
Sepulang sekolah aku memutuskan untuk pergi ke rumah Ava. Aku harus memastikan sesuatu. Kenapa dia selalu menghindariku akhir-akhir ini?
Aku mendatangi rumahnya dan dia ternyata belum pulang dari sekolahnya. Bahkan aku sempat pergi ke tempat dia biasanya les kendo tapi dia juga tidak ada. Aku berusaha menghubunginya tetapi nomornya tidak aktif. Aku memutuskan untuk menunggunya di depan rumahnya. Aku bahkan menunggunya selama 3 jam.
Akhirnya aku melihat dia yang baru pulang. Dia pulang juga akhirnya. Darimana saja dia? Padahal dia sudah pulang dari tadi dari sekolah. Dia pulang lebih awal hari ini.
" Apa yang sedang kamu lakukan disini, Shin?" tanya Ava sedikit terheran saat melihatku berada di depan rumahnya.
" Kau kemana saja? Kamu kabur dari sekolah, di les kendo tak ada. Dirumah pun kau tak ada. Bahkan ponselmu juga tidak bisa dihubungi..!!" kataku sedikit marah.
Ava terdiam dan tidak menjawabku.
" Dan sekarang aku bertanya kau hanya diam saja." tambahku lagi.
Ava menunduk dan mengambil nafas dalam dan mengeluarkannya perlahan.
" Aku rasa... Aku tak bisa bersamamu lagi, Shin. Lebih baik kita akhiri saja hubungan ini. Maaf." katanya lalu hendak berjalan memasuki halaman rumahnya tapi dengan cepat aku segera menarik tangannya. Sehingga dia tertahan beberapa saat.
" Maaf.." katanya lirih lalu berusaha melepas tanganku dan segera pergi meninggalkanku.
" Ava...!!" teriakku. Tapi dia tak menghiraukanku sama sekali. Dia terus berjalan hingga memasuki rumahnya.
What' going on?
Tiba-tiba Ava mengakhiri hubungannya denganku begitu saja?
Dia memutuskanku begitu saja?
Ini semua sungguh aneh sekali. Apa yang sedang terjadi? Sepertinya ada yang tidak beres deh.
...***...
" Lupakan saja Ava, Shin! Apa kau tak sadar dia sedang mempermainkanmu?" celutuk Ibby saat mendengar ceritaku.
Ibby masih sibuk bermain PSPnya di kamarku. Sementara aku hanya merebahkan diri di atas ranjang sambil menatap langit-langit.
" Kau benar, Ibby." sahutku.
" Kenapa kau tak memulainya lagi saja bersama Norie?" kata Ibby asal.
" Aku sudah mengatakannya kepada Norie. Kalau aku hanya akan menjadi sahabatnya. Seorang pria harus menepati ucapannya." sahutku pelan.
" Tapi aku yakin kok dia masih menunggumu sebenarnya... Dan pasti dia akan merasa senang jika kau mau kembali bersamanya."
" Tidak, Ibby. Aku tidak bisa. Lebih baik aku sendiri saja. Cinta hanya membuatku terlihat bodoh."
__ADS_1
" Hhm.. Kau mau aku kenalkan dengan teman-temanku? Bagaimana kalau malam ini kau ikut bersamaku saja ke pesta ulang tahun temanku?" usul Ibby. "Pasti akan ada gadis cantik disana. Dan anggap saja untuk refreshing."
" Kau yakin?" godaku.
" Tentu saja.." sahut Ibby bersemangat.
" Oke.." sahutku akhirnya.
" Yatta.."
Kita berdua tertawa kecil dan tos.
...***...
Aku dan Ibby memutuskan untuk pergi ke pesta ulang tahun teman Ibby. Kita menaiki motorku dan menuju ke sebuah komplek perumahan elit. Jarak rumah satu dengan rumah lainnya kira-kira 500 meter.
Wow..
Darimana Ibby mendapatkan teman sekaya ini ya? Rumahnya sangat besar dan benar-benar seperti istana. Halaman rumahnya pun sangat luas. Kira-kira tiga kali ukuran halaman rumahku. Di halaman juga ada sebuah kolam renang yang sudah di design dengan sangat cantik.
Kita mulai berjalan melewati halaman rumah itu. Cukup jauh juga untuk sampai ke dalam rumah.🥱
Mereka semua yang ada disini pun juga berpakaian dengan sangat rapi dan mewah. Untung saja aku tadi memakai setelan jas. Ahahaha.. Sebenarnya itu saran Ibby sih.
Bagaimana mungkin seseorang menghabiskan dan menghambur-hamburkan uang hanya untuk sebuah acara ulang tahun saja? Pasti dia sangatlah kaya raya.
Aku dan Ibby terus berjalan menyusuri rumah ini yang sudah ramai dengan tamu. Kebanyakan dekorasi adalah berwarna purple. Mungkin yang sedang berulang tahun adalah pecinta warna purple.
Aku melihat sebuah kue ulang tahun yang berukuran cukup besar berwarna ungu juga.
" Hai, Ibby..." sapa seorang gadis yang tiba-tiba menghampiri kita berdua.
" Otanjyoubi ( selamat ulang tahun ), Ren-chan." Ibby mengucapkan kata-kata itu kepada gadis tadi. Dia mengenakan sebuah gaun silver paduan soft purple. Rambutnya yang panjang dan sedikit bergelombang dibiarkannya tergerai. Wajahnya sangat mungil dan matanya sedikit belo. Seperti barbie saja.
Kalian mau tau kenapa aku tau boneka barbie? Karena aku pernah diajak Igarashi membeli boneka itu untuk kado sepupunya yang masih kecil.
" Thanks, Ibby. Sudah meluangkan waktu untuk datang ke pesta ulang tahunku." katanya sambil melempar senyumnya.
__ADS_1
" Ahahaha.. Tentu saja aku akan berusaha menghadirinya dong." Ibby tertawa kecil lalu memberikan sebuah bingkisan kecil untuk gadis itu. "Ini hadiah dariku."
" Thanks, Ibby." gadis itu menerima bingkisan dari Ibby.
" Oh iya. Kenalkan ini sahabatku Shin." Ibby menepuk bahuku memperkenalkanku kepada gadis tadi.
" Rheu Mitzuru. Tapi kau bisa memanggilku Shin.." aku mengulurkan tangan kananku dan tersenyum padanya.
" Ren Fujiwara..." dia tersenyum dan membalas uluran tanganku.
" Ehm. Maaf, tapi aku tak membawa hadiah. Ibby mendadak mengajakku datang ke pestamu tadi.."
" Ahaha.. No problem." sahut Ren sambil tertawa kecil.
Ibby dan Ren mengobrol dengan asyik sedangkan aku hanya mendengarkan mereka saja.
Dan aku merasa Ren sering menatapku diam-diam.
" Ehm.. Ibby, Shin. Kalian nikmatilah pesta ini. Aku akan menemui seseorang sebentar." kata Ren tiba-tiba.
" Oke.." sahut Ibby. Sedangkan aku hanya tersenyum samar pada Ren.
Sebelum pergi Ren sempat melempar senyum manisnya padaku.
" Bagaimana?" bisik Ibby.
" Bagaimana apanya?" tanyaku sambil melihat sekeliling.
" Dia adalah anak pemilik Fuji Entertaiment. Selain itu dia juga sangat kaya raya dan juga cantik. Kau tengok tadi. Dadanya lumayan besar." bisik Ibby padaku.
" Wow.. Kau sungguh otak mesum." aku mendorong jidat Ibby dengan telunjukku. Lalu aku melangkahkan kaki hendak meninggkan Ibby.
" Kau mau kemana, Shin?" teriak Ibby.
" Aku bisa mati dehidrasi jika terus memikirkan sepasang dada itu." kataku menggoda Ibby.
" Aiisshhh... Kau ini..!!" celutuk Ibby sambil mendorong tubuhku.
Aku hanya tertawa kecil lalu segera mencari minuman. Aku menuju ke luar rumah, halaman samping rumah itu. Kuambil segelas orange juice lalu kuteguknya.
Bahkan mereka sampai mendekorasi dengan sangat sempurna area luar ruangan. Cantik dan sangat mewah. Aku meminum kembali orange juice ku dan segera menghabiskannya.
Tiba-tiba saja aku kembali teringat dengan Ava. Ava sedang apa ya? Sebenarnya aku masih terheran-heran dengan keputusan Ava sore tadi. Ada apa ya? Kenapa tiba-tiba saja dia ingin berpisah denganku?
__ADS_1
Padahal sebelumnya dia tidak mau berpisah denganku saat itu.
Aku menatap pemandangan di hadapanku. Aku melihat di sebelah rumah itu berdiri sebuah hotel mewah dengan bangunan yang menjulang sangat tinggi.