
Aku segera merebut ponsel Aso untuk melihat apa yang sedang dia lihat saat ini. Terlihat foto seorang pria yang cukup tampan berambut hitam lurus yang sedang merangkul seorang gadis yang cukup manis berambut keemasan sebahu.
"Siapa mereka, Ibby?" tanyaku sedikit penasaran. Ibby bilang tadi Haku dan Yuko? Tapi siapa mereka itu?
"Haku adalah sepupuku yang tinggal di Shinjuku. Dan gadis itu adalah Yuko, kekasihnya." jelas Ibby padaku.
"Oh, Jadi bukan Yuko junior kita rupanya ya ..." sahutku sedikit terkekeh. Aku mengira Ibby sedang membicarakan Yuko adik kelasku itu.
"Bukan kok. Kalau Yuko adik kelas kita kan pacaran sama Aso. Kau kan tau itu, Shin!"
"Mmm. Benar juga. Ya sudah aku mau tidur. Ngantuk sekali!" ucapku lalu menarik selimutku.
"Aku juga ngantuk sekali!" ucap Ibby sambil menarik selimut dan kakinya memeluk bagian tubuhku bagian bawah.
Aku merasa sedikit risih jadi segera mendorongnya, "Singkirkan kakimu, Ibby!"
Ibby hanya sedikit terkekeh lalu kembali melakukannya lagi.
"Ibby!" kataku setengah menghardiknya.
"Okay! Okay! Sory!" ucapnya lalu menarik kakinya kembali.
Setelah beberapa saat akhirnya kita pun tertidur begitu saja karena memang sangat lelah dan ngantuk sekali.
...***...
Aku dan Ibby hari ini kesiangan lagi. Setelah bangun, aku segera melompat dan bergegas ke kamar mandi mandi untuk memberrsihkan diri.
Haduh! Padahal semalam langsung tidur deh! Kok masih saja kesiangan?!
Belum selesai aku melakukan ritual mandiku, sudah terdengar suara gedoran pintu kamar mandi yang begitu menggelegar.
Tok ... Tok ... Tok ...
"Oi, Shin! Lebih cepatlah sedikit!" teriak Ibby dari luar yang sudah tidak sabaran dan dia terus menggedor pintu kamar mandi.
"Iya! Sabar! Bentar lagi deh!" kataku lalu segera menyudahi mandiku. Aku segera menyamber handuk bajuku yang sudah ada di kamar mandi lalu segera keluar.
__ADS_1
Setelah aku membuka pintu, Ibby dengan cepat menyerobot masuk.
"Kaya dikejar-kejar setan aja kamu!" celutukku sedikit tertawa kecil.
"Guru Kimia kita kan memang kaya setan, Shin! Apa kau melupakan hal itu?" teriak Ibby dari dalam kamar mandi, "Kalau kita terlambat, matilah kita!" imbuhnya lagi lalu mulai terdengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi.
"Ah, Benar juga ya! Mana Kimia adalah jam pertama!" kataku lalu segera bersiap memakai uniform sekolahku.
Setelah selesai mengenakan atasan dan bawahan uniform sekolahku, aku segera meraih almamaterku.
Tak lama kemudian Ibby sudah datang hanya dengan memakai handuk untuk menutupi tubuh bagian bawahnya.
"Cepatlah sedikit, Ibby! Kita hampir terlambat!" kataku sambil merapikan rambutku.
"Ah ... Iya ..." sahut Ibby lalu melompat kecil untuk meraih ranselnya yang ada di meja untuk mengeluarkan uniformnnya yang sudah dia bawa dari rumahnya.
Namun tiba-tiba saja handuk Ibby merosot begitu saja dan pemandangan macam apa ini? Tepat berdiri di hadapanku pula itu bocah! Ah, rusak sudah mataku hari ini!
"Ibby!" kataku setengah berteriak. "Kau sudah merusak mataku hari ini!" ucapku sedikit mendengus karena kesal.
Sedangkan Ibby hanya nyengir kecil lalu menaikkan kembali handuk itu dan memakainya kembali.
"Huh ... Cepatlah! Aku tunggu di bawah ya!" kataku lalu meninggalkan Ibby.
"Okay!" teriaknya lagi.
Aku segera turun dan aku sudah melihat kak Shu yang sedang bersama kakek di meja makan.
"Adakah yang bisa aku bawa untuk pergi ke sekolahan, Kek?" tanyaku sambil mencari sesuatu di meja sebelah meja makan.
"Itu ada sandwich. Bawa saja! Aku membuatnya beberapa tadi kok. Bawakan juga untuk temanmu yang menginap itu." sahut kak Shu sambil menikmati sarapannya.
"Oh. Okay deh." kataku lalu memasukkan 2 potong sandwich ke dalam kotak makanku.
"Kamu tidak sarapan dulu, Shin?" tanya kakek yang menatapku dengan seksama.
"Tidak, Kek. Aku sudah telat. Nanti saja sarapan di sekolahan saja. Guru kimiaku super killer kek!" kataku jujur.
__ADS_1
"Bwahahaha ... Tumben kau mempedulikan telat masuk sekolah? Biasanya kau sering telat dan bolos sekolah bukan?" ucap kak Shu dengan tawa kecil.
"Hah? Siapa yang bilang, Kak?" tanyaku sedikit pemasaran. Karena memang selama ini aku tidak pernah melihat kak Shu yang dekat dengan teman-temanku.
"Aku dengar dari Norie juga dari Igarashi. Kebetulan kemarin aku bertemu dengan Igarashi saat keluar sebentar. Dan kita sedikit mengobrol." ucap kak Shu.
"Oh ..." kataku begitu saja.
Tak lama kemudian Ibby sudah turun dan menyusulku.
"Shin, maaf aku agak lama." ucapnya yang masih sedikit merapikan almamaternya.
"Yeap. Yok berangkat!" kataku lalu menggendong tasku lagi. "Kakek, Kak Shu ....Aku berangkat dulu ya ..." kataku lalu bergegas pergi ke depan untuk memakai sepatuku.
"Kakek Kekaishi, kak Shu saya pamit ya ..." kata Ibby dengan nada bak pelajar yang ramah dan rajin. Dia tersenyum manis dan membungkukan badannya sebelum pergi untuk menyusulku.
"Ya. Hati-hati di jalan ya kalian." seru kakek.
"Hai-Hai, Wakarimashita!" sahutku lalu bergegas pergi bersama Ibby.
Kali ini kita berangkat dengan menaiki motorku karena jika memakai mobil pasti akan sedikit lama. Kalau naik motor kita bisa sedikit lebih ngebut untuk mengejar waktu.
Aku mengendarai motorku dengan keceoatan tinggi dan Ibby memelukku dengan erat.
"Gila! Kau mau jadi pembalap, Shin? Kenceng banget bawa motor!" celutuk Ibby saat kita memarkir motor di sekolahan
"Nggak juga sih. Aku mau jadi polisi handal di masa depan. Dan tentunya aku akan lebih suka bertugas dengan memakai motor." sahutku sambil meletakkan helm ku pada kaca spion di motorku.
"Pilihan yang bagus!" Ibby menyauti dengan tersenyum lebar dan dia merangkulku dan mulai pergi ke kelas kita.
Untung saja kita berdua tidak telat. Kita memasuki kelas tepat 5 menit sebelum guru Kimia kita datang. Selamat ...
Karena guru yang satu itu memang benar-benar sangat galak. Jika kamu melakukan sebuah kesalahan pada kelasnya, maka siap-siap saja akan mendapatkan hukuman yang berat. Misalnya saja diberi tugas tambahan yang soalnya hanya beberapa baris saja, namun jawaban bisa sampai hingga satu buku. Dan biasanya tugas itu akan mulai kita kerjakan setelah pulang sekolah. Dan kamu tidak akan diijinkan pulang jika belum menyelesaikan tugas itu.
Bagaimana? Sudah bisa membayangkan se-mengerikan apa dia? Hhm ... Udah lah, nggak usah dibayangkan. Nanti kalian jadi takut dengan guru Kimia kalian? Ahahaha ... Karena guru se-mengerikan ini hanya karangan dari Author yang hanya ada di novelnya saja.
"Selamat pagi ..." sapa Pak Himura sang guru Kimia. Kacamata kotaknya super tebal, dengan kepala bagian depan sedikit botak dan mengkilap membuat siapa saja sedikit silau ketika melihatnya.
__ADS_1
"Sekarang buka buku kalian halaman 207 ..." perintahnya lalu memulai kelas hari ini ...
...***...