
Hari ini ada rapat Osis. Minggu depan akan diadakan festival musim panas di sekolahan ini. Dimana akan diadakan bazar di hall dan di tiap-tiap kelas. Juga akan digelar konser.
Kali ini sekolahan kita akan mendatangkan Miyavi-sama. Si rocker legendaris Jepang. Murid-murid juga akan diperbolehkan untuk berpartisipasi manggung mengisi acara bagi mereka yang punya talenta.
Seminggu ini siswa-siswi disibukkan untuk mempersiapkan festival musim panas. Dan mereka terlihat sangat antusias dan bersemangat.
"Fiuh ... Akhirnya kelar tugas-tugas hari ini." kataku sambil menempelkan telapak tanganku ke tembok. Dan Ava sedang berdiri di hapadapanku. Kira-kira 10 cm jarak antara wajah kita. Kita berdua berada di halaman belakang sekolah.
"Kau pasti sangat lelah, Shin." kata Ava yang menatapku seakan melihat seekor anak anjing. "Kau mengurus VCPD dan juga sekolah." kata Ava sedikit cemberut.
"Tidak jika kamu selalu bersamaku." godaku sambil langsung mendekatkan wajahku ke arah Ava hendak menciumnya. Tapi ...
" Door! Ketahuan mau ciuman ya!" teriak seseorang.
Aku dan Ava segera berhenti dan menoleh ke arah suara itu. Ternyata Igarashi, Aso, Shika, dan Ibby.
" Kau pasti sangat lelah, Shin. Kau mengurus VCPD dan juga sekolah." Igarashi menirukan suara Ava bahkan posisi Ava.
"Tidak jika kau selalu bersamaku." dan Ibby menirukan suaraku dan posisiku.
Lalu mereka semua tertawa renyah.
Aku merasa sangat kesal, marah, malu tapi senang. Sedangkan Ava hanya tersenyum malu. Aku segera berlari ke arah mereka dan mengejarnya. Dan mereka segera berlari untuk menghindariku.
"Awas kalian ya!" aku ikut tertawa sambil mengejar mereka.
...***...
"Meja ini geser kesana ya!" aku memerintahkan teman sekelasku.
Murid-murid sangat sibuk menata dan merapikan kelas untuk acara festival musim panas yang akan dimulai besok sampai seminggu ke depan.
"Oya kursi di samping itu pindahkan saja ke belakang ya biar terlihat lebih luas." perintahku lagi.
"Oke ..." sahut mereka.
"Ibby, Aso kalian bantu anak-anak disini ya. Aku mau melihat penataan panggung di halaman sekolah." kataku kepada Ibby dan Aso. Sedangkan Shika sedang sibuk di luar kelas menata luar ruangan bersama anak lainnya.
"Hai, wakarimashita Shin-kun." mereka hormat padaku dengan wajah serius lalu saling berpandangan dan tertawa. Seperti mereka sedang mengejekku saja.
"Huh ... Kalian ini ..." dengusku sedikit kesal. " Aku pergi ya. Da ..." aku segera pergi meninggalkan kelas dan segera menuju ke halaman sekolah untuk melihat penataan dan dekorasi panggung.
Wah, Semuanya sudah hampir selesai ya. Padahal dipakainya masih 3 hari lagi. Well, Lebih cepat lebih baik sih.
"Shin!" tiba-tiba ada yang berteriak memanggilku. Aku menoleh ke arah belakang, terlihat Yutaro salah satu pengurus Osis sedang berlari kecil ke arahku.
"Ada apa , Yutaro?"
__ADS_1
"Kau dipanggil Pak Kepala Sekolah. Dia sedang menunggumu di ruangannya." jelasnya sambil mengatur nafasnya kembali.
"Ouh. Oke aku akan segera kesana." aku tersenyum menatapnya. "Ini untukmu!" aku melempar sekaleng minuman dingin untuknya dan dia segera menangkapnya dengan lincah.
"Thanks ya." sahutnya sambil tersenyum padaku. "Pantas saja semua orang menyukaimu ya. Kau sangat pengertian." Yutaro tertawa kecil lalu membuka minuman itu dan segera meneguknya.
"Jangan berlebihan!" kataku bercanda lalu aku bergegas pergi meninggalkannya.
Sepanjang koridor sekolah terlihat siswa-siswi yang terlihat sangat bersemangat untuk menyambut festival ini. Mereka sedang menata dan menghias kelas mereka masing-masing.
Akhirnya aku sampai di depan ruangan kepala sekolah. Aku mengetuk pintu ruangan itu beberapa kali.
"Masuk!" perintahnya dari dalam. Lalu aku segera memasuki ruangannya.
"Bapak memanggil saya?" tanyaku ramah.
"Iya. Duduklah, Rheu!" perintahnya sambil memakai kembali kacamata minusnya yang super tebal.
Akupun segera duduk berhadapan dengannya.
"Ishihara-sama meminta dijemput di Narita Airport Jumat dini hari.
Ishihara adalah nama asli dari Miyavi si rocker legendaris itu.
"Jumat dini hari?"
" Ya "
" Itu permintaan dia sih. Setelah menjemputnya kalian harus mengantarkan ke hotel untuk dia beristirahat dulu. Soalnya saat ini dia sedang mengadakan performe eksklusif di Taiwan dan setelah selesai dia akan langsung ke Jepang untuk mengisi acara di sekolah kita hari Sabtu."
"Baiklah, Pak."
"Ajaklah VCPD lainnya untuk menjemputnya. Untuk berjaga-jaga, Rheu."
"Baik, Pak."
Pak Kepala Sekolah mengangguk-angguk sambil tersenyum menatapku.
"Jujur saja. Bapak bangga sekali pada kalian VCPD, Rheu. Apalagi SMU kita jadi semakin dikenal semua orang. Kau dan VCPD lain sudah mengharumkan nama sekolah kita. Bapak sangat berterima kasih kepada kalian."
"Itu sudah menjadi kewajiban kita, Pak. Bapak tidak perlu berterima kasih." aku tersenyum ramah.
"Ini untuk kalian." Pak Kepala sekolah menyodorkan sesuatu kepadaku.
"Apa ini, Pak?" tanyaku sambil menatap beberapa lembar yang terlihat seperti tiket.
"Itu adalah tiket liburan ke Kyoto. Bapak dengar liburan musim panas ini kalian akan berlibur ke Kyoto. Jadi Bapak ingin memberikan sebuah hadiah untuk kalian."
__ADS_1
"Wah. Bapak tidak perlu repot-repot."
"Tidak apa-apa, Shin. Kalian juga sudah bekerja keras dengan baik. Terimalah!"
Aku mengambil beberapa lembar tiket itu. Ada kira-kira 15 tiket untuk berlibur ke Kyoto?
Wah..
"Terima kasih banyak, Pak." kataku akhirnya.
"Sama-sama, Shin."
"Kalau begitu saya permisi, Pak."
Kau boleh keluar." sahut Pak Kepala Sekolah ramah.
Aku segera bergegas untuk meninggalkan ruangan itu. Setelah itu aku kembali ke halaman untuk membantu penataan panggung bersama yang lainnya.
Terlihat mereka yang masih sibuk menata panggung.
Aku melihat di sebelah panggung. Ada ruangan, dan disitu sedang ada Ava bersama Igarashi yang sedang sibuk mendata anak yang akan mengisi acara untuk perform mengisi acara pada acara puncak. Sepertinya banyak sekali anak yang mau mengisi acara. Ya.. Antriannya lumayan panjang.
Aku memutuskan untuk mendatangi mereka. Aku berjalan melewati antrian siswa-siswi lalu sampailah di meja dimana Ava dan Igarashi sedang sibuk melayani pendaftaran.
"Hai..." sapaku pada Ava dan Igarashi.
"Oh.. Shin.." Kata Igarashi melirikku sebentar lalu kembali sibuk mencoret-coret kertasnya lagi.
" Sepertinya ada banyak sekali anak-anak yang akan perfome ya?" tanyaku.
"Iya, Shin. Banyak sekali yang mendaftar." sahut Ava.
"Hhm ... Bagaimana kalau kita adakan seleksi? Soalnya aku ragu waktunya tidak akan sempat jika menampilkan mereka semua." kataku.
" Ide bagus." sahut Igarashi. "Aku akan mendata mereka semua dulu. Baru besok kita akan adakan seleksi."
"Well oke. Semua aku serahkan kepada kalian ya." kataku.
"Hai, Shin-kun." sahut Igarashi.
"Kalau begitu kalian semangat ya. Aku akan pergi ke kantin sebentar. Kalian mau sesuatu?"
"Aku mau jus melon!" sahut Igarashi.
"Baik. Kau, Ava?" tanyaku sambil menatap Ava yang masih sibuk melayani anak-anak yang mendaftar.
"Thanks ya, Shin. Aku mau minuman dingin apa saja." Ava melirikku sambil tersenyum.
__ADS_1
"Oke deh. Tunggu ya!" kataku langsung ngeloyor pergi.
...***...