VCPD ( Virtua Cop Police Detective )

VCPD ( Virtua Cop Police Detective )
Bertemu Miyavi Ishihara


__ADS_3

" Sayang...." saat istirahat aku menghampiri Ava yang sedang duduk di bangku kelasnya sendirian. "Aku sangat merindukanmu.." aku bersandar manja di pundaknya.


" Ehm.. Shin.. Tapi aku sedang sibuk. Aku harus segera pergi. Maaf." katanya pelan lalu bangkit dari duduknya dan segera mengambil langkah cepat meninggalkanku.


Aku terdiam bingung menatap kepergiannya. Ada apa dengan Ava ya? Tak biasanya dia seperti itu.


...***...


Pulang sekolah aku menunggu Ava di depan kelasnya. Dan dia keluar paling akhir.


" Hai...." sapaku saat dia keluar.


Dia menatapku dingin. Aku sedikit bingung dengan sikapnya. Dia kenapa ya? Apa ada yang salah?


" Sayang, kita ke taman?" ajakku padanya.


" Maaf, Shin. Tapi aku ada kerjaan." katanya pelan. "Bye.." katanya lalu bergegas pergi meninggalkanku.


" Ava...!!" teriakku.


Dia berhenti lalu berbalik.


" Ya..?"


" Ada apa? Ada sesuatu yang terjadi? Kenapa kau begini?" tanyaku.


Ava hanya menggeleng pelan.


" Lalu kenapa menghindariku terus?"


" Aku tidak menghindarimu, Shin. Maaf aku harus pergi.." katanya lalu pergi meninggalkanku.


Sepertinya ada yang tidak beres. Dan sepertinya telah terjadi sesuatu. Tapi apa ya? Hhmm..


" Kak Rheu...!!" teriak seseorang. Aku menoleh ke arah sang pemilik suara. Ternyata Ai, dan dia sedang berlari kecil ke arahku.


" Oh.. Hai.. Apa kabar?" sapaku ramah.


" Seperti yang kakak lihat." katanya riang. "Aku punya sesuatu untuk kakak." Ai mencari sesuatu di dalam tasnya.


" Kemarin ada tugas kerajinan tangan. Dan aku membuat sarung tangan. Aku merajutnya sendiri lho. Maukah kakak menerimanya?" Ai mengulurkan sebuah kantong kertas padaku.


" Aku?"


" Yeap.." katanya riang dengan senyuman lebar.


" Ah.. Terima kasih ya, Ai-chan." aku menerima kantong tadi dan kuusap kepalanya. "Sarung tangan ini akan kakak pakai di musim dingin nanti." aku tersenyum padanya.


" Ahaha.. Iya, Kak." kata Ai bersemangat.


" Kalau gitu kakak duluan ya. Ada urusan nih..."


" Baik, Kak."


" Bye.."


" Bye.."


...***...

__ADS_1


Malam ini jam 11 malam kita VCPD berangkat ke Chiba untuk menjemput Takamasa Ishihara-sama ( Miyavi ) di Narita Airport.


Miyavi-sama ternyata sangat cantik. Iya. Dia adalah cowok yang cantik.๐Ÿ˜„ Dan tentunya dia juga sangat ramah dan sangat menyenangkan.


" Miyavi-sama aku sangat mengidolakanmu tau. Kau sangat hebat, keren. Pokoknya amazing..!! Sugoi..!! Aku bahkan sangat menyukai semua lagu-lagu anda." kata Igarashi sangat bersemangat ketika berada di dalam mobil. Ya Igarashi sangat mengidolakan Miyavi. Jadi dia yang paling kegirangan saat bertemu dengan Miyavi.


" Ahaha.. Dan aku juga sangat mengidolakan kalian, VCPD." balasnya sambil mengedipkan salah satu matanya.๐Ÿ˜‰


" Boleh kita berfoto bersama?" kata Hakken antusias.


" Tentu saja. Kita bisa berfoto bersama saat sudah sampai di hotel nanti.." sahut Miyavi ramah.


" Wah.. Asyikkk..." sahut Ibby.


" Tidak kusangka bisa bertemu langsung begini." kata Lee sedikit terharu.


" Aslinya ternyata lebih tampan ya." tambah Aso yang terus memandangi Miyavi.


Miyavi hanya tertawa kecil mendengar celoteh kita.


" Boleh minta tanda tangannya Miyavi-sama?" Shika menyodorkan sebuah kertas kepada Miyavi.


" Tentu saja..." sahut Miyavi sambil menandatanganinya.


" Terima kasih sudah menerima undangan dari sekolah kami untuk mengisi acara festival musim panas, Miyavi-sama." kataku sopan.


" Well. It's okey. Terkadang aku juga merindukan masa SMU. Jadi melihat siswa-siswi SMU akan sedikit mengobati kerinduanku." katanya ramah.


Setelah itu kita mengantarkan Miyavi-sama dan beberapa orangnya menuju ke Radisson Hotel Narita.


...***...


Sepertinya masa bermainku sangat berkurang.


Hah.. Menyebalkan..!!


" Shin..!!" terdengar seseorang memanggilku. Lalu seorang gadis datang menghampiriku. Oh, ternyata Yuki si wakil Osis.


" Ada apa, Yuki?" tanyaku padanya.


" Ehm.. Sepertinya aku tak bisa membantumu sampai akhir acara deh, Shin. Maaf."


" Kamu ada keperluan?"


" Hhm.." Yuki mengangguk. " Aku baru saja mendengar kabar kalau adikku kecelakaan. Jadi aku harus segera ke rumah sakit."


" Oh. Kalau begitu serahkan saja padaku. Kau urus adikmu dulu."


" Thanks, Shin."


" Oke. Sampaikan salamku untuk adikmu ya.."


Yuki mengangguk sambil tersenyum lalu bergegas pergi.


Siswa-siswi sedang disibukkan menyaksikan performance dari Miyavi-sama. Tiba-tiba aku melihat Ava keluar dari kelasnya. Dan aku berlari menghampirinya.


" Ava...!!" panggilku.


Ava menoleh ke arahku dengan muka malas.

__ADS_1


" Kau mau kemana? Kenapa bawa tas?" selidikku.


" Aku ada urusan, Shin. Aku harus segera pergi. Maaf.." katanya segera meninggalkanku.


" Ava...!!" aku berniat hendak mengejarnya tapi tiba-tiba saja Yutaro datang mamanggilku.


" Shin, kau harus segera ke belakang panggung. Ada sesuatu yang terjadi."


" Ada apa?" tanyaku sedikit penasaran. Bukankah semua sudah dipersiapkan dengan baik? Apa terjadi masalah?


" Lebih baik kau melihatnya sendiri, Shin."


" Baiklah..."


Aku dan Yutaro segera bergegas ke belakang panggung. Betapa terkejutnya aku melihat keriuhan yang sedang terjadi disana. Aku menatap beberapa peralatan memanggung yang sudah berantakan.


" Ada apa ini?" tanyaku kepada mereka.


" Naoya yang melakukan ini semua..." kata seseorang.


Aku menatap tajam ke arah Naoya yang sedang berdiri tak jauh dariku. Lalu aku berjalan menghampirinya.


" Apa yang sedang kau lakukan?" tanyaku pada Naoya.


" Aku hanya bermaksud meminjam beberapa peralatan kalian. Tapi mereka melarangku. Aku jadi kesal." kata Naoya santai.


" Kau tau kita sedang memakai peralatan-peralatan itu untuk acara sekolah. Kau bisa memakainya jika kita sudah menyelesaikan festival ini. Kenapa kau malah menghancurkannya?" kataku sedikit marah.


" Sory. Aku kelepasan." jawab Naoya santai.


" Jadi apa yang harus kita lakukan, Shin? Bahkan gitar dan bass juga dia rusak." kata Yutaro.


" Karena kau yang berulah kali ini. Maka kau juga harus bertanggung jawab kali ini..!!" aku menatap tajam ke arah Naoya dan teman-temannya.


" Apa? Tapi aku harus menampilkan apa? Aku bahkan tidak punya talenta...!!" kata Naoya cuek.


" Aku tak mau tau. Pokoknya kau harus tampil untuk acara penutupan." kataku tegas. " Band yang seharusnya tampil untuk acara penutupan tak akan bisa tampil karena kau sudah menghancurkan sebagian peralatan mereka." kataku menatap tajam Naoya. "Kau hanya punya waktu 1 jam sebelum kau perform." aku berbalik membelakanginya. " Kalian awasi dia. Jangan biarkan dia kabur." aku berkata kepada Sidho, Yama dan Ichi yang kebetulan ada disitu.


" Kau pikir kau siapa berani menyuruh-nyuruhku semaumu?!!" ketus Naoya.


Aku menghentikkan langkahku.


" Jangan pikir kau akan bisa lulus tahun depan kalau kau berusaha melarikan diri..!!" ancamku kesal.


" Sialan kau...!!" kata Naoya berusaha meninjuku tapi Sidho dengan cepat menangkisnya.


" Lebih baik kau gunakan waktu dan tenagamu untuk mempersiapkan giliranmu untuk perform.." Sidho tersenyum mengejek.


" Kalian semua kep*arat...!!" Naoya hendak meninju Sidho. Tapi Sidho dengan cepat bisa menghindarinya. Lalu Ichi dengan santai menendang Naoya dari samping sehingga Naoya terjatuh tersungkur.


" Bagaimana kalau aku membantumu mengisi acara penutupan?" Ichi berjalan mendekati Naoya.


" Bagaimana kalau kita duel saja?" Kata Ichi lalu jongkok di dekat Naoya.


" Ichi. Ini bukan acara adu kekuatan." kata Sidho.


Akhirnya acara penutupan tiba. Saatnya Naoya naik ke atas panggung. Dia terdiam sangat lama di atas panggung. Hingga akhirnya dia menyanyikan sebuah lagu mellow di atas panggung dengan iringan piano saja.


Semua siswa-siswi berbisik-bisik. Bahkan ada yang menertawakannya.

__ADS_1


...***...


__ADS_2