wanita kaya itu, istriku

wanita kaya itu, istriku
bab 9


__ADS_3

san sampai di kampus dia tidak memarkirkan motornya itu diparkiran dan membuat seorang tidak bisa memasukan mobilnya keparkiran,


tid...tid...


"Pak tolong pindahkan motor itu pak ke parkiran" ucap nic "tidak pak nic saya tidak berani, itu motor nya pemilik yayasan ini saya takut dimarahin" ucap satpam di kampus "ck wanita itu yang tadi bawa motor, dasar tidak tau aturan nyimpen motor juga mana saja" gumak nic dia pun keluar dan pergi ke ruangan pemilik yayasan kampus.


"hai kau yang di dalam keluar,mobil saya tidak bisa masuk" ucap nic sedikit teriak "ada apa sih ganggu saja" ucap san keluar dari ruangannya dengan pakaian yang sedikit terbuka dihadapan nic,apa yang dia lakukan kenapa dia berpakaian seperti itu membuat gue ***** aja nih orang batin nic. "Apa salahnya sih anda pindahkan motornya" ucap san "motor itu bukan milik saya" ucap nic



(seperti ini baju yang di pake san,abaikam es krim di poto itu)


San pun masuk lagi dan dia mengambil ponsel untuk menelpon petugas keamanan untuk memindahkan motornya itu. "Sudah sana pergi saya sudah memindahkannya" ucap san dan dia langsung menutup pintunya itu.


San yang didalam rungan itu merasa sangat deg degan karena melihat nic begitu tampan hari ini apa lagi saat kesal dengannya itu.


Nic yang sudah kesal itu kini langsung masuk keruangan nya dan berkoar seperti ibu ibu yang lagi pms saja."dasar tidak tau aturan udah tau negara ini negara hukum masih aja melanggarnya,ck ini kenya sudah terbiasa dinegara orang sih jadi tambah cupu saja"ucap nic sendiri dan di saksikan oleh vani yang di depan pintu itu.


"Heh curut got lo tau siapa yang lo katai tadi itu siapa disini hah!, dan satu lagi yah lo ko bisa yah jadi orang yang bodoh yang ninggalin dia,dasar curut got sekarang laki gue gak kerja lagi sama lo jadi gue puas maki lo hina lo dan buli lo"ucap vani.


" *****...lo awas yah kalau gue ada sesuatu yang berhubungan dengan ini gue buat lo menyesal"ucap nic kesal "bodo amat" ucap vani pergi menemui san.


*


San yang ada diruangannya itu hanya memikirkan gimana caranya dia bisa melupakan nic. Vani yang melihat san seperti melamun berinsiatif untuk mengagetkannya tapi...


"Ada van" tanya san." ko lo bisa tau gue dateng san,padahalkan gue pengen ngagetin elo"ucap vani sedikit memonyongkan bibinya itu.

__ADS_1


"Gue sudah tau setiap gerak tubuh orang jadi gak bakal mempan sama gue mah" ucap san sedikit sombong."idi sanku ini ternyata bisa sombong juga yah"ucap vani sambil mengecup pipi san"ih....apa sih!,ada apa gak bisanya lo kegini dari dulu gue tau pasti ada yang lo mau kan"ucap san.


"Hehehe...ko tau sih,iya nih gue pengen ajak lo pergi reunian sma kita bareng alumni lain dengan tiga tahun lebih dulu dari kita san" jelas vani."kapan emang"tanya san."kalau gak salah besok deh,malam jam 7 han perasaan gue mah"ucap vani lagi yang berharap semoga san bisa ikut,karena setelah dia menghilang dia tidak pernah melakukan itu lagi.


San yang mendengar ucapan vani itu langsung memiyakan saja,dipikiran san masih ada yang menganjal didirinya karena dia masih tidak bisa melupakan nic apa lagi ini reunian bersama kakak kelasnya yang kemungkinan nic pasti ada karena dia termasuk pasti ikut.


"San ikut yah,kalau gitu gimana kalau kita cari baju untuk reunian itu?" ucap vani. "Ok kalau gitu yuk kita cari,sekalian ajak aku untuk ke liling mall yah" ucap san. "Yah yuk,tapi san kamu ganti baju gih,itu kurang bahan" ucap vani. "Udah ini aja tinggal pake jaket ko" ucap san yang menunjukan jaket yang tadi dia kenakan saat menggunakan motornya" tapi aku tidak bawa mobil va"lajut san. "Gak papa lah naik motor juga asal jangan kebut kebut yah" "ok sip yuk pergi" ajak san dan mereka pun pergi.


**


Sesampainya di butik langganan vani itu langsung disambut dengan ramah oleh karyawannya "selamat pagi bu vani" ucap karyawan itu. "Pagi,eh...wulan mana rosa?" ucap vani. "Oh...bu rosa ada di dalam ruangannya bu,mari saya antar ke atas" ucap karyawan yang bernama wulan itu menunjukan jalan ke ruangan bosnya.


"Rosa apa kabar?udah lama aku gak kesini" ucap vani yang sudah ada di dalam ruangan rosa. "Kabar ku baik,gimana kamu baik,dan siapa dia van" jawab rosa. "Oh...aku lupa kenalin dia ini kakak aku yang baru pulang dari perjalanan bisnisnya,dan san kenalin dia temen yang selalu ada disaat kamu gak disini dulu" jelas vani yang memperkenalkan mereka berdua.


"Alexsan"


"Rosa"


"Udah udah katanya kesini mau cari baju buat acara reunian,eh katanya reunian kali ini menggunakan tema yah" ucap rosa yang termasuk dalam reunian sma yang merupakan satu angkatan dengan mereka berdua tapi beda jurusan.


Saat mereka memilih baju datang seorang ibu dan juga anak perempuanya yang juga mencari baju ke acara reunian yang akan dilaksanan itu vani mengenali siapa dia,"bu mila apa kabar?"ucap vani yang mendekati mereka berdua"ah...vani saya baik kamu bagaimana,wah...kenya nambah yah,kapan yah anak kedua saya menikah"ucap si ibu yang di panggil vani itu.


"vani baik bu,eh ada kak niken juga kakak cari baju buat acara reunian yah kak"ucap vani lagi. "Iya nih aku bingung nih soalnya sekarang pake tema putri sama pangeran gitu jadi harus cari gaun deh" jelas kak niken.


Srek...


San yang keluar dari ganti baju nya itu pun langsung pusat perhatian para pelanggan yang datang ke butik itu dan termasuk tiga wanita yang lagi ngobrol itu melihat san yang mengunakan gaun yang sangat indah dilihat dari kulitnya putih susunya dengan dibalut gaun berwana biru itu apa lagi dengan belahan di bawah kakinya dan juga sedikit memamerkan belahan payudaranya menambahkan keeleganan yang dia pancarkan dari wajahnya yang tanpa make up itu.

__ADS_1



(baju yang akan dipake san ke reunian)



(sepatu yang akan digunakan)


"Wah!!san lo bener bener cantik banget deh pake gaun itu seperti putri cinderella deh,hmm...rosa kau punya sepatu kaca tidak"ucap vani dan san yang diperlakukan itu sedikit malu karena menurutnya ini sangat terbuka walau dia sudah sering menggunakan baju kurang bahan apa lagi ini atas bawah dia lihatkan biasanya dia hanya satu yang dia liatkan tidak seperti sekarang tapi apa daya yang ada di butik itu hanya yang pas pada tubuhnya hanya itu karena dia tidak bisa mendadak membuat dengan waktu satu hari apa lagi gaun yang sangat rumit.


"Van apa ini tidak berlebihan apa lagi ini terlalu bawah belahannya" ucap san yang sedikit tidak nyaman dengan gaunnya,"gak ini pas banget buat lo tinggal cari sepatu dan tas yang pas buat pelengkapnya,iya gak bu kak"ucap vani kepada bu mila dan niken. "Iya bener sangat cantik" ucap mereka bersama.


"Vani dia siapa kamu ko ibu baru liat yah"tanya bu mila."oh iya lupa kenalin ini alexsan kakak  vani bu yang baru pulang dari perjalanan bisnisnya" ucap vani, "alexsan,tar dulu si jenius cupu itu" ucap niken"iya benar itu dia yang sekarang berbeda"ucap vani. "Oh...hah!yang benar kamu alexsan yang nic tangisi setiap malam dan curhatkan pada ku" ucap niken sedikit terkejut dengan apa yang dia liat saat ini.


"apa seorang nic menagisi seorang wanita seperti saya yang dia hina dan dia campakan di depan teman kampus kami sepuluh tahun lalu,ck...saya tidak akan pernah memaafkan dia sampai dia berlutut pun"ucap san yang sedikit marah dan juga ada dendam yang dia pendam di dalam hatinya itu melihat itu sang ibu mila berlutut dan...


"Maafkan sikap anak saya yang telah membuat mu terhina dan dicampakan olehnya saya baru mendengar dari mulut mu bahwa anak itu telah berbuat seperti itu kepada selama ini" ucap mila.


"Ini bukan salah ibu jadi jangan berlutut seperti itu,yang salah adalah anak ibu bukan ibu jadi saya mohon berdiri" ucap san dan membantu bu mila berdiri niken yang mendengar penuturan kata itu merasa bersalah karena dia tidak mengetahui nya dari dulu,padahal nic sering cerita berbagai kisah yang dia kalukan padanya tapi kenapa disaat dia melakukan hal buruk pada wanita membuat dia dan sang mama marah karena sikap nya terhadap wanita.


Setelah bersedihan itu akhirnya san bisa juga akrab dangan ibu mila dan kak niken dan memilih baju yang akan dikenakan mereka ke pesta reunian itu,san yang sudah lebih dulu mendapatkan gaun yang vani pilih permintaan anak dalam perutnya itu akhirnya san pun menerimanya.


sedangkan vani sendiri mengambil gaun sederhana yang bermotif bunga yang berwarna pink sedangkan kak niken memilih gaun merah marrun yang sedikit terbuka bagian atasnya,itu semua tidak membuat mereka berenam tertawa geli dan juga sekaligus sedih akan hal yang diceritakan bu mila pada mereka.


***


@zihan631

__ADS_1


11:26


2020-04-10


__ADS_2