikit bisa!"


"Mau bergabung denganku? Aku akan memenuhi semua yang kau mau. Dan aku akan menjadikan namamu besar!" ucap Key mengiming-imingi Sidho.

__ADS_1


__ADS_2