VCPD ( Virtua Cop Police Detective )

VCPD ( Virtua Cop Police Detective )
Kedatangan Kak Shu


__ADS_3

Kita saling melepas satu sama lain, dan berusaha untuk bersikap wajar walaupun saat ini masih sedikit canggung.


"Aku akan membukanya dulu ..." ucapku sedikit kikuk dan menggosok tengkukku lalu meninggalkan Ava.


"Hhm ... Iya ..." ucapnya begitu pelan lalu menautkan kedua jemarinya ke depan dan menunduk malu.


Aku segera membuka pintu dan ternyata Paman Long sudah berada di depan kamarku.


"Ada apa paman, Long?" tanyaku sedikit penasaran.


"Tuan Besar menghubungi saya, dan ingin berbicara dengan Tuan Muda." ucap Paman Long lalu menyerahkan sebuah benda pipih kepadaku.


Aku sempat keheranan, kenapa kakek tidak langsung menelponku saja ya? Akhirnya aku menerima telpon itu dan mendekatkannya pada telingaku.


"Hallo, Kakek. Ada apa ya? Kenapa tidak menelpon ke nomor Shin saja?" tanyaku begitu penasaran.


"Kakek sudah menelpon berulang kali, tapi kau tidak menjawabnya, Shin!" ucap kakek dengan sedikit tegas.


"Oh, Benarkah itu? Mungkin mode silent jadi Shin nggak dengar, Kek." kilahku.


Aduh gawat! Gara-gara keasyikan bersama Ava aku sampai tidak tau kalau kakek menghubungiku.


"Kakek dengar kau ke Villa bersama seorang gadis? Apa itu benar?" tanya kakek sedikit menaikkan intonasinya.


Dari siapa kakek mengetahui itu? Mungkinkah dari Paman Long? Saat aku menatap paman Long, dia hanya menunduk saja.


"Be-Benar, Kakek. Dia Ava ..." ucapku sedikit meringis.


"Kekasihmu?"


"Iya, Kakek ..."


"Bocah satu ini!" ucap kakek dengan nada tinggi. "Bukannya mengenalkan kepada kakek malah membawanya ke villa begitu saja! Awas saja kalau kau berani berbuat macam-macam ya, Shin!" ucap kakek mengancamku.


"Berbuat yang macam-macam seperti apa, Kakek? Aku tidak akan melakukan apa-apa kok ..." kilahku cepat-cepat. Padahal hampir saja aku terbawa suasana ...


"Jaga nama baik keluarga kita, Shin! Kau adalah salah satu penerus kakek!"


"Iya, Kakek! Shin tau iku kok." ucapku dengan pelan. "Shin tidak akan mengecewakan kakek!" imbuhku meyakinkan kakek.


"Baiklah. Istirahatlah. Dan besok ajak Ava makan malam di rumah."

__ADS_1


"Baik, Kakek."


Setelah mematikan panggilan itu, aku segera memberikan ponsel itu kepada paman Long lagi.


"Maaf Tuan Muda, Rheu. Tuan Besar menanyakan dengan siapa Tuan datang ..."


"Tidak apa-apa kok, Paman Long." kini aku menyauti dengan tersenyum samar.


"Makan malam sudah saya siapkan, Tuan Muda Rheu."


"Baik aku akan segera kesana ..."


Aku segera kembali ke dalam kamar dan ternyata Ava sudah berganti pakaian santai kembali. Cepat sekali dia berganti pakaian ya?


"Ada apa, Shin?" tanya Ava sambil mengikat rambutnya.


"Paman Long sudah menyiapkan makan malam untuk kita. Kau pergilah dulu! Aku akan menyusul ..." kali ini aku mengatakannya sedikit lembut padanya dan tidak seperti tadi.


"Oh, Baiklah kalau begitu ... Kau jangan lama-lama ya." dan kali ini Ava menuruti kata-kataku begitu saja tanpa ada perdebatan lagi.


Dia segera meninggalkan kamar begitu saja. Dan aku segera mengenakan pakaian santaiku. Sebuah T-shirt dan celana panjang santai. Aku menyimpan kembali kemeja dan celana jeansku untuk kupakai besok saat pulang.


Aku menyusuri lorong panjang itu untuk menuju ruang makan. Design villa ini benar-benar sangat unik. Kakek memang sangat hebat mendesignnya.


Aku segera menarik sebuah kursi dan duduk berseberangan dengan kak Shu.


"Apa yang kakak lakukan disini?" tanyaku begitu penasaran.


"Tentu saja aku datang atas perintah kakek. Untuk mengawasimu ..." ucapnya santai sambil mengambil semangkok sup daging.


"Mengawasi? Aku kan bukan anak kecil berumur 3 tahun yang harus diawasi?" ucapku tak mengerti.


"Justru kau bukan anak kecil lagi. Kau adalah remaja yang masih labil. Kau pikir pergi mengajak seorang gadis ke villa tidak akan berbahaya?"


"Apaan sih!" celutukku sedikit kesal. Ah, tiba-tiba saja aku sudah tidak lapar lagi. "Aku tidak lapar. Aku akan berjalan-jalan keluar sebentar." ucapku lalu beranjak dari dudukku.


"Shin ..." Ava dan Norie memanggilku bersamaan hingga membuatku berhenti. Dan ini sungguh membuat suasana menjadi sedikit canggung kali ini. Bahkan mereka berdua saling bertatapan bingung.


Ah, Jangan sampai ada masalah lagi deh!


"Kalian lanjutkan saja dulu makan malamnya. Aku hanya akan jalan-jalan kok." ucapku lalu meninggalkan mereka bertiga.

__ADS_1


Aku memutuskan untuk keluar dari villa menyusuri jalanan kecil itu. Saat malam di daerah sini sering sekali ada kembang api. Dan daerah sini selalu ramai oleh pengunjung, karena ada banyak villa dan hotel juga di daerah sini.


Huft ... Dingin juga dan aku tidak membawa hodie saat ini.


"Shin ..." tiba-tiba terdengar suara seorang gadis yang memanggilku dari arah belakang. Dan aku menolehnya untuk mengetahui siapa yang sudah memanggilku. Terlihat Ava yang berlari kecil ke arahku. Ternyata Ava menyusulku.


"Shin! Kau mau kemana?" ucapnya dengan nafas sedikit terengah.


"Hanya ingin jalan-jalan kok ..." sahutku dengan santai.


"Bohong! Hubunganmu dengan kakakmu sedang tidak baik kan?"


"Hhm? Bukan sedang tidak baik. Tapi hubungan kita memang sudah begini sejak awal. Kau tidak usah khawatir!"


"Kau tidak pernah menceritakan kepadaku sebelumnya ..."


"Maaf. Karena dia baru saja datang dari Korea. Dan aku juga baru mengetahui kalau ternyata aku punya seorang kakak." jelasku padanya.


"Benarkah itu? Kenapa bisa seperti itu, Shin?"


"Entahlah. Kakek tidak pernah memberitahuku selama ini. Dan tiba-tiba saja dia memberitahuku ... Mungkin karena kak Shu yang saat itu mulai hidup sendirian. Jadi kakek mengajak kak Shu untuk ke Jepang dan tinggal bersama kita."


"Memang selama ini kak Shu tinggal bersama siapa di Korea?"


"Bersama pamanku Yoshimori. Namun paman sedang di rawat di rumah sakit jiwa semenjak perusahaannya bangkrut."


"Uhm ... Aku turut bersedih, Shin."


"Tidak apa-apa kok. Va, kamu pasti lapar. Mau makan sesuatu?"


"Hhm. Boleh ..." sahutnya yang terdengar begitu lembut.


"Di depan ada kedai ramen. Bagaimana kalau kita kesana?"


"Hhm. Ayok!" katanya dengan sangat bersemangat. "Oh iya. Ini aku bawakan hodie untukmu!" kata Ava sambil menyodorkan sebuah hody berwarna hitam kepadaku.


"Wah. Thanks ya. Aku memang merasa sedikit kedinginan." ucapku lalu mengenakan hody itu.


"Sama-sama, Shin ..." Ava menyauti dengan semyuman manis lalu segera menarikku untuk segera pergi ke kedai itu. "Ayo!"


Kita memesan 2 mangkok ramen dan 2 teh ocha hangat. Lalu kita mulai menikmatinya bersama. Rasanya sangat enak menikmatinya di hari yang dingin.

__ADS_1


Tak lama meluncur beberapa kembang api yang mulai menghiasi langit. Indah sekali.


"Indah sekali ..." ucap Ava sambil menatap langit malam yang begitu gelap namun sangat indah saat kembang api itu menghiasinya.


__ADS_2