
Aku mencari ruang control tempat ini. Selain untuk mencari dan menangkap Satoru, ada yang sedang aku cari saat ini. Dan aku ingin memastikan sesuatu. Entah itu hanya instingku saja, tapi aku akan mencari tau soal itu. Yeap, untuk antisipasi saja sih.
Beberapa saat Ibby sudah datang bersama Hakken dan Lee. Dia ikut berpencar untuk mencari Satoru. Sementara Kepolisian Kanagawa berjaga di luar.
Setelah berputar-putar di dalam tempat ini akhirnya aku menemukan ruangan control tempat ini. Aku mengambil semua memory card yang ada disini. Tapi sayangnya tampilan di semua monitor sudah rusak. Jadi aku tak bisa mencari dan melihat Satoru sedang bersembunyi dimana.
Sial! Sepertinya dia sudah merusak beberapa camera itu. Aku kembali menyusuri tempat ini untuk mencari Satoru.
Aku pergi ke lantai atas kali ini. Dan tiba-tiba ponselku berdering. Dan ternyata Igarashi yang menghubungiku. Aku segera mengangkat telponnya.
"Hallo, Iga. Bagaimana?"
"Shin! Satoru ada diantai 4. Dia sedang berlari ke arah balkon. Dan Ava sedang mengejarnya."
"Oke. Aku akan segera kesana!" kataku lalu mengakhiri panggilan itu dan segera bergegas ke lantai 4. Di lantai 3 aku sempat bertemu dengan Lee.
"Satoru ada di lantai 4. Hubungi yang lainnya juga!" perintahku kepada Lee.
"Baik. Kita akan segera menyusul!" sahut Lee lalu mulai menghubungi Aso, Ibby dan Hakken.
Sementara aku segera bergegas menuju ke lantai 4 dan menuju balkon. Aku melihat Igarashi dan Ava yang sedang melawan Satoru. Dan aku bergegas mendatangi mereka.
"Jangan mendekat atau aku akan menghancurkan tempat ini dengan sekali ledakan! Aku tak akan mati sendiri! Kalian harus menemaniku! Tempat ini sudah aku pasangi beberapa alat peledak." kata Satoru yang sudah berada di ujung balkon. Dia membawa sebuah remote peledak, dan sepertinya memang sudah dia persiapkan dari awal. Ah, Sial!
"Aku tak mengingkan kematianmu. Aku hanya mau kau menyerahkan diri pada Kepolisian." kataku sambil berjalan dua langkah ke depan.
"Diam dan jangan mendekat atau aku benar-benar akan meledakkan tempat ini!" ancamnya membuatku menghentikkan langkahku.
"Satoru. Kita hanya ingin kau menyerahkan diri." kata Igarashi.
"Untuk apa?"
"Kau telah menyuruh seseorang untuk membunuh CEO Fujiwara bukan?" kata Ava penuh amarah.
"Ah, soal itu ya. Sebenarnya jika kalian mengetahui kebenaran maka hanya akan membuat beberapa orang tersakiti dan terluka." sahut Satoru yang masih memegang remote control itu erat-erat.
"Apa maksudmu?" tanya Ava menatap tajam ke arah Satoru.
Sementara Satoru hanya terkekeh.
__ADS_1
"Sudahlah. Pria tua itu sudah tiada. Dan mereka sudah menemukan pembunuhnya bukan? Kenapa kalian masih repot sendiri?!"
"Kenapa kau melakukannya?! Apa keuntunganmu dengan membunuhnya?" tanyaku sambil maju satu langkah.
"Sudah kubilang jangan bergerak atau aku benar-benar akan menekan tombol ini!" teriaknya garang.
Bagaimana ini? Kalau aku bersikeras maju, tempat ini akan hancur dan kita masih berada di dalamnya. Kalau aku diam saja, Satoru akan kembali berusaha meloloskan diri lagi. Sial!
Beberapa saat Aso, Hakken dan Lee datang.
"Shin. Bagaimana ini?" celutuk Aso.
"Kita ulur waktu dulu." kataku pelan.
Ya, aku sudah melihat Ibby yang mulai mendekati Satoru dari belakang. Kira-kira mereka masih berjarak 100 meter. Jadi aku akan mengulur waktu dan mengalihkan perhatian Satoru dulu.
Aku dan Ibby saling menatap dari kejauhan seakan sedang berbicara dengan bahasa mata seperti "Ayo kita lakukan, kawan!"
"Satoru! Kenapa kau melakukan semua ini? Apa kau punya dendam terhadap CEO Fujiwara?" tanyaku dengan nada lebih pelan.
"Tidak. Bahkan aku tidak mengenalnya! Dan kita juga tak pernah saling mengobrol." sahut Satoru.
"Lalu kenapa kau melakukannya?" desakku.
"Kau saja yang bodoh karena tidak menyadari semua itu." aku tersenyum mengejeknya.
"Ya karena memang kau mirip sekali dengan seorang wanita tadi! Dan asal kau tau, kau lebih cocok menjadi wanita saja!"
"Apa kau bilang? Dasar sampah!" kataku sedikit kesal.
Tak lama kemudian Ibby sudah berhasil mencapai Satoru. Dengan cepat dia menendang tangan Satoru, mengakibatkan remote control itu terjatuh.
Igarashi yang berada tak jauh dari remote yang sedang terjatuh itu segera bergegas untuk memungutnya.
Ibby melayangkan beberapa tinjunya ke arah Satoru dan Satoru terjatuh karena belum siap dengan serangan Ibby.
"Siapa lagi kau, Rambut nanas?!" kata Satoru yang sudah terjatuh di lantai.
"Jangan panggil aku rambut nanas, Pria jelek!" kini Ibby menginjak dada Satoru lalu menekannya.
__ADS_1
Aku segera mendekati mereka dan segera memborgol Satoru.
"Sialan kalian!" ucap Satoru menatap kita kesal.
Kita segera membawa Satoru untuk keluar dari tempat ini dan menyerahkan kepada pihak kepolisian Kanagawa.
...***...
Dua orang Polisi sedang mengintrogasi Satoru di ruangan khusus. Aku bersama VCPD lainnya hanya menyaksikan di ruang sebelah yang hanya ada pembatas kaca. Sementara Shika dan beberapa polisi lain sedang mengecek memory card CCTV pada Heaven Club.
"Satoru, CEO Heaven Club. Apa hubunganmu dengan CEO Fujiwara?" tanya seorang Polisi yang sedang mengintrogasinya.
"Aku tidak mengenalnya dengan baik. Dan aku tak ada hubungan khusus dengannya." jawab Satoru santai.
"Lalu kenapa kau menyuruh seseorang untuk membunuhnya?" tanya Polisi yang satunya.
"Siapa yang mengatakan itu?"
Tiba-tiba seorang Polisi membawa masuk pria kemarin ke ruang introgasi. Satoru menatap tajam pria itu. Dan yang ditatap hanya menunduk ketakutan.
"Kalian lebih percaya dengan pria berandalan seperti itu dibanding denganku yang seorang CEO yang terhormat?" kata Satoru dengan nada tinggi.
"Aku bisa saja menuntut kalian semua dengan tuduhan pencemaran nama baik!" ancam Satoru.
"Lagian kalian juga tidak punya bukti kuat kan telah menuduhku seperti itu!" tambah Satoru lagi.
Sementara pria yang mengaku suruhan Satoru itu semakin menunduk dan gemetaran. Pihak Kepolisian semakin bingung.
Sementara di ruangan kita..
"Shin, Lihat! Aku menemukan sesuatu disini." kata Shika yang masih sibuk dengan komputer di hadapannya. Aku segera datang menghampirinya.
Shika memutar sebuat video dan disitu aku melihat Kak Key sedang mengobrol dengan Satoru.
"Apa suaranya bisa dikeraskan sedikit lagi?" tanyaku.
"Hhm.." kata Shika lalu mengeraskan suara video itu. Lalu kita mulai menyaksikan rekaman itu.
"Bagaimanapun caranya, Kau harus segera menyelesaikan tugas ini! Segera akhiri si Fujiwara sialan itu!" kata kak Key kepada Satoru. Kak Key terlihat sangat marah di dalam rekaman itu.
__ADS_1
"Aku akan segera menyelesaikannya dengan baik!" sahut Satoru sambil tertawa kecil.
"Tepat di hari ulang tahun adikku, Ren. Kau harus bisa menyelesaikan semua ini. Kalau tidak, aku akan menarik semua sahamku di Club ini."