VCPD ( Virtua Cop Police Detective )

VCPD ( Virtua Cop Police Detective )
Terungkap


__ADS_3

"Bagaimanapun caranya, Kau harus segera menyelesaikan tugas ini! Segera akhiri si Fujiwara sialan itu!" kata kak Key kepada Satoru. Kak Key terlihat sangat marah di dalam rekaman itu.


Sinar matanya yang penuh kebencian sangat terlihat dengan jelas di dalam rekaman itu.


"Aku akan segera menyelesaikannya dengan baik!" sahut Satoru sambil tertawa kecil.


"Tepat di hari ulang tahun adikku, Ren. Kau harus bisa menyelesaikan semua ini. Kalau tidak, aku akan menarik semua sahamku di Club ini." kata Kak Key tajam.


Shika segera memberhentikkan rekaman itu.


"Bagaimana mungkin seorang anak menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh papanya sendiri?" kata Aso sedikit bingung dan kesal. Dia menyedakepkan kedua tangannya lalu bersandar pada kursi yang sedang dia duduki.


"Kenapa kak Key melakukan semua itu?" kataku bingung. Ada masalah apa antara Kak Key dan Papanya?


"Apa yang sebenarnya terjadi dalam keluarga yang terlihat sangat harmonis itu?" tutur Igarashi.


"Kak Key benar-benar sudah keterlaluan! Aku tak pernah mengira dia akan segila ini." kata Ibby sambil mengepalkan tangannya. Wajahnya terlihat penuh amarah menatap rekaman itu.


"Kenapa bisa begini?" ucap Ava pelan, dia masih memandangi rekaman itu.


"Key-sama sedang dalam perjalanan kesini. Tapi dia belum tau tentang rekaman ini." kata salah satu Polisi.


Setelah menunggu beberapa saat akhirnya kak Key datang bersama Ren.


"Kalian sudah menemukan pembunuh papa?" tanya Kak Key antusias.


"Sudah. Mari ke ruang instrogasi bersama kami, Key-sama. Agar anda bisa bertemu dengan mereka juga." kata salah satu Polisi itu.


"Baiklah. Ren, kau tunggu disini saja ya. Kakak masuk dulu." kata Kak Key kepada Ren.


"Iya, Kak." sahut Ren mengangguk pelan.


Kak Key bersama dua orang polisi memasuki ruang introgasi yang disana sudah ada Satoru dan pria pembunuh bayaran kemarin.


Sementara Ava segera menghampiri Ren dan segera memeluknya.


"Semua akan baik-baik saja. Kita sudah menemukan yang dibalik dari semua ini." kata Ava menenangkan Ren.

__ADS_1


"Iya." Ren berusaha untuk tersenyum lalu memfokuskan melihat ruangan introgasi yang hanya berbatas kaca transparan satu arah.


"Jadi, mereka ini adalah pembunuh ayah anda Key-sama." kata seorang Polisi.


Kak Key menatap garang Satoru dan Pria itu.


"Kenapa kalian membunuh papaku? Apa yang telah papaku lakukan sampai kalian tega melakukan ini kepadanya?" kata Kak Key menatap kedua pria itu secara bergantian.


Satoru dan si Pembunuh bayaran hanya terdiam saja. Bahkan si pembunuh bayaran hanya menunduk dan gemetaran. Dia tidak berani menatap kak Key.


"Berikan hukuman yang setimpal untuk mereka!" kata kak Key dengan tatapan kebencian.


"Jadi kau akan membiarkanku mendekam di penjara Key-sama?" tanya Satoru tajam.


Tatapan mereka saling bertemu tajam. Kita masih menyaksikan dengan seksama di ruang sebelah.


"Tuan Key. Sebenarnya mereka berdua adalah suruhan seseorang." kata seorang Polisi.


"Apa maksudnya?" tanya Kak Key kebingungan.


Salah satu Polisi yang sedang di dalam ruang introgasi menghubungi kami.


"Biar aku saja." aku menawarkan diri dan segera membawa sebuah rekaman CCTV ke dalam ruang Introgasi.


Kak Key menatapku sedikit tajam tapi dia berusaha segera menutupinya. Aku segera memasukkan Memory card itu ke dalam sebuah card reader di dalam sebuah komputer di ruang introgasi.


Aku segera mencari file itu dan segera memutar rekaman CCTV di dalam sebuah ruangan Heaven Club. Sebuah percakapan antara Satoru dan Kak Key terpampang di dalam layar monitor itu.


"Shin. Apa-apaan semua ini? Ini semua pasti sudah diedit?" kata Kak Key gelagapan.


Aku hanya diam menatap kak Key tajam.


"Ayolah! Ini semua pasti rekayasa. Bagaimana mungkin aku menyewa seorang pembunuh bayaran untuk membunuh papaku sendiri? Konyol sekali!"


"Kau bahkan bukan anak kandungnya!" timpal Satoru yang membuat kita semua bingung.


Kak Key bukan anak kandung CEO Fujiwara?

__ADS_1


Kini Kak Key menatap tajam Satoru.


"Tau apa kau tentang keluargaku?" kata kak Key tajam.


Sementara Satoru malah menyeringai menatap Kak Key.


"Rekaman yang kalian lihat barusan adalah benar. Tanpa rekayasa. Dan itu terekam di CCTV Heaven Club." kata Satoru tertawa kecil. "Key merasa sakit hati kepada CEO Fujiwara karena CEO Fujiwara berniat menyerahkan Perusahaan besarnya kepada Ren, anak kandungnya. Pria di depanku ini menyuruhku menghabisi CEO Fujiwara atau kalau tidak, dia akan menarik semua sahamnya di Heaven Club. Jadi aku dengan terpaksa memenuhi perintahnya dan menyewa seorang pembunuh bayaran."


Semua yang berada di dalam ruang introgasi terdiam beberapa saat. Tiba-tiba kak Key mengeluarkan sebuah pistol dan menodongkan kepada seorang Polisi.


"Bagaimana? Kalian sudah tau kebenarannya bukan?" tiba-tiba Kak Key tertawa menakutkan.


"Kenapa kakak bisa melakukan semua ini? Sekalipun dia bukan ayah kandung kakak, kenapa kakak tega sekali?" tanyaku sambil menatap Kak Key lurus-lurus.


"Kau tidak tau tentang hidupku, Shin. Bagaimana menderitanya aku yang ditakdirkan menjadi anak angkatnya selama ini. Aku selalu dibuatnya sakit hati dan terpojok! Di depan masyarakat memang terlihat sangat harmonis keluarga ini. Tapi di dalamnya semua sangat berantakan dan hancur!"


Disaat Kak Key mulai lengah, salah satu orang polisi itu segera bertindak dengan cepat. Dia berhasil menjatuhkan pistol kak Key lalu segera memborgolnya.


"Kenapa kakak bisa melakukan semua ini?" kini Ren sudah memasuki ruang introgasi. "Setelah apa yang papa perbuat selama ini, kenapa kakak tega sekali merenggut nyawanya? Kenapa?" Ren sudah menangis di hadapan kakaknya itu.


"Dia tak pernah menganggapku sebagai anaknya! Dia selalu berbuat sesukanya tanpa memikirkan perasaanku! Bahkan dia pernah menyiksaku saat mengetahui aku sudah bertemu dengan Ibu kandungku. Dia itu gila!"


"Kakak yang gila! Kakak sudah kehilangan akal sehat kakak! Aku benci kakak!" Ren berteriak dan memukuli dada bidang Key. "Kakak jahat!" Ren kembali menangis.


"Ya! Aku memang jahat! Sudah tau semuanya kan sekarang?" kata Kak Key sambil tersenyum menakutkan.


"Kami akan membawanya untuk melakukan beberapa pemeriksaan dulu." kedua polisi itu segera membawa kak Key pergi.


Sementara tangis Ren semakin pecah. Dan Ava segera mendatanginya dan memeluk Ren.


"Ren, Aku turut berduka atas kematian Om. Kamu yang sabar ya." kata Ava pelan.


"Aku nggak nyangka Kak Key bisa ngelakuin ini, Va." kata Ren yang masih terisak.


"Iya, Ren. Aku juga nggak nyangka banget. Tapi yang terpenting sekarang kamu harus tetap kuat. Kasihan Om disana. Kasihan tante."


Ren hanya mengangguk sambil terisak.

__ADS_1


Tak kusangka Kak Key-lah dibalik kasus kematian CEO Fujiwara. Putranya sendiri. Kenapa Kak Key bisa melakukan semua itu?


VCPD lain segera bergegas pulang dengan mobil VCPD. Ren juga sudah pulang dengan mobil pribadinya.


__ADS_2