VCPD ( Virtua Cop Police Detective )

VCPD ( Virtua Cop Police Detective )
Sebuah Jebakan


__ADS_3

Sepulang sekolah kita langsung pergi bersama ke Shinjuku. Aku dan Aso menaiki motor. Sementara Ibby, Igarashi, Shika, Hakken, Lee dan Gavin pergi menaiki mobil.


Aku membuntuti mobil mereka dari belakang. Mereka mulai memasuki kawasan perumahan elite di daerah Shinjuku. Setelah beberapa saat mobil itu berhenti dan kita ikut berhenti di belakangnya.


Aku dan Aso segera turun dari motor dan mendekati kaca depan samping mobil.


"Rumahnya yang sebelah mana?" tanyaku to the point.


"Seharusnya rumah yang paling ujung pada jalan ini di sebelah kanan." ucap Shika sambil mencocokkan alamat pada secarik kertas itu dengan miny computernya.


"Baiklah. Aku akan pergi bersama Gavin. Karena Gavin yang hendak pura-pura membeli obat itu." ucapku.


"Lalu aku?" tanya Aso menatapku sedikit bingung.


"Kau tunggu dulu disini bersama yang lainnya, Aso! Jika kita butuh bantuan maka segera datanglah. Hidupkan microphone-nya!" perintahku lagi.


"Baik!" sahut Aso lalu masuk ke dalam mobil, sementara Gavin segera keluar dari mobil.


Aku dan Gavin segera berjalan menyusuri jalanan ini dan menuju ke rumah yang terletak di paling ujung.


Sebelum memencet bel rumah itu Gavin menatapku untuk beberapa saat, aku hanya mengangguk dengan wajah seriusku untuk mengisyaratkan menyetujuinya.


Perlahan Gavin mulai menekan bel itu. Setelah menunggu kira-kira satu menit pintu terbuka. Dan terlihat seorang wanita paruh baya sedang membukakan pintu untuk kita.


"Selamat sore, Nyonya." sapaku ramah.


"Sore. Kalau boleh tau kalian siapa ya?" ucap wanita paruh baya itu.


"Uhm ... Saya Gavin dan ini teman saya Rheu." ucap Gavin dengan ramah. "Kita temannya Kennichi. Dan sedang mencari Kennichi. Apa Kennichi-nya ada ya?" imbuh Gavin dengan ramah.


Yeap, Kennichi adalah nama asli dari Key. Dan tentu saja aku mendapatkan informasi itu dari sang mata-mata, Shika.


"Masuklah. Kennichi sedang di ruang kerjanya. Akan aku panggilkan." ucap wanita tua itu dengan senyuman yang menghiasi wajahnya yang sudah keriput.


Wanita itu kembali memasuki rumahnya, Aku dan Gavin saling bertatapan beberapa saat lalu aku memberikan kode agar segera mengikuti wanita tua itu masuk ke dalam.


Rumahnya luas dan sangat mewah. Dengan gaya Eropa yang dipenuhi dengan nuansa putih keemasan menjadikannya begitu elegant.


"Kalian tunggu di sini saja dulu. Biar Bibi panggil Kennichi terlebih dahulu." ucap wanita tua itu dengan ramah.

__ADS_1


"Baiklah, Bibi." aku menyauti dengan sopan lalu segera duduk di salah satu sofa tunggal yang berwarna keemasan itu.


Gavin masih melihat-lihat rumah ini lalu dia duduk di seberangku.


Sudah hampir 15 menit aku dan Ibby menunggu, tapi Bibi maupun Kennichi belum juga datang menjumpai kita lagi. Karena sedikit bosan, aku mengambil sebuah majalah yang ada di atas meja lalu membacanya.


"Shin, kita sudah cukup lama disini. Namun mereka tak juga datang." ucap Gavin pelan.


"Sepertinya ada yang tidak beres." gumamku.


"Shin! Kau dengar aku?" tiba-tiba terdengar suara Aso dari headset tunggal yang sedang aku pakai.


"Aso, Apa yang terjadi?" tanyaku memankan suaraku.


"Key tidak ada di dalam rumah itu! Wanita tua itu sudah menipumu. Bawahan Key sekarang sedang menyerang kita!"


"Apa maksudmu, Aso?"


"Cepatlah keluar dari rumah itu! Bisa jadi mereka juga sudah mempersiapkan sesuatu untuk mencelakaimu!"


"Aso!"


Tidak ada jawaba lagi dari Aso. Sial.


"Kita harus segera pergi dari tempat ini, Gavin!" ucapku dengan sangat serius.


"Tapi kenapa? Bahkan kita belum bertemu dengan Key?" ucapnya sedikit tak mengerti.


"Nanti saja aku jelaskan. Sekarang kita tak punya banyak waktu! Ayo!" aku segera bergegas untuk keluar dari rumah ini melalui pintu utama tadi. Tapi ...


Pintu itu ternyata sudah terkunci. Tapi kapan Bibi itu menguncinya? Ah sial! Sebenarnya apa yang sudah mereka rencanakan?


"Gavin. Pintu terkunci. Sekarang kita harus mencari jalan keluar lain!" ucapku sedikit terburu-buru.


"Hhm. Baik!" sahut Gavin lalu bergegas untuk mencari pintu lain.


Begitu juga denganku. Aku juga segera bergegas untuk mencari jalan keluar lainnya. Tapi ternyata semua pintu sudah dikunci! Ah sial! Bahkan wanita tua itu juga sudah bekerja sama dengan Key. Hufft ... Aku tak habis pikir.


"Semua pintu yang ada disini semuanya terkunci, Shin!" sahut Gavin menandaskan.

__ADS_1


"Benar. Tak ada pilihan lain ..." kini aku mengambil sebuah kursi dan menggunakannya untuk memecahkan jendela samping yang ukurannya tidak terlalu besar.


Jendela itu kira-kira hanya berukuran 40 cm x40 cm, dan berada dari lantai dasar sekitar 2 meter. Kecil sekali! Aku harap aku dan Gavin bisa melewatinya.


Aku segera meletakkan kembali kursi itu dan menaikinya untuk berusaha keluar dari ventilasi yang kecil itu. Gavin juga membantu dengan mendorong tubuhku.


Memang sedikit sempit, tapi akhirnya aku bisa melewatinya. Dan sekarang giliran Gavin untuk memanjat dan mewatinya.


Dia mulai menaikinya dan aku membantu dengan menariknya.


Fiuh ... Akhirnya kita berdua bisa melewatinya. Dan betapa beruntungnya kita, tepat setelah Gavin melompat keluar tiba-tiba terdengar suara ledakan yang cukup menggelegar.


Duarrr ...


Aku dan Gavin sedikit terkejut dan tubuh kita berguling-guling di atas lantai di halaman rumah itu.


"Tiarap, Shin!" teriak Gavin lagi.


Tanpa ba bi bu aku segera tiarap saja sesuai perintah Gavin.


Duuarr ...


Ledakan berikutnya kini menyusul begitu saja. Mereka benar-benar menghancurkan rumah mewah itu? Huh ... Aku tak habis pikir mereka akan melakukannya begitu saja hanya untuk menghabisiku.


Sialan mereka! Mereka hampir saja membunuhku dan Gavin. Coba saja aku dan Gavin masih di dalam rumah itu. Entah akan jadi seperti apa kita nanti. Untung saja kita segera bisa keluar dari tempat itu.


Pakaian dan beberapa tubuhku dan Gavin sedikit kotor dan lusuh karena ledakan itu, tapi untung saja kita masih selamat.


Kita segera pergi untuk menyusul yang lainnya, karena mereka juga sedang dalam bahaya. Mereka sedang dikeroyok oleh bawahan Key.


Pertarungan sengit antara VCPD dan berandalan yang berjumlah dua kali lipat dari kita terjadi di jalanan depan perumahan elite itu. Dengan cepat aku dan Gavin segera bergabung bersama mereka.


"Shin, Kau baik-baik saja?" tanya Aso yang terlihat begitu khawatir saat menyadari kedatanganku bersama Gavin.


Tentu saja mereka akan sangat khawatir, aku dan Gavin hampir saja tiada karena terjebak dalam sebuah rumah yang sudah dipasang dengan peledak. Sepertinya keberuntungan masih berpihak kepadaku hari ini. Fiuh ...


"Aku baik-baik saja! Bagaimana dengan kalian?" sahutku.


"Kita baik-baik saja. Tapi jumlah mereka sangat banyak! Dan kita mulai kewalahan." ucap Aso lagi.

__ADS_1


"Hiattthhh ..." seorang pria melayangkan tinjunya ke arah Aso dan Aso berhasil menangkisnya dan menghempaskan tubuh pria itu.


Sementara dari arah berlawanan, ada dua orang pria yang mulai mendatangiku dan menyapaku dengan punch dan tendangannya.


__ADS_2