wanita kaya itu, istriku

wanita kaya itu, istriku
bab 10


__ADS_3

Setelah selesai mencari gaun untuk reunian itu san dan vani pergi mencari makan disekitar butik dan pada saat mereka memasuki sebuah cafe itu membuat semua yang di dalam memperhatikannya karena san tidak mau ganti baju yang dia kenakan setelah berganti gaun ke bajunya dan itu membuat semua yang ada disana tertuju padanya. "Sa pasti ini yang lo gunain pakaian itu jadi pusat perhatian kan" bisik vani.


"Udah gak papa lah,ayo kita makan disana" ucap san dan nunjuk meja deket jendela yang kosong.saat mereka duduk seorang mendekati mereka,"mau pesan apa mbak mbak cantik ini"ucap seorang pramusaji. "Saya pesen es kopi tanpa gula,sama sepagethy aja,lo mau apa van?"tanya san pada vani.sedang vani merasa kaget dengan pesanan san yang luarbisa itu,"lo gak salah sepagethy sama kopi apa gak bikin sakit perut gitu,saya pesen es teh,sama makananya samain aja"ucap vani. "Udah lama gue gak minum kopi pahit pake es,udah itu aja makasih" ucap san yang mengembalikan menu pada pramusaji tadi.


"Tapi itu sangat pahit san" ucap vani,"gak papalah sudah bisa ko,hidup gue penuh kepahitan ko van"ucap san. "Cish...malah ngomongin hidup lagi gue itu ngomongin itu kopi pasti pahit sasaku" ucap vani.  "Ih...kan kata gue juga gak papa" ucap san sedikit kesal.


Cek...cek... Selamat siang semua untuk para pelanggan cafe ini bisa merekomendasikan bernyanyi di sini silakan ke atas panggung!!


San yang mendengar rekomendasi itupun langsung maju ke depan dan meminta mc tadi memberikan ruang untuk bernyanyi dengan menggunakan piano yang sudah disedikan disana,san pun menyanyikan lagu 'promise- exo menterjemahkan ke bahasa inggris' dan membuat semua orang di sana kagum akan suara san dan juga cara san menggunakan piano yang begitu lihai...


Setelah nyanyi nya selesai san pun kembali lagi kemejanya dan pada saat dia berdiri diatas panggung ada lelaki yang selama ini dia benci yang kini terus menatapnya dan itu membuat san turun lebih cepat di atas panggung yang tidak berpamitan kepada semua penonton di sana temasuk mc pun dia hiraukan saat memanggilnya. "Van gue duluan ini bayar makanan gue,kalau mau pulang gue udah telpon mang udi untuk jemput lo disini" ucap san yang langsung pergi meninggalkan makanan dan juga vani yang masih kaget dengan suara san yang luar dugaanya,pada saat san pergi vani baru menyadarinya dengan ucapan san barusan.


*

__ADS_1


San yang pergi begitu saja di cafe itu setelah nyanyi itu kini dia sudah berada di dalam ruangan kerjanya dikantor,davit selaku ceo disana sekarang merasa kaget karena biasanya san akan datang saat dia menelponnya atau tidak saat meeting san baru akan mendatangi kantornya itu dia hanya mengawasinya dari rumah ataupun di kampus yang yang sering dia kunjungi.


"Ada yang bisa saya bantu miss" ucap mela 


"Berikan semua dokumen yang harus saya tanda tanggani sekarang juga" ucap san mela tau betul kalau bosnya itu menyuruh seperti itu pasti ada masalah di dalam pikirannya,davit yang melihat mela membawa dokumen begitu banyak yang dibantu ob itu terheran heran.


Pada asat mela keluar davit pun mendekatinya," apa yang terjadi bu mela,kenapa kau membawa semua berkas ke dalam"tanya davit. "Boss mu kalau ada pikiran yang lagi kalut pasti dia lampiaskan kepada dokumen atau apapun yang bisa dia lakukan dan melupakan pikiran itu" jelas mela.


Davit yang baru tau san seperti itu pun langsung bertanya pada istrinya,yang katanya dia akan ke kantor.mela yang sudah menjelaskan itu pun undur diri dihadapan davit dan datanglah vani dengan wajah cemberut.


Vani tau penyebab dia seperti itu karena dia melihat nic ada di cafe yang dia datangi bersama san dan membuat san pergi dari sana karena itu dan kenapa dia bisa menyibukan diri?,itu yang membuat vani bingung. " biarkan dia seperti itu mungkin dia stres akan pikiran yang dia pikul,apa lagi dia seorang pengusaha sukses mendunia loh itu tidak mudah baginya sayang"ucap vani yang sudah tidur manja di paha davit diruanganya itu,"kamu emang pantas disebut kakak bukan adik san yang soalnya yang lebih dewasa aku liat kamu deh,sedangkan san walau dia lebih dewasa dari kamu tapi dia sangat lemah dalam hal seperti ini"ucap davit,"yah mungkin it..."ucap vani terpotong datangnya mela ke dalam dengan wajah khawatir,


"Maaf ganggu saya mau menyampaikan miss san tidak bisa di hentikan amarahnya apa lagi dia melukai tangannya" ucap mela,"ko bisa ayo kita kesana"ucap vani yang begitu khawatir karena ini pertama kalinya lagi san ngamuk dengan begitu hebat setelah sepuluh tahun dia menghilang apa dia pernah seperti ini disana,dan pada saat di sana apa yang dikatakan mela benar san saat ini sedang membanting semua barang yang di sana temasuk berkas yang sudah dia tanda tanggani itu,darah berserakan di mana mana yang membuat vani dan davit meringis akan yang dia liat saat ini.

__ADS_1


Meraka bertiga tidak bisa menghentikan ini semua karena tidak pernah menenangkan san yang sedang ngamuk seperti itu karena yang bisa hanya abah dan nic saja sedangkan ambu juga bisa vani tidak mungkin memberitahu karena dia juga mengkhwatirkan ambu yang memiliki riwayat penyakit jantung tidak mungkin dia memberitahu itu jadi dia lebih milih memberanikan diri untuk menenangkan san.


"Sasaku kau kenapa hm...bukamya tadi kata bu mela lo akam menyelesaikan dokumen itu" ucap vani sedikit pelan dan takut san ngamuk lagi saat ini san sedang duduk menangis di bawah lantai dengan dilumuri darah yang terus menetes di telapak tangannya. San yang melihat vani dia langsung memeluk vani dengan begitu erat berkata "vava gue cape dengan ini semua gue sudah cape berpura pura jadi wanita seperti ini gue ingin sekali hidup tenang tanpa bayangan masa lalu yang merubah gue saat ini" isak san di dalam pelukan vani.


"Saku apa yang lo alami sekarang ini emang sangat rumit,tapi ingat semua ini demi membahagiakan abah dan ambu kan,bukan nya ini keputusan lo waktu dulu,lo ingat pada saat lo pergi disini,dan berkata apa pada hati kecil lo itu" ucap vani sedikit memikirkan kata kata yang pas untuk menenangkan san yang terus saja terisak dipelukannya,"vava kau emang sahabat gue yang terbaik makasih telah mengingatkan ku"ucap san yang sangat kecil dan pada saat vani melepas pelukan itu dan san pun pingsan dihadapan vani dan vani pun berteriak kepada davit yang ada diluar.


"Davit!!tolong" teriak vani dan davit mela dan juga pengawal setia san malik pun masuk melihat apa yang terjadi,vani yang sudah melihat davit masuk itu pun menyuruh membawa san keruangan rahasia yang ada di dalam ruangan ini dan pada saat san dibaringkan di ranjang di ruangan itu pun langsung vani bersihkan darah yang ada di wajah tangan san dan mengobatinya.


***


@zihan631


05:50

__ADS_1


2020-03-16


__ADS_2