
Setelah beberapa saat pintu kembali terbuka. Terlihat seorang pria dengan aura yang sedikit menyeramkan memasuki ruangan diikuti oleh beberapa orang bawahannya.
Pria yang terlihat seperti bosnya itu memiliki beberapa bekas jahitan di sepanjang wajahnya. Dan salah satu matanya berwarna putih seperti telah cedera.
Diakah yang bernama Satoru itu? Aku terus menatapnya tajam.
Dia berjalan melewati kita dengan membusungkan dada dan sedikit angkuh. Setelah itu dia berbalik dan menatap kita secara bergantian.
"Hhm.. Sepertinya malam ini aku akan sedikit dalam masalah." kata si Boss sambil menatap kita.
Apa? Darimana dia tau soal itu? Apa dia bisa membaca pikiran orang? Aku bersiap waspada jika tiba-tiba dia menyerang. Aku sudah mempersiapkan pistolku di dalam gaunku.
"Ada apa, Boss? Apa tak ada salah satu dari mereka yang Bos suka?" tanya salah satu bawahannya.
"Gyahaha." pria yang yang dipanggil bos itu tertawa terbahak-bahak. "Itu dia masalahnya. Keempat wanita ini sangat cantik. Aku sampai bingung mau memilih yang mana." dia mulai berjalan mendekati Igarashi. Pria itu mengangkat dagu Igarashi dan menatapnya sangat dekat.
"Wanita yang satu ini sangat menawan. Cantik dan memiliki postur tubuh yang bagus." Satoru menyeringai menatap Igarashi.
Lalu dia berjalan mendekati Aso. "Yang ini juga tak kalah menawan. Cantik dan memiliki tinggi yang bagus." dia memegang pinggang Aso dan berlahan mengelilinginya. Aso hanya melemparkan senyuman nakalnya kepada Satoru. Aku menahan tawa saat ini melihat tingkah Aso.
Lalu dia berjalan mendekati Ava. "Ah wanita ini sungguh jackpot! Cantik dan menawan sekali." dia mengelus pipi kanan Ava. Dan Ava masih berusaha untuk tersenyum dan tenang. "Dan juga sangat menggoda. Kulitnya putih seperti susu dan sangat mulus.." Satoru menatap dada Ava penuh h*srat.
"Brengsek!" ketusku.
Satoru yang mendengar ucapanku segera melihat ke arahku. Dia memperhatikanku lama lalu tersenyum misterius menatapku. Perlahan dia berjalan mendatangiku. Dan aku masih menatapnya dengan tajam.
"Ah, wanita ini mulutnya kasar sekali." Satoru tertawa kecil menatapku. "Aku sangat menyukai wanita yang seperti itu. Penuh tantangan." Satoru meraba kedua tanganku merayap ke atas dan tiba-tiba dia berhenti saat memegang kedua lenganku. Lalu dia mer*mas-r*mas lenganku. Dan dia terlihat sedikit bingung.
Apa aku akan ketahuan sekarang?
"Kau wanita perkasa rupanya ya? Lenganmu sangat kuat dan berotot." Satoru mendekatkan wajahnya ke arahku dan menyeringai. "Kau pasti sangat hebat di ranjang." pria itu kembali terbahak. Dan aku hanya menatapnya dengan tajam.
"Baik. Sudah kutentukan. Aku akan memilih wanita ini." katanya lalu menarik tanganku.
"Lalu bagaimana dengan mereka bertiga, Bos?" tanya salah satu kaki tangan Satoru.
"Buat kalian saja. Malam ini aku hanya akan bersenang-senang dengan wanita perkasa satu ini." Satoru menatapku dan tersenyum nakal.
Sial!! Menjijikkan!!
"Yata!! Malam ini kita bersenang-senang!" ucap bawahan Satoru kegirangan.
Satoru mulai menggiringku menuju sebuah ruangan. Tapi saat diperjalanan aku melihat kak Key, kakak Ren di tempat ini. Dia sempat mengobrol sesuatu saat berpapasan dengan Satoru.
__ADS_1
Kak Key sempat menatapku beberapa saat tapi aku segera menunduk agar kak Key tidak mengenaliku. Tapi kira-kira apa yang sedang dia lakukan disini ya? Berpesta? Tidak mungkin! Ayahnya saja baru meninggal 2 hari yang lalu. Lalu apa yang sedang dia lakukan disini? Hhm..
Setelah beberapa saat mereka mengobrol, akhirnya mereka menyudahinya. Satoru segera menarikku lagi dan menggiringku menuju ke sebuah ruangan.
"Ruangan apa ini?" tanyaku.
"Kamarku dong, Sayang." dia mengedipkan salah satu matanya padaku lalu menarikku memasuki kamar itu.
Dia melepaskan beberapa pakaiannya lalu merebahkan diri di atas ranjangnya. Sementara aku hanya berdiri saja menatapnya.
"Sayang. Kemarilah!" perintahnya. Akupun duduk di ranjang membelakanginya.
Apa Aso, Ava, dan Igarashi sudah berhasil membereskan kaki tangan Satoru ya?
"Kenapa diam saja, Sayang? Jangan malu-malu!" kata Satoru lalu bangun dan membelai wajahku.
"Singkirkan tanganmu itu, brengsek!" kataku kesal.
Satoru yang mendengar ucapanku malah tertawa terbahak-bahak.
"Aku suka sekali wanita kasar seperti ini." dia memutar tubuhku lalu meraba dadaku. Kemudian dia mer*emas rem*snya. Dan aku masih menatapnya dengan tajam.
" Ah. Kenapa rasanya sedikit berbeda dari punya wanita-wanita yang pernah ku jamah ya?" katanya sedikit bingung.
"Jelas saja beda dasar bodoh!" kataku bangkit.
"Dasar wanita j*lang sialan! Beraninya kau!" dia mengelap darah di sudut bibirnya. "Kau akan aku makan habis malam ini tanpa ampun!"
Brakkk!!
Tiba-tiba pintu terbuka. Tenyata Aso, Igarashi, dan Ava yang datang. Mereka sudah berganti pakaian rupanya.
"Shin. Ini milikmu!" Aso melempar sebuah ransel padaku dan aku segera menangkapnya.
"Semua sudah beres. Kau gantilah baju dulu!" teriak Aso.
Aku tersenyum menatap Aso, sementara Igarashi dan Ava segera berbalik membelakangiku. Lalu aku mulai melepas pakaianku satu persatu.
Aku melihat ke arah Satoru. Dia sangat terlihat antusias dan menungguku melepas pakaianku. Tatapannya begitu bern*afsu sekali saat menungguku menanggalkan pakaianku.
Aku tersenyum mengejek ke arahnya saat berganti pakaian. Hingga akhirnya aku sudah bertelanjang dada dia terlihat begitu shock.
"Jadi kau adalah seorang pria?" kata Satoru begitu shock.
"Menurutmu?" timpalku.
__ADS_1
Ava dan Igarashi segera berbalik kembali.
"Apa mau kalian?" tanya Satoru garang.
"Aku mau kau ikut bersama kami ke kantor polisi."
"Jack! Robin! Agon! Kumachi!" Satoru berteriak memanggil para kaki tangannya.
"Sudah kubilang mereka sudah kami selesaikan dengan baik." ujar Aso.
Satoru turun dari ranjangnya lalu dia sedikit berjalan ke arah kanan.
"Menyerahlah, Satoru!" aku mulai berjalan beberapa langkah mendekatinya, tetapi tiba-tiba saja dia menyeringai menatap kita.
"Senang bertemu dengan kalian!" katanya lalu memencet sebuah tombol yang membuat lantai yang sedang ku pijak bersama Aso, Ava dan Igarashi terjatuh ke bawah.
Ddrrtt..
Brakkk..
" Akkhh..!! teriak Igarashi dan Ava.
"Kalian baik-baik saja?" tanyaku kepada mereka bertiga.
"Aku baik-baik saja." sahut Aso.
"Aku juga." sahut Ava.
"Hanya sedikit terkejut sih." kata Igarashi.
Aku segera merogoh ponselku. Aku menghubungi Ibby yang sedang berjaga di luar bersama VCPD lain dan juga Kepolisian Kanagawa.
"Hallo, Shin." sahut Ibby dari seberang.
"Tolong kirim beberapa orang ke dalam dan sebagian tetap berjaga dan awasi dari luar. Kita baru saja kehilangan dia." perintahku.
"Baik. Dipahami!"
Aku segera mematikan ponselku.
"Kita berpencar! Segera temukan dia sebelum Satoru meloloskan diri!" perintahku kepada Aso, Igarashi, dan Ava.
"Baik." sahut Aso.
"Ava dan Igarashi, kalian berdua saja. Dan tetaplah bersama!" ucapku. Walaupun Ava dan Igarashi lumayan bisa berkelahi, tapi aku juga merasa sedikit khawatir untuk membiarkan mereka bergerak sendirian.
__ADS_1
"Oke, Shin." sahut Igarashi dan Ava kompak.