
Tengah malam san membangunkan nic yang sedang tidur nyenyak memeluk sari di samping nya itu.
"Niho" ucap san membangunkan nic.
"Hm..."gumam nic yang langsung membuka matanya.
" besok jangan dulu pulang yah,aku pengen ke makam abah"ucap san.
"Iya kita kesana,ada lagi" tanya nic.
"Aku pengen telur gulung ala korea" ucap san.
"Ok sebentar" ucap nic yang langsung bangun mengambil ponsel untuk memesannya.
"Niho...aku tidak mau buatan orang luar,aku ingin di buatkan oleh kakek jojo" ucap san lagi yang membuat nic membulatkan matanya yang tadi mengantuk karena kaget dengan ucapan san.
"Tapi aki gak pernah masak alex...dia mana mau,waktu itu juga kak niken pengen pengan tangannya saja gak boleh apa lagi ini" jelas nic.
"Gak pokoknya harus kakek jojo yang buat" ucap san dengan keras kepalanya.
"Ya udah iya aku bilangin sama aki" ucap nic lemas,karena bagaimana dia mengambil hati aki jojo untuk membuat san telor gulung itu,apa lagi aki jojo sangat susah di ajak kompromi dengan orang lain selain keputusannya sendiri.
Dengan sangat ragu nic mengetuk pintu kamar aki jojo.
Tok..tok..
"Aki maaf ganggu tidurnya" ucap nic yang terus mengetuk pintu kamar aki jojo.
"Ada apa?" tanya aki jojo dingin.
"It...itu..itu..." ucap nic gugup.
"Apa??" tanya aki jojo lagi.
"Aish...susah amat sih," gumam nic"itu ki alexsan pengen di buatkan telur gulung ala korea"ucapnya lagi.
Fyuh...akhirnya bisa juga gue ngomong teriak nic dalam hati
"Oh...ya sudah" ucap aki jojo yang langsung pergi ke dapur.
Sedangkan nic yang melihat itu hanya bisa bengong dan keluarlah mamanya yang membawa gelas ditanganya.
"Sedang apa kau di sini nic" tanya mamanya.
"Itu mah,nic minta tolong sama aki buatin telur gulung buat san" jelas nic.
__ADS_1
"Emang akimu itu mau nic" tanya mamanya lagi berjalan menuruni tangga yang di ikuti oleh nic.
"Mau tuh liat" ucap nic yang menunjuk ke arah dapur yang melihat aki jojo dengan lihainya memotong bahan bahan untuk membuat telor gulung ala korea itu.
"Aneh banget sih," ucap mamanya"terus sannya dimana?"tanya mamanya lagi.
"Di kamar mah" ucap nic langsung mendekati aki jojo yang mulai mengoreng telur gulung ala korea itu.
"Kalau ada apa apa panggil aki aja,jika sasa ngidam pengen dibuatkan sesuatu sama aki ok" ucap aki jojo kepada nic.
"Siap laksanakan,hm...kalau boleh tau ko aki bisa dekat dengan san" tanya nic.
"Oh...itu dulu emang aki sangat anti yang namanya dipegang orang karena takut kotor,tapi setelah kenal sasa aki tidak mesara takut lagi" jelas aki jojo.
"Ko bisa ki,terus waktu kak niken pengen pegang tangan aki di gak bolehin sih" tanya nic lagi.
"Kamu tidak tahu masalah itu,jadi jangan menyimpulkan bahwa aki gak sayang kalian,kamu taukan aki gimana" ucap aki jojo yang sudah selesai membuat telur gulung itu.
"Ah ternyata seperti itu,wah sudah selesai, kalau gitu nic bawa ke kamar yah" ucap nic yang mengambil telur itu.
"Iya sana,jangan buat dia sakit hati yang ketiga kalinya nic,itu akan membuatmu susah untuk mencarinya" nasihat aki jojo yang juga pergi dari dapur.
Nic yang mendengar itu merasa ada yang aneh dengan nasihat akinya itu,sesampainya di kamar san yang mendengar suara pintu terbuka itu langsung bangun dan mendekati nic yang membawa dua piring besar telur gulung itu.
"Wah...makasih" ucap san yang langsung memakan telur gulung itu.
"Hm...ini apa yang aku inginkan,mau" ucap san menyodorkan telur itu.
Nic dengan ragu pun membuka mulutnya dan memakan telur itu dengan lahap juga ternyata akinya itu bisa masak juga.
*
Pagi ini san nic dan juga sarip pergi berpamitan kepada keluarga nic yang akan pergi mengunjungi makam abahnya yang belum dia kunjungi sejak dia pergi hingga dia kembali lagi masih belum bisa mengunjunginya karena sibuk dengan urusannya.
"Semuanya kami pergi pulang,assalamualaikum" pamit nic dan bersalaman dengan orang di sana tapi tidak dengan aki jojo.
"Kek aku pamit pulang" ucap san yang mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan aki jojo dan di terima itu membuat semua orang kaget dan iri kepada san yang bisa melakukan hal itu,semua saudara yang belum pulang melihat itu juga merasa iri kepada nya.
Setengah jam sudah berlalu kini mereka sedang mencari makam abah wily yang berada di daerah bandung timur.
"Assalamualaikum bah,abah sasa di sini baik baik aja ko" ucap san yang menatap batu nisan bernama wily davitson wibel.
"Mi..." ucap sarip sedikit takut.
"Eh iya bah ini sarip anak sasa sama niho bah" ucap san lagi yang memperkenalkan sarip kepada nisan wily.
__ADS_1
Nic hanya melihat dan mendengar ucapan san saja karena dia merasa bersalah karena selama ini baru kali ini dia bisa menjaga san dengan benar apa lagi dia juga yang telah membuat san pergi dari keluarga satu satunya yaitu ambunya,selesai mengunjungi makam abah sarip merengek ingin makan makanan buatan san yang akhirnya dia mampir dulu ke rumah lamanya untuk membuat makan siang untuk mereka berempat.
Sesampainya di pelataran rumah san langsung pergi ke rumah bi titin untuk mengambil kunci rumahnya yang selama ini dia titipkan kepadanya.
"Assalamualaikum" ucap san sedangkan nic dan sarip menunggu di teras rumah.
"Waalaikumsalam" ucap seorang lelaki remaja keluarga dari rumah bi titin.
"Hm...bi titinnya ada?" tanya san karena dia tidak mengenali lelaki itu.
"Sebentar" ucap lelaki remaja itu yang masuk lagi kedalam,san yang di luar mendengar lelaki itu berteriak.
"*Ambu...ada tamu tuh" teriak lelaki remaja.
"Siapa den?" tanya seorang wanita.
"Gak tau liat aja,cantik tau bu" ucap lelaki remaja*.
"Siapa sih?" ucap wanita itu keluar dan melihat san yang duduk di kursi rotan.
"Bi titin yah,saya alexsan anak bu sarah" ucap san yang langsung berdiri.
"Oh...iya nak san yah,ada apa nak" ucap bi titin.
"Itu bi saya minta kunci rumah" ucap san.
"Oh...kunci rumah yah sebentar" ucap bi titin yang masuk lagi kedalam mengambil kunci rumah.
"Ini kunci nya nak san,oh iya kebon sayuranya bibi pake gak papa kan" tanya bi titin.
"Iya gak papa bi,kalau gak di rawat yang ada busuk dan pasti gak ke makankan sayang banget,bibi jual juga gak papa" ucap san.
"Kalau itu emang bibi lakuin buat bayar sekolah denis,uang gaji dari nak san buat keburuhan sehari hari" curhat bi titin.
"Oh gitu yah bi,boleh tau gak emang anak bibi kelas berapa?" tanya san.
"Baru juga keluar smp nak san,mau sma aja mikir dulu bibinya,soalnya uang dari mana atuh,gaji bersih bersih rumah nak san juga pas pasan" jelasnya.
"Oh...gitu yah..gini aja bi kalau anak ibu sungguh sungguh pengen sekolah lagi telopan san aja yah" ucap san yang memberikan kartu namanya,"kalau gitu bi san pamit assalamualaikum "ucap san lagi berpamitan kepada bi titin.
Di lain tempat nic dan sarip mengeluh bosan karena san belum juga datang,dan pada saat dia dan sarip akan menyusulnya ada seorang memdekati mereka.
***
Ig :@zihan631
__ADS_1
21:25
2020-06-12