VCPD ( Virtua Cop Police Detective )

VCPD ( Virtua Cop Police Detective )
Menangkap Christal


__ADS_3

Aku tidak bisa tidur malam ini. Aku memutuskan untuk berjalan-jalan menyusuri markas Sidho. Bekas toko berlian ini ternyata lumayan besar juga.


Aku melihat ada sebuah foto berukuran 10R terpasang di dinding. Terlihat foto Sidho, Yama dan Ichi di figura itu. Aku tertawa kecil menatap foto mereka. Dulu aku pernah bertanding dengan mereka di markas ini. Dan sekarang kita berteman.


"Kau tidak tidur?" kata seseorang tiba-tiba.


Aku menoleh ke arah sang pemilik suara. Ternyata Igarashi sudah berdiri di belakangku.


"Kurang tidur tak baik untuk otak dan kesehatan." katanya lagi.


Aku tersenyum mendengar ucapannya. " Kau sendiri kenapa tak tidur?"


"Saat mengambil minum ke dapur, tak sengaja aku melihatmu. Jadi aku ikutin saja."


"Tidurlah, Iga! Sebentar lagi aku juga akan tidur kok." aku tersenyum padanya.


Aku berjalan hendak pergi. "Ngomong-ngomong, Tadi itu pertama kalinya aku menciummu. Tidak kuduga sama sekali sebelumnya. Maaf ya." kataku saat berpapasan dengan dia.


"Ah, Soal itu tenang saja. Aku tak apa-apa kok." katanya santai dan tertawa kecil.


"Oke. Aku tidur duluan ya." aku bergegas pergi meninggalkan Igarashi.


"Oke ..." sahut Igarashi.


...***...


"Ini ..." keesokan harinya Shika menyerahkan selembar kertas padaku.


Aku menerima dan membacanya. Disitu tertulis sebuah alamat sebuah appartment.


"Jadi ini alamat Christal?"


"Yeap!"


"Oke. Thanks, Shika." kataku." Iga, kau pergi denganku. Karena Christal pasti tak akan mengenalimu dengan baik karena malam itu kau tak ikut ke cafe."


"Atau biarkan aku saja, Shin." kata Lee menawarkan diri. " Akan berbahaya jika Igarashi yang langsung bertemu dengannya. Malam itu kan aku juga tak datang ke Barely Cafe."


"Well. Jadi Lee saja yang akan menggantikan Iga." kataku.


"Igarashi dan Sidho tetap disini saja bersama Shika mengawasi navigasi. Ibby dan Aso kalian ikut aku dan Lee. Mengawasi dan memastikan sekitar aman saat aku dan Lee mengantar pesanan makanan. Lee akan berpura-pura menjadi pengantar makanan. Dan aku juga akan mengawasinya dari jarak dekat." kataku mengatur rencana.

__ADS_1


"Oke!" sahut Ibby, Aso dan Lee.


"Apa tidak lebih baik aku ikut membantu kalian dengan bersama Ibby dan Aso, Shin? tanya Sidho.


"Tidak. Lebih baik kamu tetap disini, Sidho. Karena Shika dan Igarashi pasti akan membutuhkanmu disini. Dan mereka juga tak terlalu mengetahui tempat ini."


"Ehm. Baiklah. Perlu bantuan Yama dan Ichi?"


"Tidak, Sidho. Terima kasih." aku menepuk bahu Sidho. "Kamu sudah banyak membantu kita." aku tersenyum padanya. Dan Sidho hanya tersenyum.


"Jadi kapan kita akan bergerak?" tanya Ibby.


"Secepatnya." kataku.


"Untuk sementara kau pakai ini dulu, Shin. Untuk berjaga-jaga." Sidho memberikan sebuah ponsel kepadaku. "Kita harus tetap menyembunyikan keberadaan kita. Polisi tidak akan bisa melacak nomor ponsel itu."


"Thanks, Sidho." kataku sambil menerima ponsel Sidho.


"Good luck!"


"Hhm."


Lee menyamar sebagai pekerja Pi*za Hut. Dia memakai seragam Pi*za Hut. Ini adalah seragam bekas Yama saat dia dulu pernah bekerja paruh waktu di resto cepat saji itu.


Kita mendatangi appartement Christal. Setelah Aso dan Ibby memastikan keadaan sekitar aman, Lee segera menuju appartment Christal. Dan aku membuntuti Lee dan tetap menjaga jarak kira-kira 5 meter darinya.


Lee akan menjadi umpan untuk memancing keluar Christal dan memastikan apa dia Christal yang terekam pada rekaman CCTV itu atau bukan. Aku menguntit di belakang Lee, untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu Lee membutuhkan bantuanku maka aku akan segera datang.


Lee mulai memencet bel appartment Christal. Dan beberapa saat seseorang sudah membuka pintunya. Tapi aku tak bisa melihat apa itu Christal atau bukan. Ya, Aku tak bisa melihat gadis itu, yang aku lihat hanya Lee yang berdiri di depan kamar itu. Tapi aku masih bisa mendengarkan percakapan mereka.


"Selamat siang. Saya dari Pi*za Hut ingin mengantarkan pesanan anda." kata Lee.


"Pizza? Tapi aku tidak memesan Pizza." sahut seorang gadis.


"Tidak mungkin salah, Nona. Dan ini memang pesanan anda." kata Lee ramah.


"Tidak, Tidak! Tapi aku memang tak memesannya." kata gadis itu bersikeras.


"Setidaknya anda membayar pizza ini, Nona. Karena kami sudah mengantarnya."


"Aku tidak mau bayar karena aku tidak merasa memesan!"

__ADS_1


"Haduh, Saya harus bilang apa dong sama bos saya nanti?"


"Itu bukan urusanku! Maaf saya sibuk." gadis tadi hendak menutup pintu appartmentnya tapi Lee segera menghalanginya.


"Eh, Tunggu dulu, Nona!" sergah Lee. "Tato peri kecil dengan sayap hijau gelap ini sangat cantik." Lee mengeraskan suaranya agar aku mendengarnya.


Ternyata dia benar-benar Christal! Aku langsung mendatangi mereka berdua dan menodongkan M13 ku ke arah Christal.


Christal memandangiku berusaha mengingat sesuatu.


"Shin?" kata Christal sedikit terkejut.


"Angkat tangan!" perintahku. Christal mengangkat kedua tangannya ragu. "Kau mengenaliku ya?" tanyaku tajam.


"Tentu saja. Siapa yang tak mengenalimu? Hampir semua orang mengenalimu. Tapi ada apa ini? Kenapa kau disini?"


"Heh, Kau pikir aku akan membusuk di penjara begitu saja dengan mudah?" aku tersenyum mengejek. "Lee, borgol dia!" perintahku.


Lee melempar sekotak pizza yang ia bawa tadi lalu mengeluarkan borgol dari tas kecilnya lalu memborgol Christal. Christal terlihat terheran-heran tapi dia tidak melawan sama sekali.


"Shin. Jelaskan padaku apa yang sedang terjadi?"


"Aku tak perlu menjelaskan apa-apa. Kaulah yang harus menjelaskan semuanya di kantor polisi." kataku lalu menghubungi Aso dan Ibby dengan handy talky untuk mempersiapkan mobilnya.


...***...


Shika memutar video rekaman CCTV yang dikirim oleh kak Shu saat di kantor polisi Yokohama. Lalu dia menghentikkan video itu saat terlihat seorang gadis keluar dari Tokyo Tower lalu Shika memperbesar bagian tangan kiri gadis itu.


"Gadis yang tertangkap di kamera CCTV inilah pelaku dari peledakan di Tokyo Tower." kata Shika.


" Dia memang memakai seragam VCPD, lencana VCPD, bahkan coat milik Shin. Tapi dia bukan bagian dari kami. Gadis ini memanfaatkan coat dan lencana VCPD milik Shin yang tak sengaja tertinggal di Barely Cafe saat penggrebekan tempo lalu itu." jelas Shika.


Petugas kepolisian yang sedang duduk di depanku saling berbisik.


"Apa buktinya?" tanya salah satu dari mereka.


"Igarashi tak pernah punya tato." kata Aso tegas.


"Gadis inilah pelakunya!" Ibby mendorong Christal lalu menunjukkan tato di punggung telapak tangan kiri Christal.


"Tato yang sama dengan yang tertangkap di rekaman CCTV itu." kata Lee.

__ADS_1


"Baiklah. Kita akan memeriksa video dan nona ini terlebih dahulu." kata salah satu petugas kepolisian Yokohama.


...***...


__ADS_2