wanita kaya itu, istriku

wanita kaya itu, istriku
bab 47


__ADS_3

"Apa kata dokter?" tanya mila mertua san.


"Hm...dokter bilang jika nic tidak sadar beberapa hari kemungkinan dia komo" ucap san sedih.


"Apa?ya allah nic..." ucap mila yang tiba tiba pingsan.


Kevin ayah mertuanya langsung mengendongnya dan membawa keruangan yang di tunjuk perawat padanya untuk menyadarkannya.


Sedangkan san hanya diam dengan apa yang terjadi,"ini semua salah ku yang terlalu gegabah dalam mengambil keputusan,ini salah ku"isak san,vani yang ada di sampingnya langsung memeluk san untuk menenangkannya.


"Tidak sasa kau tidak salah ini semua kehendak allah jadi jangan menyalakan dirimu sendiri ok" ucap vani.


"Gak ini salahku" isak san dalam pelukan vani.


Vani melepas pelukannya dari san"Alexsan kenapa sih kau selalu meyalahkan dirimu atau gak memutuskan semunya sendiri,kau ingat kejadian dulu kau alam membuat semua orang bersedih bertahun tahun karena kau dinyatakan mati di negara orang belum juga ditemukan mayatnya apa kau tahu itu semua membuat kita semua sedih,dan setelah kejadian itu kau tiba tiba datang dengan wajah barumu dan liat sekarang setelah apa yang kau dapatkan kau sudah berkuasa dimana mana,apakah belum juga puas dengan apa yang kau miliki sekarang hingga suami baik seperti nic saja kau siasiakan,kau menyalahkan dia karena suatu ke salah pahaman bukankah  setelah dia menjelaskan semuanya kau memaafkan kesalahannya bukan,tapi kenapa kau perlakukan nic seperti orang asing setelah dia meminta maaf dan menjelaskan nya,hingga kau memutuskan ingin bercerai dengan dia" nasihat vani kepada san.


"Tapi..aku memiliki alasan kenapa aku ingin bercerai" ucap san yang masih saja keras kepala dengan apa yang telah vani bicarakan padanya.


"Huft...kau ini pintar san,jangan kepintaranmu itu menjadi orang bodoh karena cemburumu yang berlebihan seperti ini,apa kau liat akibat yang kau lakukan sekarang, jadi aku mohon padamu san jangan lakukan hal bodoh lagi seperti waktu dulu kau pergi dari kita semua,ingat san kau sekarang seorang ibu,apa kau tidak memikirkan gimana perasaan anakmu yang tidak bertemu dengan ayahnya,kau terlalu egois dengan apa yang kau pikirkan" ucap vani sedikit kesal karena respon san yang belum menyadari semua keputusannya yang ingin pergi dari segala hal yang menyakut dengan sakit hatinya itu.


"Tap..." ucap san terpotong"ucapan ku panjang lebar kau hanya anggap angin lalu hm..pikirkan baik baik dengan hatimu ini,dan pergilah untuk meminta pertolongan kepadanya yang di atas dengan apa yang janggal dalam hatimu itu san"potong vani.


San pun perpikir dengan apa yang di ucapkan vani barusan dia pun pergi mencari musolah untuk salat,ambu yang mendengar nasihat vani barusan tersenyum anaknya yang sangat keras kelapa itu menuruti kata kata sahabatnya,dia baru tahu kenapa san begitu sayang dan patuh pada vani,itu karena sifat menasihatinya lah membuat anaknya itu tidak bersikap egois dengan apa yang dia putuskan.


"Terima kasih vani,telah menyadarkan san dari keegoisannya" ucap ambu sambil meluk vani.


"Tidak ambu jangan berterimakasih padaku,aku hanya kesal saja pada dia yang selalu melakukan hal itu saat di patah hati,dulu waktu kita sekolah menengah atas san tiba tiba ingin pindah karena seorang lelaki dan saat di kampus juga sama dan membuatnya pergi bertahun tahun dan sekarang dia akan pergi juga,itu tidak akan jika dia tidak memikirkan perasaan anak anaknya" ucap vani.


"Kau benar benar sepupu ambu yang selalu menasihati ambu dulu" ucap ambu.


"Oh yah,berarti san dan ambu sama yah" canda vani.


"Yah...kurang lebih begitu,jika tidak bertemu abahnya san" ucap ambu malu malu.


"Ambu ini yah..." ucap vani.


*


Berminggu minggu san lewati dengan penuh penyesalan dengan apa yang dia putuskan kini dia lebih sering melamun dan menteskan airmatanya tanpa dia sadari di depan nic yang terbaring koma itu,semua keluarga sudah membujuk san untuk istirahat lebih cukup karena kandungannya yang sudah membesar membuatnya harus banyak istirahat tapi karena kerasa kepala san membuat dia melahirkan bayinya prematur.

__ADS_1


"Sayang kapan kau sadar hm...kau tidak mau liat adiknya sarip dan helen sudah lahir dari perutku,mereka sangat tampan seperti dirimu nic,maaf aku hanya bisa melahirkan mereka berdua,bayi perempuan kita meninggal" isak san di samping nic.


"Nak waktunya kau memberi asi pada mereka" ucap mamah mertua san.


"Oh baik mah" ucap san.


"Sayangku mimih ambil kau dulu yah setelah itu baru kau ok" ucap san mengambil baik pertamanya.


"Sayang lebih baik kau kasih nama bayimu sekarang saja ok,jangan tunggu nic sadar" ucap mamah mertua.


"Hm...baiklah akan aku kasih nama,bayi tampan pertama ku ini alfarezel arfan zordan dan bayi tampan keduaku ini rafan nashif zordan, mamah suka" ucap san saat melepas bayi pertamanya menyu*sui.


"Bagus sekali nama cucu cucu oma" ucap mamah mertua memberikan bayi keduanya kepadanya.


"Nic apa kau dengar istrimu memberi nama bayi bayimu yang sangat bagus" ucap niken kakak ipar san.


"Iya benar nak istrimu sangat pandai mencari nama untuk anak anaknya" balas mamah mertua bahagia.


"Eh..mah!!nic" teriak niken yang melihat tangan nic bergerak.


"Ada apa?" ucap mamah mertua dan juga san bersama segelah menyimpan bayi bayinya kedalam box bayi.


"Panggi dokter" ucap mamah mertua.


Sedangkan san langsung memerikan keadaan nic dengan stetoskop dan alat lainnya yang dia bawa selama nic koma.


"Ya allah makasih" ucap san yang langsung terduduk dengan keadaan nic saat ini.


Saat dokter datang langsung memerikan keadaan nic walau san sudah tahu dengan keadaan suaminya tapi dia belum percaya dengan apa yang periksa.


"Dia baik baik saja,dia mendengar apa yang kalian bicarakan,terus beri dia respon agar mempercepat kesadarannya" jelas dokter.


"Baik makasih dok" ucap mereka bertiga.


"Sayang cepat bangun anak anakmu sudah mengunggu mu di sini,lihat baby al dan baby rafan sangan mirip dengan mu,sasa tidak mendapatkan apa dalam wajah bayimu nak" ucap mamah mertua.


Ceklek


Pintu terbuka masuknya seorang dari luar ke dalam kamar inap nic dan juga san,saat san melihat siapa yang datang senyumnya memudar saat melihat siapa yang datang.

__ADS_1


"Tante bagaimana keadaan nic saat ini" ucap wanita itu.


"Kau!,kenapa kau kesini sava,bukankah sudah aku peringatkan jangan pernah mengganggu rumah tangga adikku" ucap niken yang menatap sava benci.


"Rumah tangga bukanya mereka akan bercerai yah" ucap sava.


"Jika kau bukan adik ipar adikku sudah aku lakukan hal yang sangat ingin aku lakukan" gumam san yang mengepalkan tangannya menahan amarah.


"Dasar tidak tahu diri sudah berapa kali aku bicara pada mu mereka tidak akan pernah bercerai" ucap niken.


"Ck sudah jangan membela wanita egois seperti dia dihadapanku" ucal sava sambil menujuk san.


"Kau!!!"


***Plak


Plak***


"Akan ku buat kau sejatuh jatuhnya saat ini juga,pergi dari sini" teriak san penuh emosi sedikit kepuasan dengan tamparan yang dia lakukan pada sava.


Sava yang di tampar itu pun langsung pergi meninggalkan ruang inap itu dengan penuh emosi juga,san yang telah menampar sava itu pun langsung mengambil posel untuk menghubungi seseorang.


"Halo,langsung saja aku minta maaf dengan apa yang nanti kau lihat,tapi ijinkan aku memberi pelajaran pada dia" ucap san.


"...."


"Baiklah terima kasih" ucap san menutup panggilan itu,niken dan mila yang melihat aksi san barusan itu hanya bengong melihatnya,karena pertama kalinya dia melihat emosi san.


"Mah lebih baik kita tidak ada yang membuat gara gara bersama sasa" bisik niken pada mila.


"Iya benar kamu,mama juga takut liatnya" mila juga ikut berbisik saat san sibuk menelpon seseorang takut terdengar olehnya.


***


Hai hai hai kembali lagi sama gue si author sebleng ini, oh iya maaf yah jika tentang medis di atas tidak sesuatu karena gue masih belajar tentang medis,jangan lupa like vote and komennya yah.


Ig:@zihan631


07:51

__ADS_1


2020-10-29


__ADS_2