wanita kaya itu, istriku

wanita kaya itu, istriku
bab 44


__ADS_3

Mereka bedua pun melihat sarip dan nic di ambang pintu untuk memastikan hukuman yang di berikan kepada mereka berdua.


"Yang bener bang bersihinnya" teriak helen.


"Yah...kau awas yah nanti" ucap sarip kesal.


"Ya ya yah terserah abang deh" ucap helen meledek kakaknya.


"Sayang udah yah kasih sarip" keluh nic.


"Abang sini deh" ucap san.


"Ok mih" ucap sarip meletakan alat bersih di tepi kolam.


"Eh kamu lanjutkan sampe bersih,dan kamu bang bereskan mainan kamu dan juga helen di kamar bermain sekarang gih" ucap san.


"Yah...mimih ko gitu aku kira udahan hukumannya" ucap sarip yang langsung melangkah pergi ke kamar bermainnya.


San dan helen kini duduk manis di depan tv dengan di temani cemilan dan juga jus kesukaan mereka,dan tak terasa mereka berdua tidak menyadari jika sarip dan nic udah ada di sana,sarip yang melihat adik dan mimihnya terus pokus ke tv itu langsung berpikir untuk menjailinya.


"Ih...ko mati sih" ucap san dan helen bersamaan.


Sedangkan nic dan sarip tertawa tertahan karena melihat tingkah mereka yang lagi asik nonton langsung emosi karena tidak bisa liat adegan yang sangat ingin mereka lihat.


"Oh...bagus yah sinihin remotnya" ucap san melihat sarip yang lagi memegang remot ditangannya,karena tidak menyadari itu sarip yang lagi tertawa itu terhenti melihat tatapan tajam dari dua wanita yang dia sayangi itu.


"Mih ini di suruh pi...pipih dimana?" ucap sarip menolek kearah kanannya itu tidak ada siapa siapa hanya bisa pasrah karena tertangkap basa oleh mereka berdua.


"Kamu yah udah di kasih hukuman masih saja jail" ucap san.


"Hehe...gak seru sih kalau gak jailin orang mih" cegiran sarip sambil garuk leher bekalangnya.


"Kamu yah"


"Huh abang kan jadi udahan film kartunya,jadi gak liat si petriknya jatuh" rengek helen.


"Ya maaf" sesal sarip


"Ya sudah sekarang kita makan malam ok" ucap san.


"Udah dong ngambeknya kasihan abangnya,nanti sama pipih kalian berdua di beliin mainan yang kalian suka deh" ucap nic.


"Ok yuk kita makan" ucap helen menggandeng sarip pergi ke meja makan.


"Jangan terlalu di manja mereka nic,nanti mereka pasti minta yang aneh aneh padamu" ucap san yang juga ikut pergi meninggalkan nic.


"Baiklah" ujar nic mengikuti san dari belakang.


Saat makan malam berlangsung tiba tiba ponsel san bergetar,


"Sasa gak biasanya saat kau makan bawa ponsel" ucap ambu.


"Oh ada hal penting yang harus lakukan jadi aku bawa" ucap san pergi meninggalkan meja makan untuk mengangkat panggilan itu.


"Halo"


"Zahra kau jadi pergi"

__ADS_1


"Iya saya akan pergi tapi setelah masalah di rumah selesai"


"Baiklah,saya akan cari tempat tinggal di sana,apa kau cari sendiri"


"Mungkin saya cari sendiri tapi untuk tempatnya saya serahkan pada mu"


"Baiklah kalau gitu, kau bisa pergi dua minggu lagi atau gak bulan depan bisa pergi"


"Baik akan saya percepat masalah di sini"


Setelah mematikan panggilan itu san balik lagi ke meja makan.


"Siapa?" tanya ambu.


"Itu pasien aku ada yang menanyakan kapan oprasinya" ucap san asal.


"Oh...ya sudah lanjut makannya" ucap ambu kepada san soalnya hanya dia saja yang belum menyelesaikan makannya.


Sedangkan nic pergi menidurkan anak anaknya yang minta di dongengkan olehnya.


*


Pagi yang cerah san melihat tempat tidur nya ada nic di sana.


"Maafkan aku jika suatu hari nanti aku pergi karena ke egoisanku yah" gumam san sambil mengusap kepala nic.


"Ehm...pagi" ucap nic yang baru saja bangun.


"Hm"


"Kau mau kemana ko sudah rapi?"


"Tunggu sebentar,aku antar yah" ucap nic.


"Tidak perlu kau antar saja anak anak ke sekolah" ucap san yang sudah menyelesaikan merias dirinya itu.


"Baiklah,hati hati di jalan,cup" ucap nic sambil meluk san dan tak lupa mencium dahi san dengan lembut.


"Hm" ucap san dan pergi meninggalkan nic sendiri di kamarnya.


Obrolan singkat telah usai nic pergi ke dalam kamar mandi sedangkan san pergi keluar kamar untuk pergi menemui sesorang yang kemaren dia telepon,san memilih di antar malik karena di akan bertemu di sebuah cafe dekat rumah sakit tempat kerja nya sekaligus mengurus pengunduran dirinya di rumah sakit itu.


"Apa kabar?" tanya seorang.


"Baik,kau sendiri bagaimana?" ucap san.


"Seperti yang kau lihat saya baik,oh iya kau benar jadi ikut saya ke budapest" meyakinkan san.


"Rizal saya sudah yakin dengan apa yang akan saya lakukan,jadi tenang saja suamiku di sini juga gak papa" jelas san.


"Baiklah kalau itu keputusan mu,ini semua daftar rumah yang ada di buda yang di jual oleh pemiliknya,dan ini gedung apartemen yang ada di buda juga,karena dokter sepesialis jantung belum banyak di sana" ucap rizal,yah di adalah dokter kandungan yang memeriksa san waktu pertama kali dia tahu bahwa dia hamil.


"Ok makasih,kau sendiri?" tanya san.


"Saya di sana sudah masuk di rumah sakit yang sama dengan kau,jadi tidak lama lagi aku pergi kesana" ucap rizal.


"Terus rumah sakit yang baru saja kau bangun gimana nasib nya"tanya san lagi.

__ADS_1


"itu aku serahkan pada anak pertamaku,kau sendiri perusahan,hm...rumah sakit,terus reto dan hotelmu siapa yang urus" ucap rizal.


"Itu masalah gampang karena saya sudah menyerakan semua pekerjaan saya pada suami sahabat saya dan juga suami saya" ucap san.


"Dasar kau ini bener bener yah,oh iya karena dua hari lagi saya berangkat jadi tidak bisa memeriksa keada bayimu maka saya kasih kasih vitamin dan juga obat untuk menguatkan janinmu saat nanti kau akan pergi,tapi kau harus periksa lagi ok,ke dokter lain" jelas riz memberi bungkusan obat.


"Ck iya makasih, kalau gitu saya pamit pulang yah" ucap san,yang sudah berdiri untuk pergi meninggalkan cafe itu.


"Hati hati di jalan yah" teriak rizal yang dibalas dengan lambayan saja oleh san.


"Malik kita pulang sekarang" ucap san saat dia sudah di dalam mobilnya.


"Baik" ucap malik yang langsung memutar kemudinya ke arah jalan pulang.


"Malik jika suatu hari nanti nic mencariku,kau jawab jika aku pergi ketempat yang belum pernah kau temui" ucap san tiba tiba.


"Kau akan pergi lagi" tanya malik.


"Kemungkinan yah aku akan pergi lagi,tolong jaga dia dan juga ambu yah" ucap san.


"Kenapa harus pergi,kau bisa selesai kan masalah dengan cara menghadapinya,bukan mengehidar sasa" nasihat malik.


"Aku harus bagaimana malik,kau liat sendiri kemaren dia tidak mau lepas dari suamiku walau dengan cara apapun aku lakukan" tanya san.


"Sanku sayang,kau memiliki kuasa di mana mana kenapa kau tidak mengunakan cara itu,kalau tidak gunakan cara yanh sedikit ilegal" ucap malik.


"Tidak malik kau tahu sendiri dia adik ipar sahabat baikku,aku tidak mau membuat dia kecewa karena telah membuat dia jatuh karena aku"


"Kau bener bener terlalu baik san,walau di dunia bisnis kau sangat kejam dan ketat tapi jika di sakutkan dengan masalah seperti itu saja kau tidak bisa"


"Yah kau bener malik aku payah dalam hal kehidupanku sendiri"


"Jadi kau peri kemana" tanya malik.


"Ke negara yan belum pernah aku kunjungi" jawab san.


"Baiklah, semoga kau betah di sana yah,semoga bayi mu lahir dengan sehat disana,jangan pernah lakukan hal ini lagi jika suatu hari nanti nic menemukan mu yah" nasihat malik.


"Yah...mungkin saja dia sudah punya istri lagi mana mau sama aku yang sudah meninggalkan nya" ucap san asal.


"Kau ini,kau tidak lihat dia sangat mencintaimu sasa" ucap malik.


"Aku masih belum percaya karena dulu dia melakukan hal yang tak akan pernah aku lupakan menhinaku di depan umum,itu kenapa sampai sekarang aku masih ragukannya" ucap san membayangkan kejadi waktu dulu di pergi jauh dari ambunya.


"Tapi kau tidak bisa melupakannya bukan,itu tandanya kau mencintai dia sasa" ujar malik dengan yakin.


"Sudah lah jangan bahas itu lagi,cepat bawa mobilnya aku sudah lapar nih" etak san dengan pertanya yang malik berikan.


"Baik" ucap malik sedikit mempercepat mengendarai mobilnya.


***


Hai hai hai balik lagi sama gue author sebleng ini...jangan lupa like vote and komennya yah...


Ig:@zihan631


17:31

__ADS_1


2020-10-19


__ADS_2