wanita kaya itu, istriku

wanita kaya itu, istriku
bab 15


__ADS_3

Akhirnya nic pulang juga walau itu di suruh sang mamah yang penasaran dengan apa yang dia ucapkan di telepon tadi siang.


"Ayo lah mah aku baru pulang masa langsung di suruh ngejelasin itu sih" rengek nic"kau ini,tau gak,papa mendengar kau akan menikah dua hari lagi langsung kaget sekaligus shock tau,untung papa tidak punya riwayat penyakit jantung"ucap papanya


"ya maaf pah,kan kemaren kemaren kalian semua ingin aku menikah eh pada saat aku ngomong nikah dua hari lagi malah begitu kagetnya"ucap nic


"ya!!gimana gak kaget anak mau nikah gak kasih tau orang tua,apa lagi ini dua hari lagi,apa kau tidak punya orang tua nic!!"ucap mamanya sedikit kesal kepada anaknya itu.


"Iya maaf maaf,besok malam kita di undang makan malam di rumah calon istriku" ucap nic"siapa nama calon istrimu itu nic"teriak papanya"zahra alexsan wiliam,itu namamya"teriak nic di lantai atas.


"Oh..." ucap mereka tapi tidak lama setelah nic mengucapkan itu mengigat pemilik nama itu mereka berdua langsung"apa!!!nic kau nikah dengan pengusaha sukses itu"teriak mereka berdua yang tidak di jawab nic karena dia sudah masuk ke dalam kamarnya.


*


"Mimi sarip bener akan tinggal bareng mimi disini?" tanya sarip"iya sayang kau akan tinggal disini,sekolah kamu juga mimi pindahkan yah"ucap san"tidak mih aku tetap pengen sekolah disitu"ucap sarip.


"Emh...ok kalau gitu,ayo masuk" ucap san,saat mereka masuk ternyata ambu davit dan keluarganya sedang berkumpul diruang tamu tengah mengobrol.


"Assalamualaikum" ucap sarip san yang mendengar itu terseyum,ternyata orangtunya memdidik anaknya ini begitu baik.


"Waalaikumsa...lam" ucap mereka saat milihat san membawa anak kecil seumuran dani"mami...aku kira siapa"ucap dani yang memeluk kaki san"mi.."ucap sarip.


"Ambu kenalin ini sarip anak aku,ehm...dani ajak abang sarip main yah" ucap san karena melihat sahabat dan ambunya begitu akhirnya dia harus menjauhkan dulu sarip disini.


"Sasa maksud nya apa kau..." ucap vani terpotong "bukan gitu van dia itu ditinggal kan kedua orangtuannya dan keluarga nya tidak ada yang mau mengaku anak itu,aku merasa iba dengan itu jadi aku bawa dia,dan satu lagi du..dua hari lagi ak..aku menikah,malam besok keluarga calon suamiku datang kesini" jelas san


"apa!!kau ini kenapa secepat itu"ucap ambu"maaf ambu ini semua salahku yang tidak bisa jaga diri"ucap san lagi"mak...maksud lo apa san"ucap davit"maaf ambu,aku menikah karena aku ha...hamil"ucap san ragu.


"Apa!!!sasa kau ini" ucap ambu sedikit goyah"maaf mbu aku tidak bisa jaga diri"ucap san"sasaku apa ini karena dua bulan lalu,di pesta reunian itu"tanya vani"iya van"ucap san"jelaskan yang sebenarnya"ucap ambu.

__ADS_1


"Van lo tau kan gue pulang duluan" ucap san dan vani langsung mengaguk"disitu aku gak pulang ke apertemen karena tidak ingin mengkhawatirkan kalian aku berbohong, saat itu aku diberi minuman yang di campur obat perangsang oleh teman mu vit,aku tidak bisa tahan itu dan pada saat itu nic datang dengan hal sama seperti ku karena ada yang memeberikan obat itu juga,da...dan kami memutuskan untuk menginap dihotel itu,da..."jelas san terpotong


"sudah jangan dilanjutkan,ambu sudah mengerti,kalau gitu besok lelaki itu harus datang kesini"ucap ambu"dan untuk sarip ambu menerimanya disini,ambu liat dia anak yang baik"lanjut ambu dan pergi mendekati sarip dan juga dani yang lagi bermain.


"San,maaf ini semua salah gue yang nyuruh lo pake baju sialan itu" ucap vani yang mengigat kejadian perta itu.


"Gak van ini bukan salah lo ko,oh iya bentar lagi ponakan ku lahir nih,jenis kelaminnya sudah kalian ketahui" ucap san mengalihkan pembicaraan"kami sengaja tidak melakukan usg biar saat lahiran kita baru mengetahuinya,oh iya kandungan mu"ucap vani


"tujuh minggu"ucap san sambil memegang perutnya"kau baru tau"ucap davit"iya gue baru menyadirinya semiggu lalu tapi gue terus berasumsi itu hanya kecapean akan pekerjaan gue saat ini"ucap san"terus lo tau hamil dari siapa?"tanya vani "nic yang ngasih tau,pada saat itu gue pingsan setelah mengoperasi seorang ibu hamil dengan rizal" ucap san.


"Gue kita lo akan nikah sama dokter rizal san" ucap davit"eh mangki rizal itu udah punya istri dan dia udah punya anak"ucap san"ya...mungkin aja lo jadi istri keduanya"ucap davit "mangki gue bukan pelakor ya...vani suami lo gue pites gak papa kan" ucap san"pites aja kalau lo mau "ucap vani yang meninggalkan mereka.


" davit sini kau gue mau ceburin lo ke dalam got!!"teriak san yang terus mengejar davit kehalaman belakang rumah.


"Ambu...davit gak bisa kena" ucap san yang merengek minta bantuan ambunya"kamu ini kenapa davit dikejar san"ucap ambu"aku pengen jeburin dia ke got ambu,ini kemaua..."ucap san terpotong "ok ambu kejar,davit sini" ucap ambu"ada apa mbu"ucap davit.


"Kau harus nurut yah,ini kemauan bayi san" ucap ambu"pasti aneh nih"ucap davit pasrah vani yang melihat itu hanya bisa tertawa terpingkal pingkal"hehe....sini kau"ucap san membawa davit ke dekat got dan...


"Hahaha manpus gue menang" ucap san dengan girangnya.


"Mbu kalau san begitu kejam juga yah,apa lagi ngidamnya aneh" bisik vani kepada ambu"iya bener juga kita harus waspada nih"bisik ambu yang ikut ikutan bisik bisikan.


"Mah papa kenapa?" tanya dani yang sudah ada disana "itu perbuatan mami mu dan" ucap vani"mami!!papa dani kenapa?"teriak dani kepada san sarp hanya diam melihat itu,"oh...papa kamu mimi ceburin dalam got,dia nakal sama mimi,sarip ayo kita mandi"ucap san santay membawa sarip ke lantai atas.


"Hahaha rasain tuh,papa sih jadi orang nakal kaya dani" ucap dani pergi meninggalkan davit yang masih berusah keluar dari got.


Sedangkan san yang sudah memandikan sarip dan memakaikan baju yang baru saja mela beli di butik yang disuruh san saat dia akan pulang barusan,sarip sendiri yang mendapat perlakuan seperti itu terseyum memiliki mama angkat yang sangat baik.


"Ada apa ko peluk mimi" ucap san kaget karena sarip tiba tiba memeluknya"sarip sayang mimi"ucap sarip"mimi juga sayang sarip"ucap san,baru juga setengah hari san sudah terpikat dengan anak yang bernama sarip ini apa lagi dia begitu peka dan penurut.

__ADS_1


Drr....drrrrr...


Suara getar ponsel san berbunyi dia melihat siapa yang menelponnya yang menggangu pelukan mereka"sebentar"ucap san.


Halo....


Besok aku kerumah jam tujuh malam lex


Ini siapa?


Ini aku nicholas


Nic oh...tapi ambu ingin bertemu dengan mu saat makan siang


Ok aku akan kerumah mu,besok kau jangan dulu kerja


Iya...


Jangan lup... Tut


San mematikan panggilanya dan pergi mengajak sarip untuk makan malam.


Sedangkan yang disana ditutup secara sepihak membuatnya sedikit kesal karena tidak bisa menyelaikan ucapannya akan tetapi nic merasa bahagia akhirnya san bisa dia dapatkan tanpa susah mencari strategi untuk melulukan hati san.


***


@zihan631


21:18

__ADS_1


2020-04-09


__ADS_2