VCPD ( Virtua Cop Police Detective )

VCPD ( Virtua Cop Police Detective )
Queen's Square Date


__ADS_3

Pulang sekolah aku memutuskan untuk menunggu Ava di depan kelasnya. Setelah beberapa saat akhirnya dia keluar juga.


" Hai, Cantik ..." godaku saat dia keluar dari kelasnya.


" Ah, Kamu bisa saja, Shin." kata Ava lalu tertawa kecil.


" Cantik. Kenalan dong. Udah punya pacar belum nih?" godaku lagi.


" Idih! Ayo ah!" dia segera menggandengku dan menarikku untuk segera bergegas pergi. Sedangkan aku masih tertawa kecil di sepanjang jalan.


Kita berdua pergi ke parkiran untuk mengambil motorku.


" Pokoknya tak ada yang boleh mengganggu kencan kita hari ini!" aku menatap Ava serius sebelum menaiki motorku.


Kita berdiri saling berhadapan. Dan tersenyum malu. Pelan-pelan aku mengecup pipi kirinya. Seketika wajahnya langsung memerah. Ahaha ... Lucu sekali dia


" Sayang, wajahmu merah sekali." godaku.


Kini Ava menunduk malu.


" Bagaimana ya kalau aku melakukan sesuatu yang lebih lagi? Baru begini saja wajahmu sudah semerah tomat." ledekku sambil tertawa kecil. Benar-benar lucu sekali.


" Shin! Kamu nyebelin!" katanya sambil melempar tasnya padaku.


" Ahaha ... Iya. Iya. Maaf. Ayo naik!" aku menghentikkan tawaku lalu memberikan helm padanya.


Ava segera memakai helmnya lalu menaiki motorku. Tapi dia terlihat sedikit ragu untuk berpegangan padaku. Aku yang menyadari itu malah semakin kusengaja saja deh.


" Pegangan yang erat atau kau akan terhempas jatuh." kataku lalu mengemudikan motorku dengan sangat kencang. Ava segera memelukku dengan sangat erat saat itu juga.๐Ÿ˜‚


Aku segera mengemudikan motorku dengan kencang menuju subuah Mall. Ya, Hari ini kita pergi ke Queen's Square. Mall Queen's Square yg terletak dalam satu area dengan Minatomirai, Yokohama bukanlah mall biasa menurutku. Letaknya yang berdekatan dengan gedung landmark, juga mempunyai instalasi baja yang yang sangat iconic dan menjadi lambang dari mall tersebut. Konsep yang ditawarkan mall ini adalah keleluasaan dan kenyamanan bagi pengunjungnya. Yang uniknya lagi, di mall ini terdapat toilet khusus anak-anak yang di design sangat lucu dengan warna yang menggemaskan. Mall yang sangat nyaman dengan lingkungan Minatomirai yang indah. Perferct Match!

__ADS_1


" Kau mau membunuhku ya, Shin?" Ava mengatur nafasnya setelah turun dari motor.


Aku melepas helmku dan kulihat dia sedang menunduk menyandarkan kedua tangan dan kepalanya di atas motorku. Dia sedikit membungkukkan badannya.


Aku tertawa kecil melihatnya. Apa dia sedang mabuk? Ahaha ... Lucu sekali dia.


" Apa kau baik-baik saja, Ava?" tanyaku memegang bahunya.


" Hampir saja aku mati terkena serangan jantung, Shin!" dengusnya kesal.


" Ahaha ... Maaf deh. Habisnya kau sih. Memelukku saja pakai malu-malu segala. Padahal saat itu kita pernah berciuman." aku tertawa kerkekeh.


Lagi-lagi wajah Ava mulai memerah. Aku tambah tertawa terkekeh melihat ekspresinya. Menggemaskan sekali kau, Ava.


" Shin!" Ava meninju lenganku pelan.


" Maaf deh. Yuk masuk yuk!" aku mengulurkan tanganku padanya. Dan dia segera meraih tanganku. Aku memasuki Queen's Square dari pintu utama. Benar-benar mall yang sangat keren!


Aku dan Ava memutuskan untuk pergi di game centre-nya terlebih dahulu. Kita bermain bola basket, Hocky Ice, Bumper Car, Dance dan masih banyak lagi. Terakhir aku dan Ava bermain Prize Claw. Dan aku berhasil memenangkan sebuah boneka beruang yang sangat manis. Ava berjingkrak senang saat aku memenangkannya. Lalu aku memberikan boneka itu untuk Ava.


" Ah, Aku cemburu nih kau lebih suka memeluk beruang itu daripada memelukku." kataku dengan muka manyun. Aku bercanda sih! Haha ...


Ava yang mendengar ucapanku tersenyum lebar lalu memeluk lenganku saat itu juga. Aku yang dipeluk senyum-senyum aja donk.


Setelah puas bermain di game centre kita memutuskan untuk pergi ke toko accesoris. Dia membeli sepasang gantungan ponsel yang sangat manis. Lalu memberikan salah satu padaku. Ahaha.. Jadi beginilah anak gadis ya? Sangat menyukai yang benda-benda berbau couple. Aku terima saja deh. Biar dia bahagia.


Setelah itu aku mengajaknya untuk pergi ke sebuah cafe yang ada di mall itu. Aku memesan Sushi. Sedangkan Ava memesan Sirloin Steak.


Oya aku belum pernah bercerita banyak tentang Ava sebelumnya kan? Sebenarnya Ava ini bukan asli orang Jepang melainkan campuran. Papanya adalah berdarah Sidney, Australia. Sedangkan mamanya berdarah Sidney-Jepang. Jadi wajahnya sedikit kebule-bulean. Kedua orang tuanya pindah ke Jepang saat Mamanya mengandung Ava. Dan keluarganya memutuskan untuk menetap di Jepang. Tetapi saat di Jepang mereka sering pindah rumah karena papa Ava yang sering ditugaskan di kantor cabang perusahaanya. Papa Ava adalah seorang General Manager di sebuah perusahaan kuliner. Beliau sering ditugaskan untuk peresmian Restaurant yang baru lauching.


Setelah makan, kita memutuskan untuk menonton sebuah film. Kita menonton film Squid Game. Kalian tau film apa itu? Tentu saja kalian pasti tau kan?๐Ÿ˜„

__ADS_1


Film tentang permainan anak-anak yang dimainkan oleh orang-orang dewasa. Dan yang kalah akan tereliminasi dan akan dibunuh. Film yang sangat keren dan sangat mendebarkan menurutku. Tapi sangat seru!


Aku yang memutuskan sih untuk menonton film itu. Dan ternyata Ava juga ingin sekali menontonnya tapi belum sempat. Akhirnya jadilah kita menonton film itu bersama.


Daripada nonton film yang romantis nanti malah repot deh. Bisa-bisa aku khilaf lagi nanti seperti saat aku terjebak di Lab Kimia bersama Ava dulu. Kalian ingat? Apa yang terjadi saat itu?


Sesuatu yang tiba-tiba saja terjadi tanpa direncanakan.๐Ÿ˜…


Hari sudah semakin larut, aku segera mengantarkan Ava untuk pulang. Tapi di tengah perjalanan tiba-tiba aku melihat Gavin yang baru keluar dari sekolah judo. Apa dia les judo disana ya? Tapi dia sudah sangat pandai berkelahi. Dia malah lebih cocok menjadi guru menurutku.


Judo adalah seni bela diri, olahraga, dan filosofi yang berakar dari Jepang. Judo dikembangkan dari seni bela diri kuno Jepang yang disebut Jujutsu. Jujutsu yang merupakan seni bertahan dan menyerang menggunakan tangan kosong maupun senjata pendek, dikembangkan menjadi Judo oleh Kano Jigoro pada 1882.


Aku juga sangat suka sekali dengan bela diri yang satu ini. Tapi sudah lama sekali aku tidak ikut kelas.


" Ada apa, Shin?" tanya Ava karena tiba-tiba aku menghentikkan motorku.


" Ah ..." aku tertawa kecil. "Tidak apa-apa kok." aku mulai menjalankan motorku kembali. Dan segera menyusuri jalan ke rumah Ava.


" Shin, terima kasih ya untuk kencan hari ini. Dan terima kasih untuk bonekanya." kata Ava setelah sampai di rumahnya.


" Seharusnya aku yang berterima kasih. Karena kau sudah menemaniku sepanjang sore ini.." aku tersenyum menatapnya. " Ya sudah. Aku pulang dulu ya."


" Hhm. Hati-hati, Shin."


" Hhm,I Love You ..." aku mencium pipi Ava. Dan dia tersipu malu.


" Love you too ..." Ava tersenyum menatapku.


" Bye ..."


" Bye ..."

__ADS_1


...***...



__ADS_2