VCPD ( Virtua Cop Police Detective )

VCPD ( Virtua Cop Police Detective )
Pencarian Key


__ADS_3

Hari ini setelah pulang sekolah aku dan Aso pergi ke Kantor Polisi Shinjuku satres N*rkoba. Kita berniat untuk mengunjungi pria pengedar kemarin itu.


Kita sempat berpapasan dengan polisi wanita kemarin saat di dalam Kantor Polisi ini. Dan dia hanya menatap kita dengan dingin dan tajam lalu berlalu begitu saja.


Aku dan Ibby menunggu menunggu pria itu di ruang kunjungan. Dan setelah beberapa saat dia sudah keluar dengan dikawal seorang polisi.


"Ada apa mencariku lagi?" tanya pria itu setelah duduk di hadapanku.


"Aku ingin bertemu dengan bosmu!" ucapku dengan tegas.


"Cckk ... Aku tak tau dimana dia berada. Kita hanya bertemu di tempat yang sudah kita sepakati bersama. Dan aku tidak tau markas dia!" ucap pria itu sambil menyilangkan kedua tangannya lalu bersandar pada kursinya.


"Kau punya kontaknya berarti kan?"


"Dia sering mengganti nomor ponselnya. Dan dia yang selalu menghubungiku duluan."


"Kalau begitu berikan ponselmu!"


"Sudah hilang saat kalian menangkapku malam itu!"


"Haissshhh! Percuma bicara baik-baik dengan berandalan sialan satu ini, Shin!" celutuk Ibby mulai tidak sabaran. "Kita langsung saja!" Ibby mulai berkata serius dan sedikit menggebrak meja.


Bbrraakk ...


"Kita tak punya banyak waktu. Jadi jangan bermain-main!" hardik Ibby. "Kita tau kau punya seorang adik perempuan yang sangat kau sayangi." kata Ibby merogoh ponselnya lalu jarinya mulai mengusap ponsel itu. Dan dia mencari sesuatu dalam ponselnya itu.


"Aku akan memberinya pelajaran pada berandalan satu ini jika masih mau tutup mulut! Adik perempuan yang sangat kau sayangi ini ... Aku bisa saja memakannya habis!" Ibby menggertak pria itu dengan menunjukkan foto seorang gadis di dalam ponselnya itu.


Pria itu sedikit membelalakkan matanya setelah menatap gambar di ponsel Ibby.


"Jangan berani kau menyentuh adikku!" kata pria itu dengan sangat ketus dan mengancam.


Ibby menyeringai manis menatap pria itu dan bertopang dagu menatap pria itu.


"Kalau begitu beritahu kami!" ucap Ibby penuh penekanan.


Pria itu menatap tajam ke arah Ibby dan aku. Setelah beberapa saat berfikir, akhirnya dia telah memutuskan sesuatu.


"Baiklah! Aku akan memberitahu kalian!" ucapnya dengan sedikit berat namun masih dengan ekspresi tajam.

__ADS_1


"Well! Jadi beritahu kami! Kalau kau berani berbohong, adikmu akan dalam bahaya!" ucapku sambil menyilangkan kedua tanganku di depan dada lalu bersandar pada kursiku.


Pria itu menatapku tajam sekali dan dia sedikit mengeraskan rahangnya.


"Aku akan mendekatinya dan akan membuatnya tergila-gila padaku. Lalu aku akan membuangnya begitu saja ..." ancamku dengan senyum mengejek.


"Aku tidak akan memafkanmu jika kau berani menyentuhnya sedikit saja!" ucap pria itu dengan sinis dan penuh ancaman.


"Well, jadi katakan dan beritahu semuanya dengan benar!" ucapku yang masih menyilangkan kedua tanganku di atas dadaku.


Pria tadi sedikit melirik ke kanan dan kiri untuk memastikan sesuatu. Lalu dia sedikit memajukan kepalanya dan menatapku dan Ibby secara bergantian.


"Kalau markasnya aku tidak begitu tau ada dimana. Tapi dia sering mendatangi sebuah club di Madam Gee. Dan memakai nama samaran. Dia dikenal dengan nama Key saat disana. Dan dia adalah seorang pecinta sejenis!" katanya setengah berbisik.


"Madam Gee?" ucap Ibby mengeraskan suaranya.


"Iya. Namun aku tidak tau lagi apa dia masih sering pergi kesana. Semenjak kepolisian mengincarnya dia selalu berpindah-pindah.


"Key si Pecinta sejenis?" ucapku sedikit ragu.


"Hhm ... Kalian boleh periksa sendiri kesana. Setiap member VIP ada daftarnya disana!" ucapnya dengan sangat hati-hati. "Sebenarnya mereka juga mengincar adikku, jadi aku takut buka mulut!" lanjutnya lagi.


"Hhm ....Tolong jaga dia!" pinta pria itu.


"Hhm. Kau tenang saja. Tapi awas saja kalau kau berani berbohong dan bermain-main dengan kita." ucapku menyeringai tajam.


Aku mulai bangkit dari dudukku diikuti oleh Ibby lalu kita segera meninggalkan pria itu.


"Kita langsung ke Madam Gee Club, Shin?" tanya Ibby yang kini mengemudikan mobil.


"Nanti malam saja kita kesana, Ibby." sahutku lalu merogoh ponselku dan mencari kontak seseorang.


"Oke. Apa hanya kita bedua saja yang akan pergi?"


"Aku akan mengajak Gavin. Untuk pemanasan dan permulaan untuknya ..."


"Hhm ... Okay."


Aku menulis sebuah pesan untuk Gavin memberitahunya jika nanti malam akan ada aksi penyelidikan ke Madam Gee Cafe.

__ADS_1


...***...


Malam ini aku, Ibby dan Gavin ke Madam Gee Cafe. Kita bertiga saling menjaga jarak dan nerpura-pura tidak saling kenal agar target tidak mencurigai kita.


Kali ini aku memakai sebuah kacamata bening dan sedikit menyisir poniku ke samping agar sedikit merubah penampilanku. Aku sedikit khawatir jika ternyata dia mengenaliku.



Aku mulai mendatangi meja bartender, dan kedatanganku sudah disambut oleh pria kemarin. Sementara Ibby dan Gavin di meja-meja sampingku.


"Selamat malam. Mau minum apa?" ucap pria itu dengan gaya keren dan memainkan sebuah botol minuman yang ada di tangannya.


"Berikan aku minuman terbaik yang ada di cafe ini!" perintahku padanya.


"Well, please wait ..." ucap bartender itu lalu segera menyajikan minuman pesananku dengan sangat keren. Dia membuatnya dengan sedikit aksi. Memutar-mutar botol dan gelasnya dan menghempaskan ke udara sebelum dia menuangkan minuman itu dan mencampurinya dengan bahan lainnya lagi.


Sangat keren! Coba saja aku yang melakukan semua itu, pasri pemilik Cafe ini akan segera bangkrut karena semua aku pecahkan begitu saja. Ahahaha ...


Okay, Fokuslah Shin!


"Silakan ..." ucap bartender itu dengan menyodorkan aku segelas minuman yang berwarna seperti pelangi.


"Hei, Brother." tandas Ibby memanggil bartender itu dengan gaya sedikit songong.


"Yeap ..." bartender itu kini sedikit berjalan ke arah Ibby yang duduk tak jauh dariku.


"Tolong buatkan aku minuman pelangi juga seperti pria itu!" perintah Ibby sambil melirikku. Namun kita masih pura-pura tidak mengenal.


"Well. Okay. Please wait, Sir!" ucap bartender itu lalu kembali membuatkan minuman untuk Ibby.


"Hurry up! I can't wait too long!" ucap Ibby dengan sedikit penekanan.


"Yes, Sir."


Aku menahan sedikit tawa melihat gelagat Ibby yang sedikit songong. Aku meliriknya sebentar dan membetulkan letak kacamataku.


Ibby hanya meringis menatapku saja saat pandangan kita saling bertemu. Sementara Gavin duduk tak jau di sisi kiriku. Dia masih menikmati minumannya sambil terus mengawasi sekitar.


Hhm ... Ngomong-ngomong dimana pria yang bernama Key itu ya? Aku juga mengedarkan pandanganku untuk berusaha mencari pria yang sama sekali belum pernah aku temui sebelumnya. Namun kata berandalan itu dia adalah gay, jadi mungkin saja dia akan lebih suka bersama para lelaki. Tapi mana ya ...

__ADS_1


__ADS_2