wanita kaya itu, istriku

wanita kaya itu, istriku
bab 57


__ADS_3

Setelah pertengkaran kecil san dan malik yang tidak di ketahui itu selesai kini san pokus ke laptop malik yang dia bawa ke ruang tamu vila.


"Perdi terobsesi terhadap fitri untuk dia jadikan model majalah dewasa,oh....ternyata seperti itu,baiklah,malik tolong hubungi keluarga fitri beritahu mereka kalau fitri bertugas di luar kota saat ini" ucap san yang masih pokus pada laptop nya.


"Kau tahu aku ada di sini" tanya malik.


"Bang kau lupa dengan kemampuanku yang bisa mendengar suara apapun itu" tanya san balik.


"Ah iya maaf aku baru ingat kau memiliki kemampuan pendengaran yang sangat tajam setelah kecelakan waktu itu" ingat malik.


Iya san setelah kejadian beberapa tahun silam yan menimpah dia kecelakan dan koma waktu itu saat dinyatakan san hilang ingatan itu san bisa mendengar apapun dari jarak dekat maupun jauh sekitar beberapa meter di hadapannya atau di belakang nya,yang di sembunyikan selama dia pulang ke indonesia.


"Kau tau saat kau membawa fitri ke sini pun sudah tahu dari suara mobilmu" jujur san.


"Terus kenapa kau kaget saat melihat fitri seperti itu" tanya malik.


"Ya...aku lakukan seperti layaknya seperti manusia" ucap san yang mendengar suara langkah kaki yang langsung pokus ke laptop lagi.


"Aku..."


"Ucapan seperti biasa malik di belakang ada nic" bisik san.


"Baiklah saya akan segera menghubungi nya" ucap malik dan setelah nya dia pergi dari sana saat melihat nic sudah ada di belakang kursi yang mereka duduki.


"Pak malik maaf tolong belikan anak anak es krim yah" ucap nic.


"Baik" ucap malik dan meninggalkan mereka berdua di sana sedangkan yang lain masih asik di taman belakang yang lagi asik membakar daging dan lainnya.


"Mih om malik kenapa" tanya helen dari belakang mereka.


"Tadi katanya di suruh beli es krim sama kalian pak maliknya,yah dia pergi beli es krimlah sayang" ucap nic.


"Oh...ya sudah" ucap helen yang langsung pergi meninggalkan kedua orang tuanya yang lagi asik melihat laptop itu.


"Sayang kau sedang apa sih dari tadi aku liat pokus terus kepada laptop?" tanya nic.


"Menyelidiki sesuatu" jawab san.


"Apa?"


"Nih" ucap san memperlihatkan semua data yang telah di dapatkan malik tadi.


"Perdi,seperti pernah mendengar namanya" ucap nic saat melihat layar laptop.


"Yang benar mas" tanya san.


"Hm...ah!dia adalah salah satu manajer di salah satu entertainment terkenal dan saat ini dia sangat gencar mencari seorang model untuk majalah dewasanya" jelas nic.


"Benar sekali dialah yang telah menjual keponakannya sendiri untuk mengasilkan uang banyak" ucap san saat mendengar ucapan nic.


"Mas kenal dari mana?" tanya san lagi.


"Hmm...mas waktu itu pernah melakukan kerja sama dengan entertainment nya untuk mempromosikan hotel baru mas tiga tahun lalu" ucap nic.


"Mas punya nomor ponsel nya tidak jika masih ada aku ingin..."


"Sasa si kembar nangis tuh" ucap vani yang menjaga si kembar bersama ambu di kamarnya.

__ADS_1


"Baiklah,mas nanti kau kasih kan saja nomornya ke malik yah" ucap san dan pergi meninggalkan nic.


Setelah san pergi malik pun muncul dari pintu masuk yang membawa beberapa plastik yang isinya cemilan dan es krim yang di pesan anak anak.


"Pak malik ini nomor ponsel pak perdi" ucap nic memberikan kartu nama perdi kepada malik yang baru saja masuk.


"Maksud nya" tanya malik.


"Tidak tahu sasa nyuruh aku kasih itu pada bapak" ucap nic yang juga langsung pergi meninggalkan malil yang masih tidak mengerti dengan kertas itu.


"Ih...emang yang kalau udah sangkut pautnya dengan kriminal pasti saja" gumam malik yang melangkah pergi ke belakang vila untuk memberikan es krim yang mereka pesan.


"Ih....om malik lama" keluh helen.


"Maaf" singkat malik.


"Kebiasaan,ck kapan sih mau ngomong ke kereta gerbong" omel helen.


"Aku bukan kereta" jawab malik.


"Jawab mulu deh om malik,udah sana mening om malik bantu a denis manggang daging dan lainnya soalnya yang tadi di panggang abis" ucap helen.


"Iya'cerewet amat sih,utung anak sasa kalau bukan udah gue lelepin got dah tuh anak'ini semuanya" tanya malik pergi ke pemanggang untuk melakukan memanggang daging.


"Ya semua dong om masa sebiji" omel helen.


"Pengen lakban tuh mulut" ceplos malik.


"Apa om?" ucap helen tidak mendengar ucapan malik.


"Ah aha,enggak ko itu pengen sosis gorengnya gak" ucap malik.


"Iya sarip juga mau tapi daging juga sarip pengennya yang lebih matang jangan yang setengah matang kaya tadi" keluh sarip.


"Baik,yang lain" ucap malik.


"Samakan saja" ucap dani dan yang lainnya.


"Baiklah" ucap malik.


*


Sedangkan di tempat san yang sedang asik menyusui anaknya,tiba tiba saja ponselnya berdering dan entah di mana itu ponsel berada.


"Mas ponsel ku berbunyi,tapi gak ada di sini" ucap san saat mencarinya di atas kasur.


"Ini" ucap nic memberikan ponsel san.


"Halo"


"..."


"Iya dengan saya sendiri,anda siapa yah"


"..."


"Maksud nya saya tidak mengerti"

__ADS_1


"...."


"Iya saya pemilik jk group,tapi saat ini saya tidak memegang perusahan itu"


"..."


"Perusahan wiliam group,sebentar suara ini..."


"...."


"Bang allard!! Ini bener kau,ih...benar benar jail kau,aku kira siapa?"


"...."


"Aku sekarang lagi menyusui si kembar kenapa?"


"...."


"Oh baiklah"


"Siapa?" tanya nic mendekati san.


"Bang allard dia yang membantu aku waktu di amerika" ucap san.


"Oh..."


"Jangan marah mas dia lah yang membantu aku untuk mengingat semua masa laluku,semua keluarga nya telah membantu dan menyelamatkan ku dari kematian" jelas san.


"Jelaskan yang sebenarnya san,aku ingin tahu" ucap nic.


"Hm...singkat saja yah" ucap san.


"Iya deh"


"Kau ingat waktu pertengkaran kita di depan kampus?" tanya san yang di angguki nic.


"Aku sih niatnya di amerika itu cuman kuliah dan membesarkan perusahan abah,tapi sesampainya di sana aku melihat seorang kakek ke copetan dan di sana aku membantunya dengan ilmu bela diri yang aku punya,setelah mengangkap sang pencopet si kakek membawaku pulang kerumahnya untuk bertemu anak anaknya dan menginap di sana,tapi karena aku tidak mau membuat orang repot akhirnya aku pergi dari rumahnya,dan di pertigaan jalan dekat rumah sang kakek aku di tabrak mobil yang ditumpangi anak sang kakek yang sedang mabuk,hingga akhirnya aku koma etah hingga kapan,dan pada saat bangun aku tidak mengingat apapun itu,hingga akhirnya aku tinggal di rumah si kakek...."


"Maafkan aku sasa karena aku kau jadi..." potong nic di bungkam san dengan bibirnya.


"Tidak itu bukan salah mu,semua itu terjadi kehendaknya,jadi jangan menyalahkan dirimu oke" ucap san kepada nic.


***


Author "malik gue udah depat nih calonnya mau gak"


Malik"mana?"


Author "liat saja episode selnjutnya oke"


Malik"no...gue mau sekarang!!!"


Author "sabar napa,udah ah gue mau makan dulu bye"


Hai hai hai jangan lupa like vote and komennya yah


Ig:@zihan631

__ADS_1


11:42


2020-12-09


__ADS_2