VCPD ( Virtua Cop Police Detective )

VCPD ( Virtua Cop Police Detective )
Yamashita Park


__ADS_3

Akhir pekan aku dan Ava bertemu di taman Yamashita. Semenjak pertemuan di rumah Shika, kita belum sempat bertemu kembali bahkan belum saling berbicara satu sama lain. Sepertinya dia masih marah padaku.


Dan aku merasa inilah salah satu sifat wanita yang agak membuat sedikit ribet. Mereka suka cemburuan, bahkan suka ngambek dan marah nggak jelas dan berlebihan. Mereka sangat membingungkan sekali. Terkadang aku merasa sangat lelah meladeninya. Apakah lebih baik aku sendirian saja ya?


Suasana Taman Yamashita sore ini sangat cerah sekali. Taman Yamashita adalah salah satu tempat paling terkenal di Yokohama. Ada banyak tempat wisata seperti pemandangan yang menghadap ke laut dan kota Yokohama, taman yang penuh dengan bunga dan tanaman hijau, dan pertunjukan kembang api musim panas.


Taman Yamashita menghadap ke Pelabuhan Yokohama, dan menawarkan pemandangan panorama kota dan Jembatan di sepanjang Teluk, serta kapal penumpang dan kargo yang mewah.


Sore ini cuaca sangat cerah sekali. Musim panas kali ini terasa begitu hangat.


Hembusan angin saat ini terasa begitu sejuk sekali.



Kita berdua duduk di salah satu bangku taman. Kita berdua saling terdiam beberapa saat. Dan suasana sangat hening. Hanya kadang terdengar canda dan tawa dari pengunjung lain yang sedang berlalu lalang.


"Shin ..." kata Ava tiba-tiba memecah keheningan. "Apa tidak sebaiknya kita..." kata Ava belum menyelesaikan ucapannya.


"Putus..." sahutku pelan, lalu aku menatapnya. Wajahnya begitu tenang. Namun matanya tersirat sebuah kekecewaan dan kesedihan.


"Apa itu maumu, Shin?" tanyanya masih berusaha untuk tenang.


Aku segera mengalihkan pandanganku. Aku terdiam melihat pasangan-pasangan yang lainnya yang juga sedang berkencan di taman ini. Mereka semua terlihat sangat bahagia. Tanpa ada beban.


Lalu kenapa aku dan Ava tidak bisa seperti mereka? Aku sendiri juga bingung dengan diriku sendiri. Apakah mungkin selama ini aku hanya ingin bermain-main dengannya saja?


Aku memang menyukainya.


Dan aku memang mengaguminya.


Dan mungkinkah juga aku hanya kasihan kepadanya?


Arrrgghhh! Sial!


Apa yang sedang aku pikirkan?


Kira-kira apa yang akan Sidho lakukan padaku ya? Apakah pertemanan kita juga akan berubah kelak?


Aku berharap semua bisa baik-baik saja. Aku tak ingin ikatanku dengan Sidho kembali hancur.


"Shin ..." tiba-tiba Ava menggenggam jemariku. Aku menunduk menatap genggamannya. Tangannya begitu hangat. "Jangan hanya diam saja! Bicaralah!" katanya pelan sambil menatapku lurus-lurus.


Dan akupun kini menatapnya. Tatapan kita saling bertemu beberapa saat. Suasana kembali hening.


"Maafkan aku ..." kataku pelan.


"Apa maksudmu, Shin?" tanyanya sambil mempererat genggaman tangannya.


Entahlah, Ava. Aku juga sangat kebingungan saat ini.


Aku tidak mau terikat dengan siapapun.


Aku hanya ingin bebas.


Aku hanya ingin sendirian.

__ADS_1


Tetapi ...


"Shin, maaf jika aku terlalu egois." kata Ava tiba-tiba. Matanya kini sudah berkaca-kaca.


"Tapi, Aku seperti itu karena aku sayang sama kamu. Aku ... Aku mungkin sangat cemburu saat melihatmu berpelukan dengan gadis lain. Tapi aku janji. Aku tak akan seperti itu lagi, Shin."


"Ava ..." kataku lirih.


"Apa kau sudah tidak menyukaiku lagi, Shin?" tuduhnya padaku.


Deegghh ...


Jujur aku sangat terkejut mendengar ucapannya itu.


"Aku kira, Saat aku minta putus darimu, kau akan menolaknya. Tapi ternyata aku salah." kini Ava menunduk sambil terisak.


Ahh, Aku paling tak tahan melihat seorang gadis yang sedang menangis. Dan akhirnya aku kembali luluh padanya.


"Ava, maafkan aku. Seharusnya aku harus lebih bisa menjaga perasaanmu. Maafkan aku ..."


"Shin ..." kini dia mendongak dan menatapku.


"Aku ..." aku berubah pikiran. "I love you, Ava." akhirnya aku mengucapkannya.


Ava langsung memeluk leherku.


"I love you too, Shin." katanya pelan.


Semoga saja aku tak akan mempermainkan dan menyakitinya. Karena selama ini, aku belum pernah mencintai seseorang dengan seutuhnya. Itu terjadi karena aku yang selalu dikecewakan dengan yang namanya wanita. Entahlah, Selama ini aku belum pernah bertemu dengan wanita yang tepat.


Aku membalas pelukann Ava. Kulingkarkan tanganku di pinggangnya.


Beberapa saat dia melepas pelukannya. Dia tersenyum sangat manis saat menatapku. Tangannya masih berada di kedua bahuku.


"Shin, aku punya sesuatu untukmu ..." katanya dengan mata berbinar.


"Ya, Apa itu?"


"Tutup matamu!"


Tanpa pikir panjang aku langsung saja menutup mataku. Tiba-tiba saja kurasakan ada sesuatu yang sangat lembut dan hangat menyentuh bibirku.


Barusan Ava menciumku?


Aku membuka mataku dan kulihat Ava tersenyum manis lalu menunduk malu.


"Katamu dulu aku pernah berhutang itu kan padamu?" katanya sedikit malu-malu.


Aku terdiam agak lama, lalu kemudian aku melempar senyum padanya.


"Ah ... Oh ... Iya ..." sahutku.


"Shin ..." dia memelukku kembali dengan nada manja. "Jangan pernah mengucap kata perpisahan lagi ya ... Karena aku tak mau berpisah denganmu."


"Benarkah itu?"

__ADS_1


"Hhm. Kau kenapa jadi pendiam seperti ini sih hari ini? Biasanya kan kau suka sekali menggodaku."


"Kau sendiri kenapa berubah jadi gadis manja seperti ini?"


Ava melepas pelukannya lalu menatapku kembali dan tersenyum.


"Apa aku juga harus menjelaskannya?" dia tersenyum nakal.


"Hah, Ya sudah kalau tidak mau bilang." aku memalingkan pandanganku berpura-pura cuek. Aku hanya bercanda sih..


"Eh, Kok kamu gitu sih?" katanya sedikit kesal.


Aku tertawa kecil akhirnya. "Just kidding, Baby."


"Huh, Kamu itu!"


"Aku apa? Cakep? Itu sudah dari dulu sih. Makanya kamu jadi suka sama aku. Iya kan?" aku tertawa kerkekeh. "Kalau aku jelek, kamu pasti nggak akan lengket deh sama aku. Hehe ..."


"Ih ... Kamu nyebelin, Shin!" Ava memukul dada bidangku pelan. Tapi aku meraih tangannya dan menggenggamnya sambil masih tertawa.


"Bercanda deh ..." kataku yang masih tertawa.


Ava ikut tertawa bersamaku. Dia terlihat manis sekali saat tersenyum.


Selanjutnya kita memutuskan untuk melihat kapal Hikawa Maru.


Dengan sedikit berjalan ke arah pelabuhan, kita dapat menemukan kapal Hikawa Maru yang tertambat di pelabuhan Yokohama sejak 1985. Tidak lupa aku dan Ava mengambil foto bersama dengan latar belakang kapal Hikawa Maru yang bersejarah dan kota pelabuhan Yokohama!


Hari sudah semakin gelap. Aku dan Ava masih menikmati kencan kita di taman Yamashita.


Kita berdua menyusuri taman Yamashita dan melihat performa dari artis-artis jalanan


sambil menikmati makanan kecil dan beristirahat. Memang sering sih mereka mengadakan performa seperti ini.


Dan tiba-tiba ada seseorang yang menghampiri kita.


"Kak Rheu!" teriak seorang gadis histeris sambil menutupi mulutnya dengan kedua tangannya.


"Ternyata beneran kak Rheu Mitzuru!"


Siapa ya? Tapi aku tidak mengenalinya.


"Kak ... Aku salah satu penggemar beratmu. Aku juga penggemar VCPD. Kakak benar-benar keren sekali!" katanya histeris. "Boleh aku berfoto dengan kakak?"


Aku langsung melirik Ava dan dia tersenyum dan mengangguk.


"Ah, Baiklah ..." kataku pada gadis tadi. Lalu dia segera membuka menu camera di ponselnya. Dan dia segera mengambil foto kita.


"Terima kasih banyak ya, Kak." katanya sangat bersemangat.


"Sama-sama." sahutku ramah.


Lalu gadis itu segera pergi meninggalkan kita.


"Wah, Ada yang punya fans berat nih." canda Ava.

__ADS_1


Aku hanya tertawa kecil lalu merangkulnya. Lalu kita bergegas untuk pergi di dekat lautan untuk melihat keindahan Festival Kembang Api.


Sambil duduk di area taman Yamashita, kita bisa menikmati kembang api yang saling bergantian mewarnai langit malam Yokohama. Menyaksikan keindahan kembang api di malam hari dengan lautan sebagai cerminnya!


__ADS_2