VCPD ( Virtua Cop Police Detective )

VCPD ( Virtua Cop Police Detective )
Sebuah Pertikaian


__ADS_3

Sadar sedang aku perhatikan terus, kini Ava melirikku sedikit, "Kenapa menatapku terus? Gunung Fuji ada di seberang sana lho, Shin!" ucapnya dengan konyol dan tertawa kecil.


Aku tersenyum lebar mendengar ucapannya dan malah mendekatkan diriku padanya. Sementara Ava hanya menatapku dengan bingung.


"Sudah lama sekali ... Dan kita tidak pernah melakukannya setelah menjalin ikatan ini ..." ucapku semakin mendekatinya.


"Melakukan apa?" ucapnya begitu pelan dan kini aku sudah sangat dekat padanya.


Angin sore menerbangkan sedikit rambut kemerahannya saat ini, begitu pula membuat rambut keemasanku sedikit menari. Dan aku semakin mendekatinya.


Namun tiba-tiba saja dia menunduk untuk menghindariku. Wajahnya begitu memerah saat ini.


"Shin ... Kalau begitu aku akan mandi ..." ucapnya lalu berlalu dariku dan segera mencari baju gantinya di dalam ranselnya. Setelah itu dia segera pergi ke kamar mandi.


Aku kembali menatap gunung Fuji di hadapanku itu lagi. Kenapa Ava menghindariku? Apa dia tidak benar-benar menyukaiku? Apa dia memang benar-benar memiliki hubungan dengan pria bernama Lucient itu?


Tiba-tiba saja aku mendengar suara dering dari sebuah ponsel, namun itu bukan berasal dari ponselku. Aku mencari arah dari suara itu, ternyata berasal dari ponsel Ava.


Terlihat dengan jelas nama si pemanggil di layar ponsel itu yang sedikit membuatku sedikit mendengus.


Senior Lucient


Ada apa dia menghubungi Ava? Karena kesal, aku membiarkan panggilan itu begitu saja. Namun tiba-tiba ada sebuah pesan masuk dari seseorang. Kini aku meraih ponsel itu lagi, dan ternyata dari Lucient.


📱Claire. Ini kakak ... Lucient! Apa yang biasanya kau lakukan di akhir pekan? Mau menonton bersama? Kebetulan kakak akhir pekan ini libur. Lucient.


Apa ini? Apakah ini sebuah ajakan untuk berkencan? Apa dia tidak mengetahui jika Ava sudah memiliki seorang kekasih? Apakah kali ini kisahku akan menjadi seperti masa lalu lagi? Saat Norie meninggalkanku untuk seorang senior yang lebih kaya dariku?


Ahahaha ... Nasib percintaanmu sungguh sangat menyedihkan, Shin! Baiklah! Sekarang terserah Ava saja. Terserah dia mau meninggalkanku atau bagaimana. Aku tidak peduli lagi!


Karena perasaanku sedang tidak baik kini aku segera meninggalkan ruangan itu dan aku memilih untuk berendam air panas di sebelah saja.


Cukup lama aku menghabiskan waktuku disini. Mungkin 2 jam sendiri aku berendam di sini. Hingga akhirnya Ava menyusulku ke tempat ini.


"Shin. Aku mencarimu daritadi ... Ternyata kau disini ya." ucapnya dengan seulas senyum.


Aku mendongak menatapnya dan dia kini sudah berpakaian santai. Dengan sebuah T-Shirt Peach longgar dan celana santai putih yang longgar.


"Hhm ... Maaf aku tidak sempat memberitahumu tadi." ucapku datar.

__ADS_1


"Ayo! Kau sudah berendam terlalu lama. Nanti kau bisa sakit. Dan hari juga sudah mulai gelap." ucapnya begitu khawatir.


"Baiklah. Kau duluan saja. Aku akan menyusul!" ucapku datar.


"Kenapa tidak bersama saja kita kembali?"


"Aku akan mandi dulu disini. Tunggu saja di dalam ..." ucapku lagi.


"Uhm. Baiklah. Aku duluan ya ..."


"Hhm ..."


Ava segera meninggalkan tempat itu lagi dan aku segera menyudahi berendamku. Lalu segera membersihkan diriku.


Aku tidak membawa baju ganti tadi. Baju gantiku masih ada di kamar. Jadi aku masih mengunakan handuk baju saja saat ini.


Aku kembali menuju ke kamar. Dan ternyata Ava sudah di sana. Berdiri di dekat jendela dan memandangi panorama luar di hari yang sudah semakin gelap.


"Ava. Paman Long sudah menyiapkan makan malam untuk kita. Datanglah duluan ke ruang makan. Aku akan bersiap dulu." ucapku lagi dengan nada datar. Dan aku kini mencari baju gantiku di dalam ranselku.


"Shin. Kita pergi bersama saja. Aku akan menunggumu!" ucapnya berbinar menatapku.


"Tapi aku mau berganti pakaian dulu. Kau keluarlah dulu!" perintahku pelan.


"Itu tidak adil bagiku! Kau selalu saja begitu!" ucapku asal.


"Apa maksudmu, Shin?" ucap Ava tak mengerti. Dan kini dia malah menatapku karena bingung. "Kau kenapa tiba-tiba jadi dingin seperti ini?"


"Aku sama saja! Sekarang tunggulah aku di ruang makan dan kita akan makan malam. Setelah itu kita akan segera bersiap untuk kembali ke Kanagawa. Sebelum hari benar-benar menjadi gelap!"


"Shin!" kali ini Ava berjalan mendekatiku karena sangat bingung. "Ada apa denganmu?"


"Memang ada apa denganku? Aku baik-baik saja ..." kilahku.


"Apa aku sudah membuat sebuah kesalahan?"


Aku terdiam dan tidak menjawabnya. Lalu aku mengeluarkan sebuah kemeja dan celana jeans dari dalam ranselku.


"Bergegaslah! Hari sudah mulai gelap!"

__ADS_1


Ava masih terdiam menatapku mematung. Matanya kini menjadi sedikit berkaca-kaca menatapku terus.


"Katakan padaku, Shin ... Ada apa?" ucapnya lagi.


"Harus berapa kali aku mengatakannya padamu?!"


"Jadi kau hanya menganggapku mainan selama ini ya? " ucapnya sedikit bergetar. "Kau benar-benar tidak pernah serius padaku ..."


Aku terdiam mendengar ucapannya kali ini.


"Baiklah. Aku tau diri kok ... Aku bukan apa-apa ... Dan aku bukan wanita hebat seperti kebanyakan wanita yang pernah dekat denganmu."


"Siapa yang bermain-main dengan siapa?!" ucapku sedikit tegas padanya. "Bukankah kau yang bermain-main dengan senior Lucient? Baru bertemu kembali tapi sudah mengajak berkencan?"


"Apa maksudmu, Shin?"


"Sudahlah ... Dari dulu memang aku selalu begini." ucapku dengan cuek.


"Aku dan senior Lucient tidak ada hubungan apa-apa!"


"Periksa ponselmu!"


Dengan cepat Ava segera meraih ponselnya dan mengecek sesuatu.


"Dia memang mengajakku. Dan aku kan belum tentu menerima ajakannya bukan ..." ucap Ava lagi.


"Lalu ... Lalu kenapa kau menghindariku tadi?" ucapku tak sadar. "Ahhh!! Sudahlah!! Lupakan saja!!" ucapku sedikit malu sendiri.


"Shin ... Ini semua tak ada hubungannya dengan senior Lucient!" kini Ava meraih dan sedikit menarik lengan kananku hingga membuat badanku sedikit menghadapnya.


"Shin!" kini Ava membuatku untuk menatapnya. Matanya sudah sedikit berair saat ini. "Aku ... Aku hanya menyukaimu! Tolong percaya padaku!" ucapnya sedikit bergetar.


"Apa kau sungguh menyukaiku?"


Ava mengangguk pelan dengan mata yang sudah sedikit berair. Pandangan kita saling bertemu untuk beberapa saat. Apakah ini artinya masa laluku tak akan terulang lagi? Ah aku tidak tau ...


"Mari lakukan seperti apa yang sudah kau katakan tadi ..." ucapnya begitu pelan lalu merangkulkan kedua tangannya melingkar pada leherku.


Aku sedikit terkejut mendengarnya. Dan mataku membelalak. Aku hanya ingin menciumnya saat itu. Apa yang Ava maksudkan saat ini? Meskipun aku sering sekali bertemu dengan beberapa gadis sebelumnya, namun itu sangat berbeda.

__ADS_1


Bersama Ava membuatku sedikit merasa gugup saja. Kini Ava sedikit berjinjit dan mendongak untuk menyambut sesuatu dariku.


Sempat merasa ragu untuk melakukannya, namun aku segera melingkarkan kedua tanganku pada pinggang rampingnya. Mata kita perlahan saling terpejam. Aku memiringkan wajahku dan perlahan mendaratkan kecupan hangat itu pada bibir lembutnya.


__ADS_2